Berhutang atau Berutang: Mana Penulisan yang Benar? (2026)
Jawaban singkat: Berhutang dan berutang adalah dua bentuk penulisan yang sama-sama benar dalam bahasa Indonesia. Keduanya merupakan kata kerja yang berarti meminjam uang atau barang dengan kewajiban mengembalikan. Secara ejaan, kedua kata ini tercatat dalam KBBI dan dapat digunakan bergantian. Yang penting bukan perbedaan ejaannya, melainkan tujuan berutang tersebutโapakah produktif untuk investasi bisnis, properti, atau pendidikan yang meningkatkan kondisi keuangan jangka panjang, ataukah konsumtif untuk gaya hidup yang berisiko memperburuk finansial.
| Jenis Utang | Tujuan | Contoh |
|---|---|---|
| Utang Produktif (Utang Baik) | Meningkatkan kondisi keuangan jangka panjang | Investasi bisnis, investasi properti, pendidikan |
| Utang Konsumtif (Utang Buruk) | Memenuhi keinginan pribadi tanpa tujuan finansial | Liburan mewah, kartu kredit berlebihan, pembelian impulsif, barang elektronik terbaru |
Sebelum ajukan pinjaman, cek dulu skor kredit kamu gratis di aplikasi Skorlife โ bank pakai data yang sama.
Berhutang memang penting jika dilakukan untuk tujuan produktif seperti investasi bisnis, properti, atau pendidikan yang dapat meningkatkan kondisi keuangan jangka panjang. Namun, berutang untuk gaya hidup dan konsumsi pribadi justru berisiko memperburuk situasi finansial. Kunci utamanya adalah memahami perbedaan antara utang baik yang menghasilkan manfaat ekonomi dan utang buruk yang hanya menghabiskan uang, serta memperhitungkan bunga pinjaman sebelum mengajukan utang.
Sekarang ini kegiatan berutang semakin mudah dan sering dilakukan seseorang. Bukan lagi karena keadaan darurat, namun berutang kini juga digunakan untuk membiayai gaya hidup seperti liburan, belanja, dan hal menyenangkan lainnya.ย
Berutang untuk memenuhi gaya hidup adalah utang konsumtif yang bisa mempersulit keadaan finansial seseorang. Jika tidak diperhitungkan dengan matang, hal tersebut justru bisa membuat kondisi keuangan jadi berantakan.ย
Namun sebenarnya, berutang bukanlah sesuatu yang selalu buruk. Utang bisa menjadi hal yang penting apabila digunakan untuk mencapai tujuan keuangan tertentu seperti investasi, pembelian aset, dan lain-lain.
Jenis utang ini dikenal juga sebagai utang baik, yakni utang yang diambil dengan tujuan produktif untuk meningkatkan kondisi keuangan dan menghasilkan manfaat jangka panjang.
Utang Produktif atau Utang Baik
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, utang produktif atau disebut juga sebagai utang baik adalah kegiatan utang yang dilakukan untuk mencapai tujuan finansial seseorang. Berikut adalah beberapa contoh dari utang baik:
1. Investasi Bisnis
Apabila kamu berutang untuk mengembangkan bisnis, maka utang tersebut dikategorikan sebagai utang baik karena berpotensi untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi bisnis kamu.

Pinjaman yang kamu ajukan nantinya bisa digunakan untuk kegiatan operasional bisnis sehari-hari, memperluas strategi pemasaran, membeli perlengkapan kantor. Dengan kata lain, utang yang kamu ajukan adalah modal yang dibutuhkan untuk mendapatkan profit dari usaha kamu.
2. Investasi Properti
Utang untuk membeli properti seperti rumah atau apartemen juga dianggap utang yang baik. Rumah atau apartemen tersebut nantinya bisa kamu sewakan atau bahkan dijual kembali sebagai investasi properti.
Berutang dengan tujuan investasi properti dianggap utang yang baik apabila penghasilan yang didapat dari menyewakan atau menjual aset-aset tersebut sudah melebihi jumlah utang yang harus dilunasi.
3. Pendidikan
Utang untuk membiayai pendidikan dianggap utang yang baik karena berpotensi menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik bisa membuka peluang pekerjaan yang lebih baik pula. Sehingga, kondisi keuangan pun akan lebih terjamin kedepannya.ย
Meskipun kegiatan berutang dilakukan untuk tujuan yang baik, utang tetaplah utang dan ada risikonya. Kamu perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum mengajukan pinjaman.
Salah satu yang kamu perlu perhatikan ketika berutang adalah bunga pinjaman. Sebab, bunga pinjaman nantinya akan mempengaruhi besaran cicilan yang perlu kamu bayarkan setiap bulannya.
Utang Konsumtif atau Utang Buruk
Utang konsumtif atau utang buruk merupakan kegiatan utang yang digunakan untuk memenuhi keinginan pribadi. Jenis utang ini cenderung menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak yang tidak ada tujuan finansialnya sama sekali.
Jenis utang macam ini bisa menimbulkan masalah keuangan apabila tidak bijak dalam mengelolanya. Di bawah ini adalah beberapa contoh penerapan utang konsumtif atau utang buruk:
- Liburan mewah
- Menggunakan kartu kredit berlebihan
- Pembelian impulsif
- Membeli barang elektronik terbaru
Apakah berutang itu penting atau tidak, semuanya balik lagi ke individu masing-masing. Utang bisa menjadi penting bagi seseorang tergantung pada situasi maupun tujuan keuangan yang ingin dicapai.
Utang bisa menjadi alat yang penting bagi seseorang guna memenuhi tujuan tersebut, seperti investasi bisnis, investasi properti, bahkan investasi dalam pendidikan.ย
Namun yang harus diingat, apabila kamu tidak bijak dalam mengelola keuangan sehingga tidak mampu melunasi utang-utang, baik itu utang produktif maupun utang konsumtif, tentu ada dampak negatif yang bisa terjadi.
Salah satu dampak negatif dari tidak bisa membayar utang adalah skor kredit yang buruk sehingga peluang pengajuan pinjaman kamu untuk disetujui kecil oleh bank.
Oleh karena itu, sangat penting untuk berutang dalam batas yang wajar sehingga kondisi keuangan tetap terjaga baik.ย
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa beda berhutang dan berutang?
Tidak ada perbedaan makna antara berhutang dan berutang. Keduanya adalah kata kerja yang berarti meminjam uang atau barang dengan kewajiban mengembalikan, dan sama-sama tercatat dalam KBBI sebagai ejaan yang sah.
Kapan berutang itu penting?
Berutang penting jika dilakukan untuk tujuan produktif seperti investasi bisnis, investasi properti, atau pendidikan yang dapat meningkatkan kondisi keuangan dan menghasilkan manfaat jangka panjang. Utang untuk tujuan ini disebut utang baik.
Apa contoh utang konsumtif yang harus dihindari?
Utang konsumtif atau utang buruk mencakup liburan mewah, penggunaan kartu kredit berlebihan, pembelian impulsif, dan membeli barang elektronik terbaru. Utang jenis ini menghabiskan uang untuk hal-hal tanpa tujuan finansial dan bisa mempersulit kondisi keuangan.
Apa risiko tidak bayar utang?
Dampak negatif dari tidak mampu melunasi utang adalah skor kredit yang buruk sehingga peluang pengajuan pinjaman disetujui bank menjadi kecil. Oleh karena itu penting berutang dalam batas wajar agar kondisi keuangan tetap terjaga.
Untuk rujukan resmi dan informasi terbaru, kamu bisa cek langsung situs Otoritas Jasa Keuangan.




