{"id":14703,"date":"2026-09-28T16:58:48","date_gmt":"2026-09-28T09:58:48","guid":{"rendered":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/uncategorized\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/"},"modified":"2026-09-28T16:58:53","modified_gmt":"2026-09-28T09:58:53","slug":"ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/","title":{"rendered":"FTSE Indonesia: Panduan Investor Pemula 2026"},"content":{"rendered":"<p><!-- fs-anchor 2026-09-28 --><\/p>\n<p class=\"fs-lead\">FTSE Indonesia adalah indeks saham yang mengukur kinerja 45 saham terbesar dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar free-float. Indeks ini diluncurkan sejak 1996 melalui kerja sama FTSE Group dengan BEI dan KSEI, menjadi acuan utama investor institusional dan manajer investasi dalam menilai kesehatan pasar modal Indonesia. Dengan memahami komposisi dan cara kerja indeks ini, investor pemula dapat mengukur performa pasar tanpa harus menganalisis ribuan saham secara individual.<\/p>\n<p>FTSE Indonesia adalah indeks saham tertimbang kapitalisasi pasar yang diluncurkan oleh FTSE Group (Financial Times Stock Exchange) bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Indeks ini menjadi acuan utama investor dalam mengukur kesehatan pasar modal Indonesia tanpa perlu menganalisis ribuan saham secara individual. Jika kamu tertarik berinvestasi di pasar modal tetapi merasa kewalahan dengan banyaknya pilihan saham, memahami FTSE Indonesia adalah langkah pertama yang tepat.<\/p>\n<div class=\"aio-answer-block\" style=\"background:#f7f8fa;padding:1rem 1.25rem;border-left:4px solid #1e6091;border-radius:0.25rem;margin:1rem 0;\">\n<p><strong>Jawaban singkat:<\/strong> FTSE Indonesia adalah indeks saham yang dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini menggunakan metode free-float, di mana hanya saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik yang dihitung, bukan seluruh saham beredar. Indeks ini menjadi acuan kinerja pasar modal Indonesia.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"skor-app-cta\" style=\"background:#e8f4fb;border-left:4px solid #0674ff;padding:1rem 1.25rem;border-radius:0.25rem;margin:1rem 0;\">\n<p><strong>Financial wellness dimulai dari tahu skor kredit kamu. Cek gratis di aplikasi Skorlife.<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.skorlife.score&#038;utm_source=blog-cta&#038;utm_medium=aio-block&#038;utm_campaign=ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\">\ud83d\udcf1 Unduh di Play Store<\/a> \u00b7 <a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/skorlife\/id1643472756?utm_source=blog-cta&#038;utm_medium=aio-block&#038;utm_campaign=ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\">\ud83c\udf4e Unduh di App Store<\/a><\/p>\n<\/div>\n<h2>Apa Itu FTSE Indonesia dan Bagaimana Cara Kerjanya?<\/h2>\n<p>FTSE Indonesia adalah indeks saham yang mengukur kinerja 45 saham terbesar dan paling likuid di BEI berdasarkan kapitalisasi pasar. Indeks ini didirikan pada tahun 1996 dan menjadi salah satu tolok ukur utama pasar modal Indonesia. Setiap hari, nilai FTSE Indonesia berfluktuasi sesuai dengan pergerakan harga saham-saham komponen penyusunnya.<\/p>\n<p>Yang membedakan FTSE Indonesia dari indeks lainnya adalah penggunaan metode <strong>free-float kapitalisasi pasar<\/strong>. Artinya, indeks ini hanya menghitung saham yang benar-benar dapat diperdagangkan oleh publik, bukan seluruh saham beredar perusahaan. Jika sebuah perusahaan memiliki saham yang dipegang oleh pemegang saham pengendali (founder atau keluarga) sebesar 60%, maka hanya 40% saham yang dihitung dalam indeks. Metode ini mencerminkan likuiditas pasar yang sesungguhnya dan membuat indeks lebih representatif terhadap sentimen investor aktual.<\/p>\n<p>Menurut regulasi OJK terkait penyelenggaraan bursa efek (PBI 8\/1997 jo POJK 22\/2020 tentang Kegiatan Usaha Bursa Efek), indeks saham harus dikelola dengan transparansi penuh dan diaudit secara berkala. FTSE Indonesia dipublikasikan setiap hari kerja dan menjadi acuan resmi bagi manajer investasi, dana pensiun, dan investor institusional dalam menyusun strategi portofolio mereka.