{"id":14592,"date":"2026-09-21T11:40:28","date_gmt":"2026-09-21T04:40:28","guid":{"rendered":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/uncategorized\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/"},"modified":"2026-09-21T11:40:33","modified_gmt":"2026-09-21T04:40:33","slug":"sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/","title":{"rendered":"SBN Ritel vs Deposito: Mana Lebih Cocok untuk Pemula?"},"content":{"rendered":"<p><!-- fs-anchor 2026-09-21 --><\/p>\n<p class=\"fs-lead\">SBN ritel dan deposito sama-sama dikenakan pajak final 10%, tetapi berbeda dalam mekanisme return dan likuiditas. SBN ritel seperti ORI menawarkan kupon tetap sekitar 6,5% per tahun dengan jaminan pemerintah, sementara deposito bank memberikan bunga lebih rendah sekitar 4,5% namun lebih fleksibel untuk dicairkan kapan saja. Pilihan terbaik bergantung pada prioritas kamu antara return lebih tinggi atau akses dana yang mudah untuk kebutuhan mendesak.<\/p>\n<p>SBN ritel vs deposito adalah pertanyaan investasi yang sering dihadapi pemula Indonesia. Keduanya adalah instrumen aman dengan return tetap, tapi mekanisme, tarif, dan risiko likuiditas mereka berbeda signifikan. Artikel ini membandingkan kedua produk secara langsung\u2014dari kupon versus bunga, hingga perhitungan pajak final 10%, serta skenario konkret untuk membantu kamu memilih yang paling sesuai dengan tujuan dan profil keuangan pribadi.<\/p>\n<div class=\"aio-answer-block\" style=\"background:#f7f8fa;padding:1rem 1.25rem;border-left:4px solid #1e6091;border-radius:0.25rem;margin:1rem 0;\">\n<p><strong>Jawaban singkat:<\/strong> SBN ritel vs deposito sama-sama dikenai pajak final 10% tetapi berbeda mekanisme return. SBN ritel (ORI\/SR) memberikan kupon tetap ~6,5% per tahun tanpa risiko likuiditas jika ditahan hingga jatuh tempo, sementara deposito bank tarifnya lebih rendah (~4,5%) tapi lebih mudah dicairkan kapan saja tanpa penalti. Pilihan tergantung apakah kamu prioritaskan return lebih tinggi atau akses dana yang fleksibel.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"skor-app-cta\" style=\"background:#e8f4fb;border-left:4px solid #0674ff;padding:1rem 1.25rem;border-radius:0.25rem;margin:1rem 0;\">\n<p><strong>Financial wellness dimulai dari tahu skor kredit kamu. Cek gratis di aplikasi Skorlife.<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.skorlife.score&#038;utm_source=blog-cta&#038;utm_medium=aio-block&#038;utm_campaign=sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\">\ud83d\udcf1 Unduh di Play Store<\/a> \u00b7 <a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/skorlife\/id1643472756?utm_source=blog-cta&#038;utm_medium=aio-block&#038;utm_campaign=sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\">\ud83c\udf4e Unduh di App Store<\/a><\/p>\n<\/div>\n<h2>Apa Itu SBN Ritel vs Deposito?<\/h2>\n<p>SBN ritel (Surat Berharga Negara ritel) adalah obligasi yang diterbitkan langsung oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan. Terdapat dua jenis utama: ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dengan kupon bunga berkala, dan SR (Saving Rate) dengan mekanisme bunga majemuk. Kamu membeli langsung dari bank persepsi atau platform, dan dana diteruskan ke negara untuk pembiayaan pembangunan.<\/p>\n<p>Deposito bank adalah simpanan berjangka di bank komersial dengan jaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp 2 miliar per rekening per bank. Bank membayar bunga dengan frekuensi bulanan atau di akhir tenor (3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau lebih). Bunga deposito disesuaikan bank sesuai kondisi pasar dan kebijakan suku bunga BI.<\/p>\n<h2>Perbandingan Return SBN Ritel vs Deposito: Kupon vs Bunga<\/h2>\n<p>Kupon SBN ritel ditetapkan di awal penerbitan dan tidak berubah sepanjang periode. Pada 2026, ORI kupon biasanya menawarkan 6\u20136,5% per tahun, tergantung tenor dan kondisi pasar saat penerbitan. Sebagai contoh, jika kamu membeli ORI senilai Rp 10 juta dengan kupon 6,5% selama 3 tahun, setiap tahun kamu menerima Rp 650.000 sebagai penghasilan tetap.