Bunga Deposito Tertinggi 2026: Perbandingan Semua Bank Terbaru

Bunga deposito tertinggi di Indonesia per September 2026 ada di kisaran 6-8% per tahun untuk tenor 12 bulan, jauh di atas bank besar konvensional yang umumnya di 2,5-3%. Berdasarkan data resmi yang kami kumpulkan dari 22 bank, tiga bunga tertinggi adalah Krom Bank Indonesia (8%), Superbank (7.5%), Bank Neo Commerce (7.25%). Perlu diperhatikan: LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) hanya menjamin bunga simpanan hingga batas tingkat bunga penjaminan yang berlaku (3,75% untuk bank umum per kuartal III 2026) — bunga di atas itu tidak dijamin jika bank gagal.

Memilih deposito bukan cuma soal bunga tertinggi. Tenor, minimum setoran, jaminan LPS, dan reputasi bank semuanya perlu dipertimbangkan. Artikel ini membandingkan suku bunga deposito dari berbagai bank di Indonesia — mulai dari bank besar (BUKU IV) hingga bank digital yang menawarkan bunga kompetitif — berdasarkan data resmi yang kami kumpulkan langsung dari halaman suku bunga masing-masing bank.

Jawaban singkat: Bunga deposito tertinggi saat ini (September 2026) ditawarkan oleh bank digital seperti Krom Bank Indonesia (8%), Superbank (7.5%), Bank Neo Commerce (7.25%), untuk tenor 12 bulan. Bank besar konvensional (BCA, Mandiri, Maybank) menawarkan bunga jauh lebih rendah, di kisaran 2-3%. Sebelum memilih berdasarkan bunga tertinggi saja, pastikan bank tersebut terdaftar OJK dan cek batas bunga penjaminan LPS yang berlaku — deposito di atas batas tersebut tidak dijamin penuh jika bank bermasalah.

Financial wellness dimulai dari tahu skor kredit kamu. Cek gratis di aplikasi Skorlife.

📱 Unduh di Play Store · 🍎 Unduh di App Store

Tabel Perbandingan Bunga Deposito (Update September 2026)

Data berikut dikumpulkan langsung dari halaman resmi suku bunga masing-masing bank (bukan agregator pihak ketiga), diurutkan dari bunga 12-bulan tertinggi. Bunga ditampilkan per tahun (annual), untuk penempatan tanpa syarat minimum besar (di bawah Rp10 juta) kecuali dinyatakan lain oleh bank.

BankProduk1 Bulan3 Bulan6 Bulan12 Bulan
Krom Bank IndonesiaKrom Max (Deposito Berjangka)7.5%7.5%7.5%8%
SuperbankDeposito Berjangka Digital7.5%7.5%7.5%7.5%
Bank Neo CommerceDeposito WOW6%6.75%7.25%7.25%
Bank Amar IndonesiaDeposito (Amar Bank)5.75%6%6.25%7%
Bank SaquDeposito Reguler5.75%6%6.25%6.5%
Allo Bank IndonesiaAllo Deposito5.5%6%6%6%
SeaBank IndonesiaSeabank Deposito Berjangka4.75%5.25%5.75%6%
MNC BankDeposito Online Motion5%5.25%5.75%5.75%
BRIDeposito BRI4.25%6%5.75%5%
OCBC NISPOCBC NISP Deposito IDR4.25%4.25%4.5%4.5%
CIMB NiagaCIMB Niaga Deposito Berjangka3.5%4%4.25%4.25%
Jenius (BTPN)Maxi Saver (Deposito Jenius)3.75%4%4.25%4.25%
blu by BCA DigitalbluDeposit3.75%3.75%3.75%
KB BankDeposito KB Bank Rupiah3%3.25%3.5%3.5%
BCABCA Time Deposit (Deposito Berjangka BCA)2.75%2.75%3%3%
Standard Chartered IndonesiaStandard Chartered Deposito Berjangka (Regular Fixed Deposit)2.5%2.75%2.75%2.75%
UOB IndonesiaUOB Time Deposit2.75%3%3%2.75%
Bank DanamonDeposito Berjangka2.5%2.5%2.5%2.5%
Bank MandiriMandiri Deposito Rupiah2.25%2.25%2.5%2.5%
CTBC IndonesiaCTBC Deposito Berjangka (Time Deposit)2%2%2%2%

Sumber: data internal Skorlife yang dikumpulkan langsung dari halaman resmi suku bunga tiap bank, per September 2026. Bunga dapat berubah sewaktu-waktu — selalu cek halaman resmi bank sebelum membuka rekening.