<\/p>\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026-body1.jpg\" alt=\"Ftse indonesia indeks saham - ilustrasi 1\" style=\"width:100%;height:auto;border-radius:12px;margin:18px 0\" \/><\/figure>\n<h2>Apa Saja Saham Komponen Penyusun FTSE Indonesia?<\/h2>\n<p>FTSE Indonesia terdiri dari 45 saham terbesar yang dipilih berdasarkan kriteria ketat: kapitalisasi pasar, volume perdagangan, usia listing, dan kelayakan finansial. Beberapa nama besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) adalah anggota tetap dalam indeks ini. Perusahaan dari sektor perbankan, retail, energi, dan telekomunikasi mendominasi komposisi indeks.<\/p>\n<p>Pembaruan komposisi FTSE Indonesia dilakukan secara berkala (biasanya setiap enam bulan) untuk memastikan saham-saham yang termasuk tetap memenuhi kriteria likuiditas dan kapitalisasi. Jika sebuah perusahaan mengalami penurunan signifikan dalam kapitalisasi atau volume, perusahaan tersebut dapat dikeluarkan dan digantikan oleh saham lain yang memenuhi syarat. Transparansi dalam pemilihan komponen ini dijaga oleh FTSE Group dan diaudit oleh otoritas pasar.<\/p>\n<h2>Bagaimana Cara Berinvestasi di FTSE Indonesia?<\/h2>\n<p>Berbeda dengan saham individual, kamu tidak dapat membeli FTSE Indonesia secara langsung karena indeks ini adalah rata-rata harga, bukan produk investasi. Akan tetapi, ada tiga cara untuk mendapatkan eksposur ke FTSE Indonesia:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Reksa Dana Saham Indeks:<\/strong> Membeli reksa dana yang melacak (tracking) FTSE Indonesia. Manajer investasi akan membeli semua (atau sebagian besar) komponen saham FTSE dengan proporsi yang sama, sehingga kinerja reksa dana mengikuti indeks. Biaya manajemen reksa dana indeks biasanya lebih rendah (0,5\u20131,5% per tahun) dibandingkan reksa dana aktif.<\/li>\n<li><strong>Exchange Traded Fund (ETF) Indeks:<\/strong> Produk mirip reksa dana tetapi diperdagangkan di bursa seperti saham biasa. ETF indeks FTSE Indonesia dapat dibeli dan dijual melalui akun sekuritas kamu dengan biaya transaksi sesuai komisi broker (biasanya 0,1\u20130,15% dari nilai transaksi).<\/li>\n<li><strong>Membeli Saham-Saham Komponen Secara Manual:<\/strong> Kamu dapat membeli saham-saham individual yang termasuk dalam FTSE Indonesia dan menyusun portofolio sendiri. Pendekatan ini memberikan kontrol penuh tetapi memerlukan riset mendalam dan disiplin dalam rebalancing portofolio.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Skenario Nyata: Bagaimana Tiga Investor Berbeda Memilih Strategi FTSE?<\/h2>\n<p>Strategi berinvestasi FTSE Indonesia tidak ada satu ukuran yang pas untuk semua orang. Berikut tiga skenario konkret yang menunjukkan bagaimana kondisi finansial dan tujuan berbeda memerlukan pendekatan berbeda:<\/p>\n<table border=\"1\" cellpadding=\"10\">\n<tr>\n<th>Profil Investor<\/th>\n<th>Situasi Finansial<\/th>\n<th>Strategi yang Cocok<\/th>\n<th>Alasan<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Budi, Karyawan Muda (KOL 1\u20132)<\/strong><\/td>\n<td>Gaji Rp 8 juta\/bulan, dana darurat sudah mencukup 6 bulan, bebas utang, baru mau mulai investasi<\/td>\n<td>Reksa Dana Indeks FTSE (Rp 500 ribu\u20131 juta\/bulan)<\/td>\n<td>Biaya rendah, tidak perlu keahlian teknis, bisa mulai dengan dana kecil. Rekomendasi: mulai reksa dana indeks dulu sebelum ETF karena perlu akun sekuritas tambahan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Siti, Profesional Berpengalaman (KOL 1\u20132)<\/strong><\/td>\n<td>Gaji Rp 25 juta\/bulan, sudah punya portofolio saham individual senilai Rp 500 juta, ingin diversifikasi lebih lanjut<\/td>\n<td>ETF Indeks FTSE (Rp 10\u201350 juta\/transaksi, minimal 2\u20133 transaksi\/tahun)<\/td>\n<td>Fleksibilitas waktu perdagangan lebih tinggi dibanding reksa dana, biaya transaksi kompetitif, cocok untuk investor yang sudah memiliki akun sekuritas aktif.