Cara Akun WhatsApp Diretas dan Cara Mengamankannya

Akun WhatsApp diretas paling sering melalui pencurian kode verifikasi 6-digit yang diminta pelaku mengatasnamakan WhatsApp atau kenalan dekat Anda. Pelaku kemudian login dari perangkat lain dan mengambil alih akun untuk menjalankan modus pinjam uang ke kontak Anda, bahkan mendaftar pinjol atas nama Anda. Cegah dengan mengaktifkan two-step verification, tidak pernah membagikan kode OTP kepada siapapun, dan rutin memeriksa perangkat tertaut di pengaturan WhatsApp Anda.

Akun WhatsApp diretas bukan sekadar kehilangan akses chat—pelaku sering menyalahgunakan akun Anda untuk menjalankan modus pinjam uang ke kontak terpercaya Anda, meminta transfer atas nama Anda, atau bahkan mendaftar pinjol dengan identitas Anda. Memahami cara kerja peretasan ini dan langkah pencegahan yang tepat adalah kunci melindungi diri dan finansial Anda.

Jawaban singkat: Akun WhatsApp diretas biasanya melalui pencurian kode verifikasi 6-digit yang diminta pelaku mengatasnamakan WhatsApp atau kenalan dekat. Pelaku lalu login dari perangkat lain dan mengambil alih akun untuk menjalankan modus pinjam uang ke kontak Anda. Cegah dengan mengaktifkan two-step verification (PIN tambahan), tidak pernah membagikan kode OTP kepada siapapun, dan memeriksa linked devices secara berkala.

Rencanain financial goals? Mulai dari cek skor kredit gratis di aplikasi Skorlife.

📱 Unduh di Play Store · 🍎 Unduh di App Store

Apa Itu Peretasan Akun WhatsApp?

Peretasan akun WhatsApp terjadi ketika seseorang berhasil mengakses akun Anda dari perangkat lain tanpa izin Anda. Tidak seperti hacking yang memerlukan malware atau teknik teknis rumit, mayoritas peretasan WhatsApp di Indonesia bergantung pada satu elemen: kode verifikasi 6-digit yang dikirim WhatsApp saat ada percobaan login baru.

Cara akun whatsapp diretas - ilustrasi 1

Pelaku mendapat kode tersebut melalui social engineering—mereka menghubungi Anda (via chat, telepon, atau pesan WhatsApp) mengaku sebagai support WhatsApp, atau menyamar sebagai teman/keluarga yang “sedang pinjam HP”. Saat Anda menerima kode OTP dari WhatsApp, pelaku langsung meminta Anda menyebutkannya “untuk verifikasi” atau “supaya lebih cepat selesai”. Anda membagikan kode, dan dalam waktu kurang dari 5 menit, akun Anda sudah berpindah ke perangkat pelaku sepenuhnya.

Modus Peretasan: Dari Akun Diretas hingga Pencurian Identitas Finansial

Setelah akun Anda dikuasai, pelaku tidak semerta-merta menghapus chat atau mengirim spam. Mereka menjalankan strategi dua fase yang dirancang untuk meraup keuntungan finansial atas nama Anda:

  • Fase 1 – Modus Pinjam Uang Impersonal: Pelaku mulai menghubungi kontak Anda (keluarga, teman kerja, rekan bisnis) dengan pesan seperti “Halo, ini nomor baru saya. Lagi perlu pinjam uang Rp 3–10 juta urgent. Transfer ke rekening ini dulu, nanti saya bales minggu depan.” Karena pesan datang dari nomor WhatsApp yang Anda percaya, banyak kontak yang langsung transfer tanpa verifikasi ulang. Satu akun yang diretas bisa menghasilkan Rp 20–50 juta dari 5–10 orang yang tertipunya.
  • Fase 2 – Pencurian Identitas Finansial: Jika akun diretas milik orang dengan profil finansial lebih tinggi, pelaku mulai mencoba login ke aplikasi pinjol (Akulaku, Kredivo, Doku, Tunaiku, Galbay) menggunakan nomor WhatsApp Anda. Dengan akses ke WhatsApp, pelaku bisa menerima kode OTP pinjol dan mendaftar pinjaman hingga jutaan rupiah atas nama Anda. Pinjaman ini masuk data SLIK OJK, merusak profil kredit Anda untuk jangka panjang, dan ketika Anda baru tahu, sudah 2–3 bulan keterlambatan pembayaran terekam.

