{"id":2039,"date":"2025-10-30T20:30:51","date_gmt":"2025-10-30T13:30:51","guid":{"rendered":"http:\/\/34.101.166.12\/blog\/?p=2039"},"modified":"2025-10-31T11:37:01","modified_gmt":"2025-10-31T04:37:01","slug":"apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/","title":{"rendered":"Apa itu Loss Aversion? Begini Cara Menghindarinya!"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kenali arti loss aversion, contoh, dan cara menghindarinya agar tak takut rugi berlebihan dalam mengambil keputusan finansial.<\/span><\/em><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang pasti pernah menghadapi dilema antara \u201cmain aman\u201d atau \u201cambil risiko demi peluang lebih besar\u201d. Menariknya, kebanyakan dari kita cenderung memilih opsi yang terasa paling aman, meski artinya harus melepas potensi keuntungan lebih tinggi. Hal ini dikenal juga sebagau loss aversion, kecenderungan alami manusia untuk lebih takut kehilangan daripada semangat mendapatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena psikologis ini sudah lama menjadi perhatian para ahli keuangan dan perilaku, karena bisa memengaruhi banyak keputusan penting dalam hidup, dari cara kita berinvestasi, menabung, hingga berani atau tidaknya mengajukan kredit.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-hedging-dalam-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\">Mengenal Hedging, Strategi Lindung Nilai dalam Dunia Keuangan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa Itu Loss Aversion?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara sederhana, <\/span><b>loss aversion<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kecenderungan manusia untuk merasakan kerugian dua kali lebih kuat dibandingkan rasa senang karena mendapatkan keuntungan setara. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh <\/span><b>Daniel Kahneman dan Amos Tversky<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> melalui Prospect Theory, yang menjelaskan bagaimana manusia sering kali membuat keputusan secara emosional, bukan rasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, seseorang mungkin lebih memilih menaruh uangnya di tabungan dengan bunga rendah daripada investasi reksa dana, hanya karena takut rugi. Padahal, kalau dilihat dari potensi pertumbuhan jangka panjang, keputusan itu justru bisa menghambat peningkatan kekayaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini nggak cuma berlaku di dunia investasi. Loss aversion bisa mempengaruhi banyak aspek hidup seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menunda pindah kerja karena takut gagal di tempat baru,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Enggan menjual aset yang nilainya turun, berharap akan \u201cbalik modal\u201d,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Atau bahkan menunda keputusan besar seperti membeli rumah atau kendaraan karena takut salah langkah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_9026\" class=\"wp-caption aligncenter\" ><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9026\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Loss-Aversion-Freepik.jpg\" alt=\"Loss Aversion \" width=\"800\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Loss-Aversion-Freepik.jpg 800w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Loss-Aversion-Freepik-300x150.jpg 300w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Loss-Aversion-Freepik-768x384.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Sumber gambar: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa Loss Aversion Bisa Berbahaya?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di satu sisi, rasa takut rugi itu alami dan kadang justru melindungi kita agar tidak sembrono. Tapi kalau berlebihan, loss aversion bisa jadi jebakan psikologis yang membuat kamu stagnan secara finansial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa dampak nyata dari loss aversion antara lain:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Melewatkan peluang investasi yang menguntungkan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena terlalu fokus pada potensi rugi, kamu malah nggak berani ambil peluang dengan potensi return tinggi. Akibatnya, dana kamu \u201cnganggur\u201d serta nilainya tergerus inflasi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Terlalu lama memegang aset yang merugi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak investor terjebak karena enggan mengakui kerugian. Padahal, keputusan terbaik kadang adalah cut loss dan pindah ke instrumen lebih potensial.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Mengambil keputusan emosional<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat harga turun, kamu panik. Saat naik, kamu euforia. Akibatnya, keputusan keuangan jadi tidak rasional, lebih banyak berdasarkan perasaan ketimbang strategi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Sulit mencapai tujuan jangka panjang<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan terlalu defensif terhadap risiko, kamu bisa kehilangan momentum untuk tumbuh. Dalam jangka panjang, ini membuat pencapaian finansial kamu tertahan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kartu-kredit\/pengertian-liabilities\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\">Pengertian Liabilities dan Jenis-Jenis Kewajiban dalam Keuangan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Menghindari Loss Aversion dan Mengelola Risiko dengan Cerdas<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tenang, loss aversion bisa dikendalikan. Berikut beberapa langkah praktis untuk menghindari bias psikologis ini serta membuat keputusan keuangan secara lebih objektif.