Kenapa Bank Digital Menawarkan Bunga Jauh Lebih Tinggi?

Bank digital seperti Krom Bank, Superbank, Bank Neo Commerce, dan Bank Amar bisa menawarkan bunga 6-8% karena struktur biaya operasional yang lebih ringan (tanpa jaringan cabang fisik) dan strategi akuisisi nasabah yang agresif di tahap awal. Bank besar seperti BCA dan Mandiri punya basis nasabah masif dan tidak perlu bersaing di bunga untuk menarik dana pihak ketiga — mereka lebih mengandalkan kepercayaan, jaringan cabang, dan kelengkapan layanan.

Bunga deposito tertinggi - ilustrasi 1

Batas Penjaminan LPS: Bunga Tinggi Tidak Selalu Berarti Aman Penuh

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan nasabah hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Tapi ada syarat yang sering tidak disadari nasabah: menurut Pasal 19 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS (diperkuat oleh UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan/P2SK), simpanan tidak dijamin jika nasabah menerima bunga yang tidak wajar atau melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) yang ditetapkan LPS. Ketentuan ini dikenal sebagai salah satu dari tiga syarat “3T” yang membatalkan penjaminan (selengkapnya di FAQ).

Per kuartal III 2026 (berlaku 1 Juli–30 September 2026), TBP untuk simpanan rupiah di bank umum adalah 3,75% per tahun (naik 25 bps dari kuartal sebelumnya, ditetapkan LPS pada Rapat Dewan Komisioner 22 Juni 2026). Jika bank menawarkan bunga deposito di atas batas ini — seperti beberapa bank digital di tabel atas yang menawarkan 6-8% — bagian bunga yang melebihi TBP berpotensi tidak dijamin LPS jika bank tersebut dicabut izin usahanya. Ini bukan berarti bank-bank tersebut berisiko tinggi — semuanya terdaftar dan diawasi OJK — tapi penting untuk memahami mekanisme ini sebelum memutuskan berdasarkan bunga tertinggi saja. LPS memperbarui TBP tiga kali setahun (Januari, Mei, September), jadi cek angka terbaru di situs resmi LPS sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar.

Contoh Kasus: Memilih Antara Bunga Tinggi dan Keamanan Penuh

Misalkan Rani, karyawan swasta di Jakarta, punya dana idle Rp300 juta dari bonus tahunan dan ingin menyimpannya di deposito 12 bulan. Dua pilihan yang ia pertimbangkan:

  • Opsi A — Bank Neo Commerce (7,25%): bunga tahunan sekitar Rp21,75 juta (sebelum pajak). Karena 7,25% melebihi TBP 3,75%, jika bank ini bermasalah, hanya bunga hingga batas TBP yang dijamin penuh — selisihnya berisiko tidak dijamin.
  • Opsi B — CIMB Niaga (4,25%): bunga tahunan sekitar Rp12,75 juta (sebelum pajak). Karena sedikit di atas TBP 3,75%, hampir seluruh bunga tetap dalam kisaran aman TBP.

Rekomendasi kami: untuk dana yang benar-benar tidak boleh berisiko sama sekali (misalnya dana darurat atau uang muka rumah yang sudah pasti dipakai), pilih bank dengan bunga di sekitar atau di bawah TBP. Untuk dana yang lebih fleksibel dan kamu sudah memverifikasi status OJK bank tersebut sehat, bunga di atas TBP bisa jadi pertimbangan asalkan disebar ke beberapa bank (maksimal Rp2 miliar per bank per nasabah tetap dijamin LPS) alih-alih ditaruh di satu tempat.