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Eka, Investor Aktif Mencari Alpha (KOL 2\u20133)<\/strong><\/td>\n<td>Gaji Rp 40 juta\/bulan, portofolio saham individual Rp 2 miliar, mengerti analisis fundamental, punya waktu untuk riset<\/td>\n<td>Kombinasi: 40% di Reksa Dana Indeks, 60% membeli saham FTSE individual pilihan dengan overweight sektor favorit<\/td>\n<td>Mengambil keuntungan dari diversifikasi indeks untuk core position, sambil mengalokasikan sebagian untuk opportunistic picks. Rekomendasi: hindari timing market karena riset menunjukkan investor retail sering salah timing; gunakan dollar-cost averaging.<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>Dari tiga skenario di atas, kami lebih merekomendasikan opsi Budi dan Siti daripada Eka <strong>untuk mayoritas investor<\/strong>. Alasannya: penelitian empiris menunjukkan 80\u201390% investor retail tidak berhasil mengalahkan indeks dalam jangka panjang (lebih dari 5 tahun) karena biaya transaksi, pajak, dan emosi mengambil keputusan yang buruk. Meskipun Eka memiliki pengetahuan lebih, kemungkinan portofolio aktifnya melampaui FTSE Indonesia justru lebih kecil daripada yang disangka. Oleh karena itu, mulai dengan indeks terlebih dahulu adalah strategi yang lebih rasional sebelum beralih ke pemilihan saham aktif.<\/p>\n<h2>Mitos vs Fakta: Apa yang Banyak Dipahami Salah tentang FTSE Indonesia?<\/h2>\n<p><strong>Mitos 1: FTSE Indonesia sama dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)<\/strong><\/p>\n<p>Banyak pemula mengira FTSE Indonesia dan IHSG adalah hal yang sama. Padahal keduanya berbeda. IHSG mencakup <strong>semua<\/strong> saham yang terdaftar di BEI (lebih dari 850 saham), sementara FTSE Indonesia hanya mencakup 45 saham terbesar dan paling likuid. IHSG menggunakan metode perhitungan berbeda dan sering kali pergerakannya dipengaruhi oleh saham-saham kecil yang memiliki likuiditas rendah. FTSE Indonesia, dengan komponen lebih sedikit dan lebih liquid, sering memberikan gambaran lebih akurat tentang bagaimana investor institusional besar bergerak. Ini karena manajer investasi, dana pensiun, dan investor asing biasanya fokus pada saham-saham besar dengan likuiditas tinggi.<\/p>\n<p><strong>Mitos 2: Investasi di FTSE Indonesia dijamin untung karena itu indeks resmi<\/strong><\/p>\n<p>Indeks yang resmi atau tidak, tetap saja nilai investasi bisa naik atau turun. FTSE Indonesia bukanlah jaminan keuntungan melainkan sekadar alat ukur. Saham-saham dalam FTSE Indonesia juga berisiko mengalami penurunan nilai jika kondisi ekonomi memburuk, suku bunga naik, atau terjadi krisis global. Investor yang membeli di puncak pasar pada 2021 baru mengalami keuntungan signifikan pada 2024\u20132026 setelah melalui volatilitas tinggi. Oleh karena itu, investasi FTSE Indonesia cocok untuk tujuan jangka panjang (minimal 5\u201310 tahun), bukan untuk keuntungan cepat.<\/p>\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026-body2.jpg\" alt=\"Ftse indonesia indeks saham - ilustrasi 2\" style=\"width:100%;height:auto;border-radius:12px;margin:18px 0\" \/><\/figure>\n<h2>Perbandingan: Mana Lebih Baik untuk Pemula \u2013 Reksa Dana Indeks vs ETF vs Saham Individual?<\/h2>\n<p>Ketiga opsi investasi FTSE memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut tabel perbandingan yang akan membantu kamu memilih:<\/p>\n<table border=\"1\" cellpadding=\"10\">\n<tr>\n<th>Aspek<\/th>\n<th>Reksa Dana Indeks FTSE<\/th>\n<th>ETF Indeks FTSE<\/th>\n<th>Saham Individual FTSE<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Minimum Investasi<\/strong><\/td>\n<td>Rp 100 ribu\u2013500 ribu (tergantung manajer investasi)<\/td>\n<td>Rp 1\u201310 juta (satu unit ETF \u00d7 harga saham)<\/td>\n<td>Rp 500 ribu\u20135 juta (satu lot saham \u00d7 harga)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Biaya Tahunan<\/strong><\/td>\n<td>0,5\u20131,5% (biaya manajemen)<\/td>\n<td>0,3\u20130,8% (expense ratio) + biaya transaksi<\/td>\n<td>Rp 0 (tidak ada biaya manajemen, hanya komisi broker 0,1\u20130,15% per transaksi)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Kemudahan Pembelian<\/strong><\/td>\n<td>Mudah, melalui aplikasi banking atau fintech investasi<\/td>\n<td>Sedang, perlu akun sekuritas terpisah<\/td>\n<td>Sedang, perlu akun