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Ubah Sudut Pandang: Fokus pada Potensi Keuntungan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya kita terlalu fokus pada risiko rugi, padahal hal lebih penting adalah melihat potensi hasil positifnya. Misalnya, daripada berpikir \u201cnanti rugi kalau harga saham turun\u201d, ubah jadi \u201ckalau saham ini naik, return-nya bisa 10-12% per tahun\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan fokus pada peluang, otakmu jadi lebih terbuka untuk mengambil keputusan berdasarkan data, bukan rasa takut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Buat Skenario \u201cTerburuk\u201d dan \u201cTerbaik\u201d<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba pikirkan: kalau investasi ini gagal, seberapa parah dampaknya ke keuanganmu? Kalau berhasil, seberapa besar hasil yang didapat?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menyiapkan dua skenario, kamu akan punya perspektif lebih seimbang. Misalnya, kalau risikonya masih bisa ditanggung tanpa mengganggu kebutuhan pokok, berarti masih layak dicoba.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Diversifikasi Investasi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip klasik ini masih relevan. Dengan menyebar aset ke berbagai instrumen (tabungan, reksa dana, obligasi, saham, hingga emas), kamu bisa <\/span><b>mengurangi risiko total<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> tanpa kehilangan potensi imbal hasil.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-diversifikasi-investasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diversifikasi investasi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan cuma strategi finansial, tapi juga alat bantu psikologis, karena kamu tahu kalau satu investasi turun, investasi lainnya bisa menopang.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Buat Aturan Main Sejak Awal<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum terjun ke investasi apa pun, tetapkan batas kerugian (cut loss) dan target keuntungan (take profit). Dengan begitu, kamu bisa mengambil keputusan otomatis tanpa drama emosional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disiplin dengan aturan ini bisa membantumu berpikir objektif sekaligus melatih mental menghadapi fluktuasi pasar.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Tingkatkan Literasi dan Kesehatan Finansial<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin paham kamu terhadap cara kerja keuangan, semakin kecil kemungkinan kamu dikendalikan oleh emosi. Pelajari konsep dasar seperti inflasi, risiko investasi, serta strategi pengelolaan keuangan pribadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kalau kamu mau tahu kondisi finansialmu saat ini, kamu bisa mulai dari hal paling sederhana: <\/span><a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/bi-checking-skor\/cara-cek-skor-kredit-dan-arti-nilai-skor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\"><span style=\"font-weight: 400;\">cek skor kredit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan riwayat kredit kamu di<\/span> <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\"><b>Skorlife<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/skorlife.go.link\/8IqIg?utm_source=skorlife_blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=cta_skorlife\" data-wpel-link=\"external\" target=\"_blank\" rel=\"external noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-7558\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-1024x512.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-1024x512.jpg 1024w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-300x150.jpg 300w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-768x384.jpg 768w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-1536x768.jpg 1536w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-2048x1024.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kelola Keuangan &amp; Kurangi Risiko Rugi dengan Skorlife<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bias psikologis seperti loss aversion bisa diminimalkan kalau kamu punya kontrol penuh atas kondisi finansialmu. Nah, di sinilah <\/span><b>Skorlife<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa bantu kamu.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Cek Riwayat Kredit dengan Mudah<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Ketahui apakah kamu punya riwayat pembayaran yang baik dan bagaimana status kreditmu saat ini. Ini penting supaya kamu tahu posisi finansialmu sebelum ambil keputusan besar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Lihat Peluang Pengajuan Kredit<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Skorlife bantu kamu memahami peluang disetujui saat mengajukan pinjaman seperti KPR, kredit mobil, atau kartu kredit, jadi kamu bisa lebih percaya diri dan strategis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Atur Keuangan &amp; Lunasi Tunggakan Lebih Efektif<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Dapatkan rekomendasi prioritas pembayaran agar beban bunga tak menumpuk, sekaligus bantu bikin rencana keuangan lebih