Cara Memilih Deposito yang Tepat

  1. Cek status OJK dan LPS. Pastikan bank terdaftar dan diawasi OJK, dan simpanan dijamin LPS.
  2. Sesuaikan tenor dengan kebutuhan. Semakin lama tenor biasanya semakin tinggi bunga, tapi dana terkunci lebih lama dan ada risiko penalti jika dicairkan lebih awal.
  3. Perhatikan syarat minimum penempatan. Beberapa bunga tinggi hanya berlaku untuk penempatan minimum besar (Rp500 juta ke atas) — cek tabel di atas untuk detailnya.
  4. Bandingkan bunga efektif setelah pajak. Bunga deposito dikenai pajak final 20%, jadi bunga 6% sebenarnya menghasilkan return neto sekitar 4,8%.
  5. Cek fitur ARO (Automatic Roll-Over). Kalau kamu lupa mencairkan, apakah dana otomatis diperpanjang dengan bunga yang sama atau bunga saat itu?

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Bank apa yang menawarkan bunga deposito tertinggi saat ini?

Berdasarkan data yang kami kumpulkan per September 2026, bunga deposito 12 bulan tertinggi ditawarkan oleh Krom Bank Indonesia (8%), Superbank (7.5%), Bank Neo Commerce (7.25%). Bank digital secara umum menawarkan bunga lebih tinggi dibanding bank konvensional besar.

Apakah deposito dengan bunga tinggi di bank digital aman?

Selama bank tersebut terdaftar dan diawasi OJK, deposito relatif aman. Namun perlu diperhatikan bahwa LPS hanya menjamin bunga hingga batas tingkat bunga penjaminan yang berlaku (3,75% untuk bank umum per kuartal III 2026) — bunga di atas batas ini berpotensi tidak dijamin penuh.

Berapa minimum setoran untuk membuka deposito?

Minimum setoran bervariasi per bank, mulai dari yang tanpa syarat minimum besar hingga yang mensyaratkan penempatan Rp10 juta atau lebih untuk mendapatkan bunga tertentu. Cek detail masing-masing bank di tabel perbandingan di atas.

Apakah bunga deposito kena pajak?

Ya, bunga deposito dikenai pajak final (PPh Pasal 4 ayat 2) sebesar 20% dari bunga yang diterima. Bunga 6% per tahun secara nominal akan menghasilkan return neto sekitar 4,8% setelah dipotong pajak.

Apa itu ARO (Automatic Roll-Over) pada deposito?

ARO adalah fitur perpanjangan otomatis deposito saat jatuh tempo, tanpa perlu tindakan manual dari nasabah. Jika tidak memilih ARO, dana biasanya otomatis dipindahkan ke rekening tabungan saat jatuh tempo dengan bunga tabungan yang jauh lebih rendah.

Baca juga: Bunga Deposito BCA 2026: Suku Bunga Terkini & Cara Buka Rekening untuk panduan lebih lengkap.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Bank apa yang menawarkan bunga deposito tertinggi saat ini?

Berdasarkan data yang kami kumpulkan per September 2026, bunga deposito 12 bulan tertinggi ditawarkan oleh Krom Bank Indonesia (8%), Superbank (7.5%), Bank Neo Commerce (7.25%). Bank digital secara umum menawarkan bunga lebih tinggi dibanding bank konvensional besar.

Apakah deposito dengan bunga tinggi di bank digital aman?

Selama bank tersebut terdaftar dan diawasi OJK, deposito relatif aman. Namun perlu diperhatikan bahwa LPS hanya menjamin bunga hingga batas tingkat bunga penjaminan yang berlaku (3,75% untuk bank umum per kuartal III 2026) — bunga di atas batas ini berpotensi tidak dijamin penuh, sesuai Pasal 19 ayat (1) huruf b UU LPS.

Bunga deposito tertinggi - ilustrasi 2

Berapa minimum setoran untuk membuka deposito?

Minimum setoran bervariasi per bank, mulai dari yang tanpa syarat minimum besar hingga yang mensyaratkan penempatan Rp10 juta atau lebih untuk mendapatkan bunga tertentu. Cek detail masing-masing bank di tabel perbandingan di atas.