<\/p>\n<p>Deposito bank menawarkan bunga yang lebih rendah, rata-rata 4\u20135% per tahun untuk tenor 1\u20133 bulan di bank-bank besar di 2026. Bank menentukan bunga berdasarkan suku bunga acuan BI dan likuiditas pasarnya. Keuntungan: jika suku bunga BI naik, kamu bisa membuka deposito baru dengan tarif lebih tinggi setelah tenor lama berakhir. Kerugian: jika suku bunga BI turun, return yang kamu terima di periode berikutnya juga turun.<\/p>\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula-body1.jpg\" alt=\"Sbn ritel vs deposito - ilustrasi 1\" style=\"width:100%;height:auto;border-radius:12px;margin:18px 0\" \/><\/figure>\n<p><strong>Contoh kalkulasi riil:<\/strong> Rp 10 juta di ORI kupon 6,5% selama 1 tahun menghasilkan Rp 650.000 (sebelum pajak). Rp 10 juta di deposito 4,5% selama 1 tahun menghasilkan Rp 450.000 (sebelum pajak). Selisih keuntungan SBN ritel: Rp 200.000 per tahun, atau 44% lebih tinggi.<\/p>\n<h2>Pajak dan Biaya Tersembunyi: Keduanya Sama-Sama Pajak Final 10%<\/h2>\n<p>Ini adalah titik penting yang sering disalahpahami pemula. Baik SBN ritel maupun deposito bank, penghasilan bunga atau kupon dikenai pajak final 10% (untuk non-karyawan) atau 15% (untuk karyawan sektor tertentu) berdasarkan UU Pajak Penghasilan No. 8 Tahun 1997. Pajak ini sudah langsung dipotong oleh pihak penerbit atau bank\u2014kamu tidak perlu repot menghitung dan melaporkan sendiri.<\/p>\n<p>Artinya, dari contoh di atas: Rp 650.000 kupon SBN minus pajak 10% = Rp 585.000 yang masuk rekening. Rp 450.000 bunga deposito minus pajak 10% = Rp 405.000 yang masuk rekening. Perbedaan netto tetap signifikan: Rp 180.000 per tahun atau 44% lebih menguntungkan SBN ritel dalam hal return murni.<\/p>\n<p>Tidak ada biaya admin tambahan untuk SBN ritel jika kamu membeli langsung melalui Kementerian Keuangan atau bank persepsi resmi. Deposito juga tidak ada biaya pembukaan di bank modern, meski beberapa bank kecil mungkin mengenakan biaya keamanan data (minimal).<\/p>\n<h2>Likuiditas dan Risiko Jika Ingin Cairkan Sebelum Jatuh Tempo<\/h2>\n<p>Di sini perbedaan SBN ritel vs deposito menjadi sangat nyata. SBN ritel memiliki pasar sekunder yang terbatas\u2014jika kamu membutuhkan uang sebelum jatuh tempo, kamu tidak bisa langsung menarik dari penerbit. Sebaliknya, kamu harus menjual di pasar sekunder melalui bursa (untuk ORI) atau broker, dan harganya bisa lebih rendah dari nominal jika suku bunga pasar telah naik sejak pembelian. Risiko penurunan nilai ini adalah <strong>risiko pasar sekunder<\/strong> yang banyak investor pemula tidak tahu.<\/p>\n<p>Deposito, sebaliknya, bisa dicairkan sebelum jatuh tempo kapan saja\u2014tanpa perlu mencari pembeli. Pencairan awal biasanya dikenai penalti bunga (bank tidak membayar bunga jatuh tempo, atau membayar bunga terendah untuk tenor dipotong waktu pencairan). Sebagai contoh, jika kamu membuka deposito 1 tahun tapi mencairkan di bulan ke-6, bank hanya membayar bunga untuk 6 bulan, bukan 1 tahun penuh.<\/p>\n<p>Kesimpulannya: SBN ritel cocok jika kamu 100% yakin tidak perlu uang dalam periode tenor tersebut. Deposito cocok jika kamu butuh fleksibilitas akses tanpa khawatir risiko pasar sekunder.<\/p>\n<h2>Tenor dan Jangka Waktu Investasi<\/h2>\n<p>SBN ritel ORI umumnya diterbitkan dengan tenor 2, 5, 10, atau 20 tahun. Kamu harus memilih tenor yang sesuai dengan rencana keuangan jangka panjang. Tenor yang lebih panjang biasanya memberikan kupon yang lebih tinggi (misalnya ORI 20 tahun kupon 7%, ORI 2 tahun kupon 6%).<\/p>\n<p>Deposito bank lebih fleksibel: tersedia tenor 1, 3, 6, 12 bulan bahkan hingga 2 tahun. Tenor pendek cocok jika kamu baru membangun fonds tanpa tahu pasti kapan butuh uang. Setelah tenor berakhir, kamu bisa memutuskan membuka deposito baru atau beralih instrumen lain.