Skenario Nyata: Kasus Dirjen Keuangan Lokal vs Pekerja Muda Mulai Karir

Untuk memahami risiko sebenarnya, mari kita lihat dua skenario berbeda:

Skenario A – Dirgen (Kolektibilitas 1, Income Rp 50 juta/bulan, Target KPR 2 tahun): Akun WhatsApp-nya diretas. Dalam 48 jam, pelaku mendaftar 2 pinjol (Kredivo limit Rp 5 juta, Akulaku limit Rp 3 juta) dan mengajukan KTA BCA Rp 50 juta. Cicilan pinjol mulai meleset (KOL 2 dalam 15 hari). Saat Dirgen hendak apply KPR, bank melakukan cek SLIK dan menemukan 3 utang baru dengan histori pembayaran kacau. KPR ditolak atau ditawarkan bunga 7.5% vs kompetitor 5.5%. Tambahan biaya bunga lebih mahal Rp 100–150 juta selama 20 tahun KPR.

Skenario B – Andi, Junior Developer, Income Rp 8 juta/bulan, KOL 1, Tujuan Gadai Emas Untuk Modal Usaha: Akun WhatsApp diretas. Fase 1 sukses: 6 temannya transfer Rp 3–5 juta masing-masing, total Rp 20 juta yang hilang. Fase 2: Pelaku mencoba login pinjol tapi terhenti (karena Andi belum pernah register). Namun, pelaku berhasil login ke e-wallet Andi (Gopay, OVO, Dana) yang terikat nomor WhatsApp dan mencuri saldo Rp 2 juta. Kerugian total Andi: Rp 22 juta (Rp 20 juta dari kontak + Rp 2 juta e-wallet). Andi butuh 5–6 bulan untuk recover financial health, dan rencana modal usaha terhenti setahun.

Cara Kerja Kode OTP dan Mengapa Dua-Faktor Verifikasi WhatsApp Berbeda dari OTP Biasa

Banyak orang membingungkan kode OTP yang dikirim via SMS (untuk login pinjol, bank) dengan kode verifikasi WhatsApp. Keduanya sama-sama 6 digit, tapi risikonya berbeda:

  • Kode OTP Bank/Pinjol (via SMS): Digunakan sekali untuk satu transaksi tertentu (transfer, withdrawal, verifikasi login). Jika kode tersebut diketahui orang lain, kerugian terbatas pada transaksi itu saja.
  • Kode Verifikasi WhatsApp (via SMS/Call): Digunakan untuk REGISTER perangkat baru ke akun WhatsApp Anda. Sekali kode diberikan, pelaku bisa login dari perangkat apapun dan mendapatkan akses penuh ke akun Anda selama-lamanya, termasuk akses ke linked devices, contact list, dan history pesan.

Itulah mengapa WhatsApp menyediakan fitur “Two-Step Verification” yang berbeda dari kode OTP biasa. Fitur ini menambahkan PIN 6 digit buatan Anda sendiri. Bahkan jika pelaku punya kode verifikasi SMS, mereka tetap tidak bisa login tanpa PIN tambahan ini. Menurut dokumentasi keamanan Meta (pemilik WhatsApp), two-step verification mengurangi risiko account takeover hingga 99% jika diimplementasikan dengan benar.

Cara akun whatsapp diretas - ilustrasi 2

Langkah-Langkah Pencegahan: Apa yang Harus Dilakukan Sekarang

Pencegahan terdiri dari tiga lapisan. Kami lebih merekomendasikan menerapkan ketiga lapisan sekaligus, bukan hanya satu, karena masing-masing menutupi celah berbeda:

  1. Lapisan 1 – Two-Step Verification (MANDATORY): Buka WhatsApp > Settings > Account > Two-step verification > Enable. Buat PIN 6 digit. Catat 8-digit backup code di tempat aman (password manager atau note terenkripsi). PIN ini adalah “pengaman terakhir” Anda—tanpa PIN, kode SMS apapun tidak membantu pelaku.
  2. Lapisan 2 – Edukasi Kontak & Verification Protocol: Hubungi keluarga dan teman dekat: “Jika saya tiba-tiba minta pinjam uang via WhatsApp, selalu verifikasi dengan call atau bertemu langsung dulu.” Implementasi ini sederhana tapi sangat efektif menghentikan fase 1 modus pinjam uang.
  3. Lapisan 3 – Monitor Linked Devices & Jadwalkan Review: Setiap Jumat sore, buka WhatsApp Web/Linked Devices dan periksa. Pastikan hanya perangkat yang Anda kenal aktif. Jika ada device mencurigakan (brand asing, lokasi aneh), segera logout device itu.