Apakah bunga deposito kena pajak?

Ya, bunga deposito dikenai pajak final (PPh Pasal 4 ayat 2) sebesar 20% dari bunga yang diterima. Bunga 6% per tahun secara nominal akan menghasilkan return neto sekitar 4,8% setelah dipotong pajak.

Apa itu ARO (Automatic Roll-Over) pada deposito?

ARO adalah fitur perpanjangan otomatis deposito saat jatuh tempo, tanpa perlu tindakan manual dari nasabah. Jika tidak memilih ARO, dana biasanya otomatis dipindahkan ke rekening tabungan saat jatuh tempo dengan bunga tabungan yang jauh lebih rendah.

Apa itu syarat ‘3T’ yang membuat simpanan tidak dijamin LPS?

Syarat 3T adalah tiga kondisi dalam Pasal 19 ayat (1) UU LPS yang membuat simpanan TIDAK dijamin: (1) data simpanan Tidak tercatat di bank, (2) nasabah merupakan pihak yang menyebabkan bank menjadi Tidak sehat (misalnya terkait kredit macet), dan (3) nasabah memperoleh bunga yang Tidak wajar atau melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS. Poin ketiga inilah yang relevan untuk deposito bunga tinggi.

Artikel terkait lainnya: SBI: Pengertian, Fungsi, Jenis, Suku Bunga & Contoh Terlengkap, Rollover Deposito: Pengertian, Kelebihan & Kekurangannya.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Bank apa yang menawarkan bunga deposito tertinggi saat ini?

Berdasarkan data yang kami kumpulkan per September 2026, bunga deposito 12 bulan tertinggi ditawarkan oleh Krom Bank Indonesia (8%), Superbank (7.5%), Bank Neo Commerce (7.25%). Bank digital secara umum menawarkan bunga lebih tinggi dibanding bank konvensional besar.

Apakah deposito dengan bunga tinggi di bank digital aman?

Selama bank tersebut terdaftar dan diawasi OJK, deposito relatif aman. Namun perlu diperhatikan bahwa LPS hanya menjamin bunga hingga batas tingkat bunga penjaminan yang berlaku (3,75% untuk bank umum per kuartal III 2026) — bunga di atas batas ini berpotensi tidak dijamin penuh, sesuai Pasal 19 ayat (1) huruf b UU LPS.

Berapa minimum setoran untuk membuka deposito?

Minimum setoran bervariasi per bank, mulai dari yang tanpa syarat minimum besar hingga yang mensyaratkan penempatan Rp10 juta atau lebih untuk mendapatkan bunga tertentu. Cek detail masing-masing bank di tabel perbandingan di atas.

Apakah bunga deposito kena pajak?

Ya, bunga deposito dikenai pajak final (PPh Pasal 4 ayat 2) sebesar 20% dari bunga yang diterima. Bunga 6% per tahun secara nominal akan menghasilkan return neto sekitar 4,8% setelah dipotong pajak.

Apa itu ARO (Automatic Roll-Over) pada deposito?

ARO adalah fitur perpanjangan otomatis deposito saat jatuh tempo, tanpa perlu tindakan manual dari nasabah. Jika tidak memilih ARO, dana biasanya otomatis dipindahkan ke rekening tabungan saat jatuh tempo dengan bunga tabungan yang jauh lebih rendah.

Apa itu syarat ‘3T’ yang membuat simpanan tidak dijamin LPS?

Syarat 3T adalah tiga kondisi dalam Pasal 19 ayat (1) UU LPS yang membuat simpanan TIDAK dijamin: (1) data simpanan Tidak tercatat di bank, (2) nasabah merupakan pihak yang menyebabkan bank menjadi Tidak sehat (misalnya terkait kredit macet), dan (3) nasabah memperoleh bunga yang Tidak wajar atau melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS. Poin ketiga inilah yang relevan untuk deposito bunga tinggi.

guest
0 Comments
Terpopuler
Terbaru Terlama