<\/p>\n<h2>Skenario Nyata: Siapa Sebaiknya Pilih SBN Ritel, Siapa Pilih Deposito<\/h2>\n<p><strong>Skenario 1: Budi, 28 Tahun, Gaji Rp 6 Juta\/Bulan, Sudah Nikah, Merencanakan Cicilan Rumah dalam 5 Tahun<\/strong><\/p>\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula-body2.jpg\" alt=\"Sbn ritel vs deposito - ilustrasi 2\" style=\"width:100%;height:auto;border-radius:12px;margin:18px 0\" \/><\/figure>\n<p>Budi memiliki Rp 50 juta tabungan dan ingin menginvestasikan sebagian untuk persiapan KPR. Kolektibilitas kreditnya KOL 1 (lancar). Dalam 5 tahun ke depan, dia akan mencairkan dana ini untuk DP KPR. Keputusan: Budi lebih cocok beli ORI tenor 5 tahun dengan kupon ~6,5%. Alasannya:<\/p>\n<ul>\n<li>Dia tahu pasti kapan butuh uang (tahun kelima), jadi tidak perlu akses fleksibel.<\/li>\n<li>ORI 5 tahun memberikan kupon tetap 6,5%, jadi return terukur dan terjamin.<\/li>\n<li>Jika menjual di pasar sekunder sebelum 5 tahun (misalnya tahun ke-3 karena kebutuhan mendesak), dia bisa menerima loss jika suku bunga pasar naik\u2014tapi itu risiko yang terukur dan dia sudah tahu risikonya sejak awal.<\/li>\n<li>Return netto setelah pajak: Rp 50 juta \u00d7 6,5% \u00d7 90% (setelah pajak final 10%) = Rp 2.925.000 per tahun, atau Rp 14.625.000 untuk 5 tahun. Jauh lebih besar daripada deposito ~4,5% yang hasilnya hanya Rp 10.125.000 untuk 5 tahun.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Skenario 2: Siti, 35 Tahun, Gaji Rp 8 Juta\/Bulan, PNS, Belum Ada Dana Darurat Cukup<\/strong><\/p>\n<p>Siti memiliki Rp 30 juta dan masih merasa khawatir jika ada pengeluaran darurat (kesehatan keluarga, perbaikan rumah, dll). Kolektibilitas kreditnya KOL 1. Keputusan: Siti lebih cocok membuka deposito 3\u20136 bulan berkali-kali (ladder strategy) daripada SBN ritel jangka panjang. Alasannya:<\/p>\n<ul>\n<li>Dia butuh akses dana yang mudah dan cepat jika ada kebutuhan mendesak.<\/li>\n<li>Deposito 3 bulan atau 6 bulan memberikan kesempatan untuk mencairkan tanpa penalti setiap kali tenor berakhir, lalu membuka kembali dengan tenor baru.<\/li>\n<li>Meski bunga deposito lebih rendah (~4,5%), fleksibilitas akses jauh lebih berharga bagi situasinya daripada return 2% lebih tinggi dari ORI.<\/li>\n<li>Setelah dana darurat cukup (misalnya Rp 50 juta untuk 6 bulan gaji), Siti bisa pindahkan sebagian ke SBN ritel dengan tenor panjang.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Mitos vs Fakta yang Sering Disalahpahami<\/h2>\n<p><strong>Mitos 1: &#8220;SBN ritel tidak boleh dijual, harus ditahan sampai jatuh tempo.&#8221;<\/strong><br \/>Fakta: SBN ritel (khususnya ORI) CAN dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo melalui bursa. Kamu bisa mencairkan kapan saja, tapi harganya bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari nominal tergantung pergerakan suku bunga pasar. Mitos ini ada karena kebanyakan investor retail pemula tidak mengetahui atau tidak nyaman dengan mekanisme pasar sekunder, dan memang aman-aman saja menahan hingga jatuh tempo jika memang bisa menunggu.<\/p>\n<p><strong>Mitos 2: &#8220;Deposito tidak dikenai pajak, kupon SBN kena pajak jadi lebih rugi.&#8221;<\/strong><br \/>Fakta: Keduanya dikenai pajak final 10% atau 15% atas penghasilan bunga\/kupon. Perbedaan hanya pada nominal: SBN ritel memberikan lebih banyak penghasilan (karena kupon lebih tinggi), jadi nilai absolute pajaknya lebih besar, tetapi return NETTO SBN ritel tetap lebih tinggi daripada deposito. Banyak orang mengira deposit &#8220;bebas pajak&#8221; karena pihak bank tidak pernah menjelaskan dengan transparan, padahal pajak sudah dipotong sejak awal dari bunga yang diterima.<\/p>\n<p><strong>Mitos 3: &#8220;SBN ritel aman 100% karena diterbitkan negara, deposito ada risiko bank bangkrut.