sekuritas<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Fleksibilitas Waktu Jual<\/strong><\/td>\n<td>Rendah, dijual hanya pada akhir hari bursa<\/td>\n<td>Tinggi, dapat dijual kapan saja selama jam bursa<\/td>\n<td>Tinggi, dapat dijual kapan saja selama jam bursa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Cocok Untuk<\/strong><\/td>\n<td>Pemula, investor konservatif, automatic investing<\/td>\n<td>Investor dengan pengalaman menengah, yang ingin fleksibilitas<\/td>\n<td>Investor aktif, yang ingin kontrol penuh dan mencari peluang undervalued<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p><strong>Rekomendasi kami untuk pemula:<\/strong> Mulai dengan reksa dana indeks FTSE. Alasannya jelas: biaya transparan, mudah dimulai dengan dana kecil, dan kamu tidak perlu membuka akun sekuritas terpisah yang rumit. Setelah kamu merasa nyaman dan portofolio mencapai Rp 10 juta, barulah pertimbangkan untuk beralih ke ETF atau saham individual jika memang ingin lebih fleksibel. Lebih baik memulai sederhana dan konsisten, daripada mulai rumit dan menyerah setelah beberapa bulan.<\/p>\n<h2>Pertanyaan Umum Seputar FTSE Indonesia<\/h2>\n<p><strong>Apakah FTSE Indonesia cocok untuk investasi jangka pendek (kurang dari 1 tahun)?<\/strong> Tidak sangat cocok. Indeks saham umumnya lebih stabil untuk jangka panjang; dalam jangka pendek, volatilitas bisa tinggi dan kamu berisiko menjual dengan rugi jika mengalami panic selling. Investasi FTSE Indonesia lebih cocok untuk jangka panjang, minimal 5 tahun. Untuk kebutuhan uang dalam 1 tahun, lebih baik gunakan tabungan atau instrumen pasar uang seperti deposito atau obligasi jangka pendek.<\/p>\n<p><strong>Bisakah saya mencairkan investasi FTSE Indonesia kapan saja?<\/strong> Ya, bisa. Jika kamu investasi melalui reksa dana, kamu dapat mencairkan dana dalam 1\u20133 hari kerja setelah permintaan. Jika melalui ETF atau saham individual, kamu dapat menjual di pasar intraday dengan perubahan harga real-time. Tidak ada denda atau penalti pencairan awal, tetapi kamu akan menerima uang sesuai harga pasar saat itu (bisa untung atau rugi).<\/p>\n<p><strong>Apa risiko utama investasi di FTSE Indonesia?<\/strong> Risiko pasar (market risk): jika ekonomi Indonesia melambat, indeks dapat turun 20\u201340% atau lebih. Risiko geopolitik: krisis global atau kebijakan besar dapat membuat investor asing menarik dana mereka. Risiko likuiditas: meskipun 45 saham komponen FTSE adalah saham paling likuid, pada kondisi panik, likuiditas dapat menghilang. Untuk memitigasi risiko, diversifikasi aset kamu (jangan hanya saham), punya dana darurat, dan investasi dengan perspektif jangka panjang (5+ tahun).<\/p>\n<p><strong>Apakah ada pajak yang harus saya bayar dari keuntungan investasi FTSE Indonesia?<\/strong> Ya. Pajak penghasilan (PPh) atas keuntungan atau dividen saham adalah tanggung jawab investor. Untuk saham individual atau ETF, pajak PPh 10% dikenakan pada dividen dan keuntungan realisasi (jika dijual dengan harga lebih tinggi dari pembelian). Untuk reksa dana, pajak ditanggung secara otomatis oleh manajer investasi sebesar 10% dari dividen, dan sisanya menjadi tanggung jawab pemegang saham. Konsultasi dengan akuntan atau aplikasi pajak untuk perhitungan yang tepat.<\/p>\n<p><strong>Apakah performa FTSE Indonesia di 2026 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya?<\/strong> Performa FTSE Indonesia selalu bergantung pada kondisi ekonomi global dan lokal, kebijakan pemerintah, dan sentimen pasar. Pada tahun 2024\u20132026, indeks mengalami koreksi dan pemulihan berkala seiring dengan perubahan suku bunga BI dan ekspektasi inflasi. Untuk mengetahui performa terkini, pantau website BEI resmi atau aplikasi investasi kamu; jangan hanya bergantung pada berita media massa yang sering sensasional.<\/p>\n<h2>Kesimpulan: Kapan Kamu Harus Mulai Investasi di FTSE Indonesia?