rapi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kombinasi antara mindset yang rasional dan alat bantu finansial yang cerdas seperti <\/span><b>Skorlife<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kamu bisa membuat keputusan keuangan dengan lebih tenang, percaya diri, serta berbasis data, bukan ketakutan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/pinjol-kta\/cara-memperbaiki-skor-kredit-pinjol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\">Cara Memperbaiki Skor Kredit yang Buruk Akibat Pinjol<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulan<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Loss aversion adalah kecenderungan psikologis yang membuat kita lebih terpengaruh oleh rasa rugi daripada rasa senang saat untung. Jika dibiarkan, bias ini bisa menghambat langkah serta membuat banyak peluang finansial terlewat. Supaya tidak terjebak, ubahlah cara pandang terhadap risiko, lakukan diversifikasi investasi, serta tingkatkan literasi keuanganmu. Kamu juga bisa memanfaatkan<\/span><b> Skorlife<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk memantau kesehatan kredit dan mengelola keuangan dengan lebih terarah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami loss aversion, kamu akan lebih siap mengambil keputusan finansial secara rasional, tanpa takut rugi berlebihan.<\/span><\/p>\n<hr \/>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">FAQ seputar Loss Aversion<\/span><\/h2>\n<ol>\n<li><b> Apa yang dimaksud dengan Loss Aversion?<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Loss aversion adalah kecenderungan psikologis di mana seseorang merasa kerugian lebih menyakitkan dibandingkan kesenangan saat mendapatkan keuntungan yang sama besar. Bias ini sering mempengaruhi keputusan finansial, seperti menunda investasi atau terlalu cepat menjual aset.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b> Apa sajakah contoh Loss Aversion?<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, seseorang memilih menyimpan uang di tabungan dengan bunga kecil karena takut rugi di pasar saham. Atau investor yang enggan menjual saham merugi karena berharap harganya akan naik lagi. Dalam kehidupan sehari-hari, ini juga bisa terlihat saat seseorang menolak promo menarik karena takut \u201cbuang-buang uang\u201d.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b> Apa itu Regret Aversion Bias?<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Regret aversion bias adalah kecenderungan seseorang menghindari keputusan yang bisa membuatnya menyesal di kemudian hari. Bias ini mirip dengan loss aversion, tapi fokusnya lebih pada rasa menyesal setelah membuat pilihan, bukan semata pada rasa takut rugi. Akibatnya, orang jadi terlalu hati-hati dan kehilangan peluang yang sebenarnya menguntungkan.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><b> Bagaimana cara menghindari Loss Aversion?<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain mengubah cara pandang terhadap risiko, fokus pada potensi keuntungan, melakukan diversifikasi investasi, serta membuat aturan keuangan dengan jelas. Meningkatkan literasi finansial dan menggunakan alat bantu seperti <\/span><b>Skorlife<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> juga dapat membantu kamu membuat keputusan secara lebih objektif serta berbasis data.<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><b> Mengapa penting memahami Loss Aversion dalam keuangan pribadi?<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena memahami loss aversion membantu kamu mengenali kapan keputusan keuangan didorong oleh emosi, bukan logika. Dengan begitu, kamu bisa lebih tenang, rasional, dan strategis dalam berinvestasi, mengatur anggaran, hingga mengajukan kredit, langkah penting untuk membangun keuangan yang sehat serta berkelanjutan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenali arti loss aversion, contoh, dan cara menghindarinya agar tak takut rugi berlebihan dalam mengambil keputusan finansial.<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":2073,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-2039","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-investasi"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Loss Aversion &amp; Cara Menghindarinya - Skorlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kenali arti loss aversion, contoh, dan cara menghindarinya agar tak takut rugi berlebihan dalam mengambil keputusan finansial.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Loss Aversion &amp; Cara Menghindarinya - Skorlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenali arti loss aversion, contoh, dan cara menghindarinya agar tak takut rugi berlebihan dalam mengambil keputusan finansial.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-30T13:30:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-31T04:37:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/11_PersonalFinance_12.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"645\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budget Buddy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budget Buddy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budget Buddy\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01\"},\"headline\":\"Apa itu Loss Aversion? Begini Cara Menghindarinya!