&#8221;<\/strong><br \/>Fakta: SBN ritel adalah utang negara, jadi risiko default-nya sangat rendah (negara Indonesia memiliki rating investment-grade). Deposito bank dijamin oleh LPS hingga Rp 2 miliar per rekening per bank\u2014jadi juga aman. Namun, risiko SBN ritel adalah pasar sekunder (jika harus jual sebelum jatuh tempo), sedangkan risiko deposito adalah suku bunga yang bisa turun. Keduanya aman dari default, tapi risiko likuiditasnya berbeda.<\/p>\n<h2>Saran Singkat: Mana yang Cocok untuk Pemula di 2026?<\/h2>\n<p>Jika kamu pemula dan belum punya dana darurat yang cukup, prioritaskan <strong>deposito dengan ladder strategy<\/strong>: buka 3-4 deposito 3-6 bulan di bank berbeda, sehingga setiap bulan ada yang jatuh tempo dan bisa dicairkan tanpa penalti jika butuh. Bunga sekarang ~4,5%, aman, dan fleksibel.<\/p>\n<p>Jika kamu sudah punya dana darurat minimal 6 bulan gaji dan tahu pasti tidak butuh uang dalam 2-5 tahun ke depan, <strong>alokasikan sebagian ke SBN ritel (ORI)<\/strong> untuk return yang lebih tinggi. Kamu bisa membandingkan dengan lebih detail melalui <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/perbandingan-bunga-deposito-tertinggi-2026\/\" data-wpel-link=\"internal\">perbandingan bunga deposito tertinggi 2026<\/a> di berbagai bank, lalu lihat ORI apa yang sedang diterbitkan Kementerian Keuangan.<\/p>\n<p>Kedua instrumen ini cocok dipadu: deposito untuk likuiditas jangka pendek, SBN ritel untuk return jangka panjang. Hindari pula membandingkan SBN ritel dengan produk berisiko tinggi seperti <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/reksa-dana-vs-deposito-mana-lebih-untung\/\" data-wpel-link=\"internal\">reksa dana saham<\/a> jika tujuanmu adalah keamanan dan return stabil\u2014ketiga instrumen punya profil risiko berbeda dan sebaiknya dipilih sesuai profil kamu.<\/p>\n<h2>Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n<ul>\n<li>\n<strong>Q: Apakah SBN ritel dan deposito bisa dicairkan kapan saja?<\/strong><br \/>\nA: Deposito bisa dicairkan kapan saja tapi mungkin kena penalti bunga jika sebelum jatuh tempo. SBN ritel bisa dijual di pasar sekunder, tapi nilainya fluktuatif. Jika ditahan hingga jatuh tempo, keduanya 100% aman tanpa penalti.\n<\/li>\n<li>\n<strong>Q: Mana yang lebih cocok untuk pemula yang tidak tahu soal pasar sekunder?<\/strong><br \/>\nA: Deposito lebih cocok untuk pemula karena sederhana dan tidak perlu tahu istilah pasar sekunder. Cukup buka, tunggu jatuh tempo, ambil uang plus bunga. Barrier masuknya lebih rendah.\n<\/li>\n<li>\n<strong>Q: Berapa minimum untuk beli SBN ritel dan buka deposito?<\/strong><br \/>\nA: SBN ritel (ORI) minimum Rp 1 juta per lot via bank persepsi atau Kementerian Keuangan. Deposito bank biasanya minimum Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta tergantung bank, tapi bank besar seperti BCA, BRI, Mandiri umumnya Rp 1 juta.\n<\/li>\n<li>\n<strong>Q: Apakah pajak 10% sama untuk semua orang?<\/strong><br \/>\nA: Untuk sebagian besar wajib pajak orang pribadi (non-karyawan), pajaknya 10%. Namun karyawan perusahaan atau PNS bisa ada pemotong pajak khusus (15% untuk karyawan sektor tertentu) tergantung penghasilan dan NPWP. Tanya ke bank atau akuntanku untuk detail.\n<\/li>\n<li>\n<strong>Q: Bisa gak cicilan di tengah-tengah tenor untuk ambil sebagian uang?<\/strong><br \/>\nA: Deposito bank tidak punya mekanisme pencairan partial (sebagian saja)\u2014either semuanya atau tidak sama sekali sebelum jatuh tempo. SBN ritel juga tidak bisa partial di pasar sekunder tanpa menjual seluruh lot. Kamu harus merencanakan jumlah dan tenor dengan hati-hati.\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk rujukan resmi dan informasi terbaru, kamu bisa cek langsung situs <a href=\"https:\/\/www.ojk.go.id\/\" rel=\"noopener external noreferrer\" target=\"_blank\" data-wpel-link=\"external\">Otoritas Jasa Keuangan<\/a>.