Jika Akun WhatsApp Sudah Diretas: Langkah Darurat dan Mitigasi Kerusakan Finansial

Jika Anda curiga akun WhatsApp sudah diretas (chat hilang, kontak mengabarkan mereka terima pesan pinjam uang, atau Anda tidak bisa login dari perangkat lama), lakukan ini dalam urutan prioritas:

  • Menit 0–5: Buka WhatsApp Settings > Linked Devices, logout SEMUA device lain. Ini akan memaksa pelaku keluar dari akun Anda.
  • Menit 5–15: Hubungi WhatsApp Support melalui in-app form (Settings > Help > Contact Us) atau kunjungi support.facebook.com. Laporkan akun diretas dan minta bantuan recovery. WhatsApp bisa memprioritaskan reset akun dan melacak device yang login tidak sah (untuk keperluan polisi nantinya).
  • Jam 1: Hubungi semua bank dan aplikasi pinjol yang Anda gunakan. Beritahu mereka akun WhatsApp Anda diretas dan minta mereka memblokir percobaan login baru dari device tidak dikenal atau IP asing.
  • Jam 2–3: Periksa SLIK OJK melalui Skorlife atau langsung di situs OJK. Cek apakah ada pinjaman baru atau perubahan status cicilan yang tidak Anda kenal. Jika ada, ini bukti identitas Anda disalahgunakan.
  • Jam 4+: Jika ada pinjaman tidak sah di SLIK, laporkan ke polisi (Laporan Kehilangan Identitas) dan ke bank/pinjol yang menerbitkan pinjaman itu. Berikan bukti WhatsApp diretas dan data SLIK. Proses dispute bisa memakan waktu 2–4 minggu, tapi penting untuk membersihkan catatan kredit Anda.

Berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), peretasan akun dengan niat mengambil alih/merugikan adalah tindak pidana cybercrime yang bisa dijerat dengan pidana kurungan hingga 4 tahun dan denda hingga Rp 2 miliar. Laporan polisi penting tidak hanya untuk Anda sendiri, tapi juga melindungi kontak Anda yang sudah dirugikan modus pinjam uang.

Mengapa Cek SLIK OJK Setelah Diretas Adalah Langkah Krusial

Banyak orang fokus pada recovery akun WhatsApp tapi lupa periksa dampak finansialnya. Inilah mengapa Skorlife dan platform cek kredit lain penting: dengan melihat SLIK OJK Anda, Anda bisa mengetahui apakah identitas Anda sudah digunakan untuk mendaftar pinjol atau KTA atas nama Anda. Perubahan status KOL (Kolektibilitas) dari 1 menjadi 2 atau 3 dalam waktu singkat adalah red flag.

Jika Anda menemukan transaksi pinjaman mencurigakan di SLIK, segera hubungi lembaga keuangan yang mengeluarkan pinjaman itu dan lapor ke OJK. Menurut POJK Nomor 21 Tahun 2017 tentang Penyelesaian Pengaduan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, lembaga keuangan wajib merespons laporan dispute kredit dalam waktu maksimal 20 hari kerja dan memberikan hasil investigasi kepada Anda.