<\/h2>\n<p>FTSE Indonesia adalah alat investasi yang sangat berguna untuk membangun kekayaan jangka panjang. Jika kamu sudah memiliki dana darurat yang mencukup (3\u20136 bulan pengeluaran), bebas dari utang konsumtif (kartu kredit, paylater), dan memiliki horizon investasi minimal 5 tahun, maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai. Jangan menunggu sampai pasar turun atau sampai kamu punya jutaan rupiah; mulai saja dengan Rp 100 ribu\u2013500 ribu setiap bulan melalui reksa dana indeks. Konsistensi dan waktu adalah dua faktor terbesar yang membuat investasi di FTSE Indonesia berhasil, bukan timing atau keberuntungan. Pantau juga kesehatan finansial pribadi kamu secara menyeluruh dengan <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/\" data-wpel-link=\"external\" target=\"_blank\" rel=\"external noopener noreferrer\">Skorlife<\/a> untuk memastikan skor kredit tetap baik, karena investasi yang sehat dimulai dari manajemen utang dan cash flow yang sehat.<\/p>\n<p>Untuk rujukan resmi dan informasi terbaru, kamu bisa cek langsung situs <a href=\"https:\/\/www.ojk.go.id\/\" rel=\"noopener external noreferrer\" target=\"_blank\" data-wpel-link=\"external\">Otoritas Jasa Keuangan<\/a>.<\/p>\n<hr \/>\n<h2>Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)<\/h2>\n<h3>Apa perbedaan FTSE Indonesia dengan IHSG?<\/h3>\n<p>FTSE Indonesia mencakup 45 saham terbesar dan paling likuid, sementara IHSG mencakup semua saham di BEI (850+). FTSE menggunakan free-float kapitalisasi pasar dan lebih representatif untuk investor institusional; IHSG lebih luas tetapi lebih terpengaruh saham-saham kecil dengan likuiditas rendah.<\/p>\n<h3>Berapa biaya yang diperlukan untuk memulai investasi FTSE Indonesia?<\/h3>\n<p>Untuk reksa dana indeks, biaya awal hanya Rp 100 ribu\u2013500 ribu dengan biaya manajemen 0,5\u20131,5% per tahun. Untuk ETF, minimum investasi Rp 1\u201310 juta per transaksi dengan expense ratio 0,3\u20130,8% plus komisi broker 0,1\u20130,15%.<\/p>\n<h3>Apakah investasi FTSE Indonesia aman untuk pemula?<\/h3>\n<p>Relatif aman karena terdiri dari 45 perusahaan besar dan stabil. Namun, tetap ada risiko pasar; nilai dapat naik turun 10\u201340% dalam setahun. Cocok untuk tujuan jangka panjang (5+ tahun), bukan investasi jangka pendek.<\/p>\n<h3>Bagaimana cara memilih antara reksa dana indeks, ETF, dan saham individual?<\/h3>\n<p>Pemula disarankan mulai dengan reksa dana indeks (mudah, biaya rendah). Setelah portofolio Rp 10 juta+, coba ETF untuk fleksibilitas jual-beli. Saham individual cocok untuk investor aktif dengan pengalaman riset mendalam.<\/p>\n<h3>Apakah ada pajak atas keuntungan investasi FTSE Indonesia?<\/h3>\n<p>Ya, PPh 10% dikenakan pada dividen dan keuntungan realisasi (jika dijual dengan harga lebih tinggi). Untuk reksa dana, pajak dividen ditanggung otomatis manajer investasi; untuk saham dan ETF, kamu bertanggung jawab melaporkan ke pajak.<\/p>\n<p><script type=\"application\/ld+json\">{\"@context\": \"https:\/\/schema.org\", \"@type\": \"FAQPage\", \"mainEntity\": [{\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Apa perbedaan FTSE Indonesia dengan IHSG?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"FTSE Indonesia mencakup 45 saham terbesar dan paling likuid, sementara IHSG mencakup semua saham di BEI (850+). FTSE menggunakan free-float kapitalisasi pasar dan lebih representatif untuk investor institusional; IHSG lebih luas tetapi lebih terpengaruh saham-saham kecil dengan likuiditas rendah.\"}}, {\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Berapa biaya yang diperlukan untuk memulai investasi FTSE Indonesia?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"Untuk reksa dana indeks, biaya awal hanya Rp 100 ribu\u2013500 ribu dengan biaya manajemen 0,5\u20131,5% per tahun. Untuk ETF, minimum investasi Rp 1\u201310 juta per transaksi dengan expense ratio 0,3\u20130,8% plus komisi broker 0,1\u20130,15%.\"}}, {\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Apakah investasi FTSE Indonesia aman untuk pemula?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"Relatif aman karena terdiri dari 45 perusahaan besar dan stabil. Namun, tetap ada risiko pasar; nilai dapat naik turun 10\u201340% dalam setahun. Cocok untuk tujuan jangka panjang (5+ tahun), bukan investasi jangka pendek.