<\/p>\n<hr \/>\n<h2>Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)<\/h2>\n<h3>Apakah SBN ritel dan deposito bisa dicairkan kapan saja?<\/h3>\n<p>Deposito bisa dicairkan kapan saja tapi mungkin kena penalti bunga jika sebelum jatuh tempo. SBN ritel bisa dijual di pasar sekunder, tapi nilainya fluktuatif. Jika ditahan hingga jatuh tempo, keduanya 100% aman tanpa penalti.<\/p>\n<h3>Mana yang lebih cocok untuk pemula yang tidak tahu soal pasar sekunder?<\/h3>\n<p>Deposito lebih cocok untuk pemula karena sederhana dan tidak perlu tahu istilah pasar sekunder. Cukup buka, tunggu jatuh tempo, ambil uang plus bunga. Barrier masuknya lebih rendah dan fleksibilitas akses lebih jelas.<\/p>\n<h3>Berapa minimum untuk beli SBN ritel dan buka deposito?<\/h3>\n<p>SBN ritel (ORI) minimum Rp 1 juta per lot via bank persepsi atau Kementerian Keuangan. Deposito bank biasanya minimum Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta tergantung bank, tapi bank besar seperti BCA, BRI, Mandiri umumnya Rp 1 juta ke atas.<\/p>\n<h3>Apakah pajak 10% sama untuk semua orang?<\/h3>\n<p>Untuk sebagian besar wajib pajak orang pribadi (non-karyawan), pajaknya 10%. Namun karyawan perusahaan atau PNS bisa ada pemotong pajak khusus (15% untuk karyawan sektor tertentu) sesuai UU Pajak Penghasilan No. 8 Tahun 1997. Tanya ke bank untuk detail.<\/p>\n<h3>Apakah saya bisa mencairkan sebagian uang sebelum tenor berakhir?<\/h3>\n<p>Deposito bank tidak punya mekanisme pencairan partial (sebagian saja)\u2014either semuanya atau tidak sama sekali sebelum jatuh tempo. SBN ritel juga tidak bisa partial tanpa menjual seluruh lot. Rencanakankan jumlah dan tenor dengan hati-hati.<\/p>\n<p><script type=\"application\/ld+json\">{\"@context\": \"https:\/\/schema.org\", \"@type\": \"FAQPage\", \"mainEntity\": [{\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Apakah SBN ritel dan deposito bisa dicairkan kapan saja?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"Deposito bisa dicairkan kapan saja tapi mungkin kena penalti bunga jika sebelum jatuh tempo. SBN ritel bisa dijual di pasar sekunder, tapi nilainya fluktuatif. Jika ditahan hingga jatuh tempo, keduanya 100% aman tanpa penalti.\"}}, {\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Mana yang lebih cocok untuk pemula yang tidak tahu soal pasar sekunder?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"Deposito lebih cocok untuk pemula karena sederhana dan tidak perlu tahu istilah pasar sekunder. Cukup buka, tunggu jatuh tempo, ambil uang plus bunga. Barrier masuknya lebih rendah dan fleksibilitas akses lebih jelas.\"}}, {\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Berapa minimum untuk beli SBN ritel dan buka deposito?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"SBN ritel (ORI) minimum Rp 1 juta per lot via bank persepsi atau Kementerian Keuangan. Deposito bank biasanya minimum Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta tergantung bank, tapi bank besar seperti BCA, BRI, Mandiri umumnya Rp 1 juta ke atas.\"}}, {\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Apakah pajak 10% sama untuk semua orang?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"Untuk sebagian besar wajib pajak orang pribadi (non-karyawan), pajaknya 10%. Namun karyawan perusahaan atau PNS bisa ada pemotong pajak khusus (15% untuk karyawan sektor tertentu) sesuai UU Pajak Penghasilan No. 8 Tahun 1997. Tanya ke bank untuk detail.\"}}, {\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Apakah saya bisa mencairkan sebagian uang sebelum tenor berakhir?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"Deposito bank tidak punya mekanisme pencairan partial (sebagian saja)\u2014either semuanya atau tidak sama sekali sebelum jatuh tempo. SBN ritel juga tidak bisa partial tanpa menjual seluruh lot. Rencanakankan jumlah dan tenor dengan hati-hati.