Tanya Jawab Seputar Peretasan WhatsApp dan Keamanan Finansial

  • T: Apakah two-step verification benar-benar tidak bisa di-bypass? J: Hampir tidak. Jika diatur dengan PIN kuat (bukan 111111 atau 123456) dan kode backup disimpan aman, two-step verification adalah pertahanan terkuat. Satu-satunya cara bypass adalah jika pelaku sudah punya akses fisik ke perangkat Anda dan tahu PIN-nya—itu sudah lebih dari sekedar peretasan digital.
  • T: Kalau akun sudah diretas, apakah semua chat terenkripsi end-to-end masih aman dari pelaku? J: Chat lama tetap aman (sudah terenkripsi di server). Tapi Anda harus logout semua linked devices ASAP supaya pelaku tidak bisa melihat chat-chat baru yang masuk. Inilah alasan memeriksa linked devices setiap minggu sangat penting.
  • T: Apakah saya perlu ganti nomor WhatsApp jika sudah diretas? Boleh ganti atau sebaiknya tetap? J: Kami merekomendasikan tetap di nomor lama tapi ganti PIN two-step verification dengan yang baru dan lebih kuat. Mengganti nomor WhatsApp malah membuat kenalan Anda bingung dan membuka peluang social engineering lebih lagi (“Halo, ini nomor baru saya, lagi pinjam…”). Fokus pada hardening security (two-step verification kuat + monitor linked devices) lebih efektif daripada ganti nomor.
  • T: Berapa lama data pribadi saya di SLIK bisa dibersihkan setelah dispute sukses? J: Setelah OJK dan lembaga keuangan menyetujui dispute Anda, data pinjaman tidak sah biasanya dihapus dari SLIK dalam 1–2 siklus update SLIK (biasanya setiap akhir bulan). Tapi histori “pernah ada” tetap tercatat di arsip internal bank, jadi penting untuk selalu bersihkan lebih awal sebelum Anda apply KPR atau produk kredit besar.
  • T: Jika teman saya menerima pesan pinjam uang dari “saya” di WhatsApp tapi suaranya aneh saat di-call, apa yang harus dilakukan? J: Ajak teman untuk segera call Anda di nomor lama (bukan yang ada di chat) untuk verifikasi, atau minta mereka cek Linked Devices Anda melalui share screen. Kemudian laporkan ke WhatsApp Support dan ubah PIN two-step verification. Teman Anda yang curiga malah sudah menyelamatkan Anda dari kerugian lebih besar.

Untuk rujukan resmi dan informasi terbaru, kamu bisa cek langsung situs Otoritas Jasa Keuangan.

Baca juga: Cek Skor Kredit Sebelum Menikah 2026: Alasan & Cara Lengkap untuk panduan lebih lengkap.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah two-step verification benar-benar tidak bisa di-bypass?

Hampir tidak. Jika diatur dengan PIN kuat (bukan 111111 atau 123456) dan kode backup disimpan aman, two-step verification adalah pertahanan terkuat. Satu-satunya cara bypass adalah jika pelaku sudah punya akses fisik ke perangkat Anda dan tahu PIN-nya.

Kalau akun sudah diretas, apakah semua chat terenkripsi masih aman?

Chat lama tetap aman (sudah terenkripsi di server). Tapi Anda harus logout semua linked devices ASAP supaya pelaku tidak bisa melihat chat baru yang masuk. Inilah alasan memeriksa linked devices setiap minggu sangat penting.

Berapa lama data pribadi saya di SLIK bisa dibersihkan setelah dispute sukses?

Setelah OJK dan lembaga keuangan menyetujui dispute Anda, data pinjaman tidak sah biasanya dihapus dari SLIK dalam 1–2 siklus update (setiap akhir bulan). Tapi histori tetap tercatat di arsip internal bank, penting untuk bersihkan lebih awal sebelum apply KPR.

Apakah saya perlu ganti nomor WhatsApp jika sudah diretas?

Kami merekomendasikan tetap di nomor lama tapi ganti PIN two-step verification dengan yang baru. Mengganti nomor WhatsApp malah membuat kenalan bingung dan membuka peluang social engineering lebih lagi. Fokus pada hardening security lebih efektif.

Jika teman menerima pesan pinjam uang dari ‘saya’, apa yang harus dilakukan?

Ajak teman untuk segera call Anda di nomor lama untuk verifikasi, atau minta mereka cek Linked Devices Anda. Kemudian laporkan ke WhatsApp Support dan ubah PIN two-step verification. Teman curiga sudah menyelamatkan Anda dari kerugian lebih besar.

Selly Santoso

Selly Santoso memiliki pengalaman 4 tahun di industri asuransi, termasuk asuransi digital dan proteksi siber. Ia meninjau konten Skorlife seputar asuransi untuk memastikan informasi produk dan regulasi OJK disampaikan secara akurat.

guest
0 Comments
Terpopuler
Terbaru Terlama