\"}}, {\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Bagaimana cara memilih antara reksa dana indeks, ETF, dan saham individual?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"Pemula disarankan mulai dengan reksa dana indeks (mudah, biaya rendah). Setelah portofolio Rp 10 juta+, coba ETF untuk fleksibilitas jual-beli. Saham individual cocok untuk investor aktif dengan pengalaman riset mendalam.\"}}, {\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Apakah ada pajak atas keuntungan investasi FTSE Indonesia?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"Ya, PPh 10% dikenakan pada dividen dan keuntungan realisasi (jika dijual dengan harga lebih tinggi). Untuk reksa dana, pajak dividen ditanggung otomatis manajer investasi; untuk saham dan ETF, kamu bertanggung jawab melaporkan ke pajak.\"}}]}<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FTSE Indonesia adalah indeks saham yang mengukur kinerja 45 saham terbesar dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia berdasarkan kapitalisasi<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":14700,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_yoast_wpseo_meta-robots-noindex":"","_yoast_wpseo_meta-robots-nofollow":"","_yoast_wpseo_canonical":"","_yoast_wpseo_opengraph-title":"","_yoast_wpseo_opengraph-description":"","_yoast_wpseo_twitter-title":"","_yoast_wpseo_twitter-description":"","footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-14703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-investasi"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>FTSE Indonesia: Indeks Saham &amp; Cara Berinvestasi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"FTSE Indonesia adalah indeks saham tertimbang kapitalisasi pasar. Pelajari komposisi, cara investasi, dan strategi untuk pemula di 2026.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"FTSE Indonesia: Indeks Saham &amp; Cara Berinvestasi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"FTSE Indonesia adalah indeks saham tertimbang kapitalisasi pasar. Pelajari komposisi, cara investasi, dan strategi untuk pemula di 2026.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-28T09:58:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-28T09:58:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tim Skorlife\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tim Skorlife\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tim Skorlife\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4b6d35f5117026d6bf2a139c289e5c95\"},\"headline\":\"FTSE Indonesia: Panduan Investor Pemula 2026\",\"datePublished\":\"2026-09-28T09:58:48+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-28T09:58:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/\"},\"wordCount\":2053,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026.jpg\",\"articleSection\":[\"Investasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/\",\"name\":\"FTSE Indonesia: Indeks Saham & Cara Berinvestasi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-28T09:58:48+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-28T09:58:53+00:00\",\"description\":\"FTSE Indonesia adalah indeks saham tertimbang kapitalisasi pasar. Pelajari komposisi, cara investasi, dan strategi untuk pemula di 2026.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026.jpg\",\"width\":1280,\"height\":853,\"caption\":\"FTSE Indonesia: Panduan Investor Pemula 2026\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/investasi\\\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Investasi\",\"item\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/category\\\/investasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"FTSE Indonesia: Panduan Investor Pemula 2026\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Skorlife\",\"description\":\"Mulai kejar