\"}}]}<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SBN ritel dan deposito sama-sama dikenakan pajak final 10%, tetapi berbeda dalam mekanisme return dan likuiditas. SBN ritel seperti ORI<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":14589,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_yoast_wpseo_meta-robots-noindex":"","_yoast_wpseo_meta-robots-nofollow":"","_yoast_wpseo_canonical":"","_yoast_wpseo_opengraph-title":"","_yoast_wpseo_opengraph-description":"","_yoast_wpseo_twitter-title":"","_yoast_wpseo_twitter-description":"","footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-14592","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-investasi"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>SBN Ritel vs Deposito 2026: Perbandingan &amp; Pilihan Terbaik<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bandingkan SBN ritel (ORI\/SR) vs deposito bank: kupon tetap vs bunga fluktuatif, pajak final 10%, likuiditas, dan risiko. Contoh kalkulasi Rp 10 juta untuk.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"SBN Ritel vs Deposito 2026: Perbandingan &amp; Pilihan Terbaik\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bandingkan SBN ritel (ORI\/SR) vs deposito bank: kupon tetap vs bunga fluktuatif, pajak final 10%, likuiditas, dan risiko. Contoh kalkulasi Rp 10 juta untuk.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-21T04:40:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-21T04:40:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tim Skorlife\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tim Skorlife\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tim Skorlife\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4b6d35f5117026d6bf2a139c289e5c95\"},\"headline\":\"SBN Ritel vs Deposito: Mana Lebih Cocok untuk Pemula?\",\"datePublished\":\"2026-09-21T04:40:28+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-21T04:40:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/\"},\"wordCount\":1956,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula.jpg\",\"articleSection\":[\"Investasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/\",\"name\":\"SBN Ritel vs Deposito 2026: Perbandingan & Pilihan Terbaik\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-21T04:40:28+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-21T04:40:33+00:00\",\"description\":\"Bandingkan SBN ritel (ORI\\\/SR) vs deposito bank: kupon tetap vs bunga fluktuatif, pajak final 10%, likuiditas, dan risiko. Contoh kalkulasi Rp 10 juta untuk.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula.jpg\",\"width\":1280,\"height\":853,\"caption\":\"SBN Ritel vs Deposito: Mana Lebih Cocok untuk Pemula?\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Investasi\",\"item\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/category\\\/investasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"SBN Ritel vs Deposito: Mana Lebih Cocok untuk Pemula?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Skorlife\",\"description\":\"Mulai kejar mimpi-mimpimu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Skorlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/skorlife-logo-dark.svg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/skorlife-logo-dark.svg\",\"width\":140,\"height\":30,\"caption\":\"Skorlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/skorlife\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/SkorLifeID\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/skorlife\\\/about\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/skorlife.id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4b6d35f5117026d6bf2a139c289e5c95\",\"name\":\"Tim Skorlife\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tim Skorlife\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/author\\\/karan\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"SBN Ritel vs Deposito 2026: Perbandingan & Pilihan Terbaik","description":"Bandingkan SBN ritel (ORI\/SR) vs deposito bank: kupon tetap vs bunga fluktuatif, pajak final 10%, likuiditas, dan risiko. Contoh kalkulasi Rp 10 juta untuk.