\",\"datePublished\":\"2025-10-30T13:30:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-31T04:37:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/\"},\"wordCount\":1182,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/11_PersonalFinance_12.jpg\",\"articleSection\":[\"Investasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/\",\"name\":\"Apa Itu Loss Aversion & Cara Menghindarinya - Skorlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/11_PersonalFinance_12.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-30T13:30:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-31T04:37:01+00:00\",\"description\":\"Kenali arti loss aversion, contoh, dan cara menghindarinya agar tak takut rugi berlebihan dalam mengambil keputusan finansial.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/11_PersonalFinance_12.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/11_PersonalFinance_12.jpg\",\"width\":1440,\"height\":645},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Investasi\",\"item\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/category\/investasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Apa itu Loss Aversion? Begini Cara Menghindarinya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/\",\"name\":\"Skorlife\",\"description\":\"Mulai kejar mimpi-mimpimu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Skorlife\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg\",\"width\":140,\"height\":30,\"caption\":\"Skorlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife\",\"https:\/\/x.com\/SkorLifeID\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/skorlife\/about\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/skorlife.id\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01\",\"name\":\"Budget Buddy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Budget Buddy\"},\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/author\/yohannesmarkus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Loss Aversion & Cara Menghindarinya - Skorlife","description":"Kenali arti loss aversion, contoh, dan cara menghindarinya agar tak takut rugi berlebihan dalam mengambil keputusan finansial.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Loss Aversion & Cara Menghindarinya - Skorlife","og_description":"Kenali arti loss aversion, contoh, dan cara menghindarinya agar tak takut rugi berlebihan dalam mengambil keputusan finansial.","og_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/","og_site_name":"Skorlife","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","article_published_time":"2025-10-30T13:30:51+00:00","article_modified_time":"2025-10-31T04:37:01+00:00","og_image":[{"width":1440,"height":645,"url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/11_PersonalFinance_12.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budget Buddy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@SkorLifeID","twitter_site":"@SkorLifeID","twitter_misc":{"Written by":"Budget Buddy","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/"},"author":{"name":"Budget Buddy","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01"},"headline":"Apa itu Loss Aversion? Begini Cara Menghindarinya!","datePublished":"2025-10-30T13:30:51+00:00","dateModified":"2025-10-31T04:37:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/"},"wordCount":1182,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/11_PersonalFinance_12.jpg","articleSection":["Investasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/","name":"Apa Itu Loss Aversion & Cara Menghindarinya - Skorlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/11_PersonalFinance_12.jpg","datePublished":"2025-10-30T13:30:51+00:00","dateModified":"2025-10-31T04:37:01+00:00","description":"Kenali arti loss aversion, contoh, dan cara menghindarinya agar tak takut rugi berlebihan dalam mengambil keputusan finansial.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#primaryimage","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/11_PersonalFinance_12.jpg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/11_PersonalFinance_12.jpg","width":1440,"height":645},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/apa-itu-loss-aversion-dan-cara-menghindarinya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Investasi","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/category\/investasi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Apa itu Loss Aversion? Begini Cara Menghindarinya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","name":"Skorlife","description":"Mulai kejar mimpi-mimpimu","publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization","name":"Skorlife","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","width":140,"height":30,"caption":"Skorlife"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","https:\/\/x.com\/SkorLifeID","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/skorlife\/about\/","https:\/\/www.instagram.com\/skorlife.id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01","name":"Budget Buddy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Budget Buddy"},"url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/author\/yohannesmarkus\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/11_PersonalFinance_12.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2039"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2039\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9028,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2039\/revisions\/9028"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}