mimpi-mimpimu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Skorlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/skorlife-logo-dark.svg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/skorlife-logo-dark.svg\",\"width\":140,\"height\":30,\"caption\":\"Skorlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/skorlife\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/SkorLifeID\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/skorlife\\\/about\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/skorlife.id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4b6d35f5117026d6bf2a139c289e5c95\",\"name\":\"Tim Skorlife\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tim Skorlife\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/author\\\/karan\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"FTSE Indonesia: Indeks Saham & Cara Berinvestasi","description":"FTSE Indonesia adalah indeks saham tertimbang kapitalisasi pasar. Pelajari komposisi, cara investasi, dan strategi untuk pemula di 2026.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"FTSE Indonesia: Indeks Saham & Cara Berinvestasi","og_description":"FTSE Indonesia adalah indeks saham tertimbang kapitalisasi pasar. Pelajari komposisi, cara investasi, dan strategi untuk pemula di 2026.","og_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/","og_site_name":"Skorlife","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","article_published_time":"2026-09-28T09:58:48+00:00","article_modified_time":"2026-09-28T09:58:53+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Tim Skorlife","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@SkorLifeID","twitter_site":"@SkorLifeID","twitter_misc":{"Written by":"Tim Skorlife","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/"},"author":{"name":"Tim Skorlife","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/4b6d35f5117026d6bf2a139c289e5c95"},"headline":"FTSE Indonesia: Panduan Investor Pemula 2026","datePublished":"2026-09-28T09:58:48+00:00","dateModified":"2026-09-28T09:58:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/"},"wordCount":2053,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026.jpg","articleSection":["Investasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/","name":"FTSE Indonesia: Indeks Saham & Cara Berinvestasi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026.jpg","datePublished":"2026-09-28T09:58:48+00:00","dateModified":"2026-09-28T09:58:53+00:00","description":"FTSE Indonesia adalah indeks saham tertimbang kapitalisasi pasar. Pelajari komposisi, cara investasi, dan strategi untuk pemula di 2026.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/#primaryimage","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026.jpg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026.jpg","width":1280,"height":853,"caption":"FTSE Indonesia: Panduan Investor Pemula 2026"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Investasi","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/category\/investasi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"FTSE Indonesia: Panduan Investor Pemula 2026"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","name":"Skorlife","description":"Mulai kejar mimpi-mimpimu","publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization","name":"Skorlife","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","width":140,"height":30,"caption":"Skorlife"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","https:\/\/x.com\/SkorLifeID","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/skorlife\/about\/","https:\/\/www.instagram.com\/skorlife.id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/4b6d35f5117026d6bf2a139c289e5c95","name":"Tim Skorlife","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/173af79fa6ec77ade880df6447e71d3d87780fffccf36f455639865461244e18?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tim Skorlife"},"url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/author\/karan\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/engine-ftse-indonesia-panduan-investor-pemula-2026.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14703"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14705,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14703\/revisions\/14705"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}