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"SBN Ritel vs Deposito 2026: Perbandingan & Pilihan Terbaik","og_description":"Bandingkan SBN ritel (ORI\/SR) vs deposito bank: kupon tetap vs bunga fluktuatif, pajak final 10%, likuiditas, dan risiko. Contoh kalkulasi Rp 10 juta untuk.","og_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/","og_site_name":"Skorlife","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","article_published_time":"2026-09-21T04:40:28+00:00","article_modified_time":"2026-09-21T04:40:33+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Tim Skorlife","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@SkorLifeID","twitter_site":"@SkorLifeID","twitter_misc":{"Written by":"Tim Skorlife","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/"},"author":{"name":"Tim Skorlife","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/4b6d35f5117026d6bf2a139c289e5c95"},"headline":"SBN Ritel vs Deposito: Mana Lebih Cocok untuk Pemula?","datePublished":"2026-09-21T04:40:28+00:00","dateModified":"2026-09-21T04:40:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/"},"wordCount":1956,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula.jpg","articleSection":["Investasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/","name":"SBN Ritel vs Deposito 2026: Perbandingan & Pilihan Terbaik","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula.jpg","datePublished":"2026-09-21T04:40:28+00:00","dateModified":"2026-09-21T04:40:33+00:00","description":"Bandingkan SBN ritel (ORI\/SR) vs deposito bank: kupon tetap vs bunga fluktuatif, pajak final 10%, likuiditas, dan risiko. Contoh kalkulasi Rp 10 juta untuk.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/#primaryimage","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula.jpg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula.jpg","width":1280,"height":853,"caption":"SBN Ritel vs Deposito: Mana Lebih Cocok untuk Pemula?"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Investasi","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/category\/investasi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"SBN Ritel vs Deposito: Mana Lebih Cocok untuk Pemula?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","name":"Skorlife","description":"Mulai kejar mimpi-mimpimu","publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization","name":"Skorlife","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","width":140,"height":30,"caption":"Skorlife"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","https:\/\/x.com\/SkorLifeID","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/skorlife\/about\/","https:\/\/www.instagram.com\/skorlife.id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/4b6d35f5117026d6bf2a139c289e5c95","name":"Tim Skorlife","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tim Skorlife"},"url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/author\/karan\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-sbn-ritel-vs-deposito-mana-lebih-cocok-untuk-pemula.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14592","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14592"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14592\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14594,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14592\/revisions\/14594"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14592"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14592"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14592"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}