{"id":7070,"date":"2025-06-27T12:00:16","date_gmt":"2025-06-27T05:00:16","guid":{"rendered":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?p=7070"},"modified":"2026-09-09T13:54:50","modified_gmt":"2026-09-09T06:54:50","slug":"mengenal-apht","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/","title":{"rendered":"Akta Hak Tanggungan (APHT): Panduan Lengkap &#038; Biaya 2026"},"content":{"rendered":"<p><!-- fs-anchor 2026-08-20 --><\/p>\n<div class=\"aio-answer-block\" style=\"background:#f7f8fa;padding:1rem 1.25rem;border-left:4px solid #1e6091;border-radius:0.25rem;margin:1rem 0;\">\n<p><strong>Jawaban singkat:<\/strong> Akta Hak Tanggungan (APHT) adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) sebagai bentuk pengikatan jaminan atas tanah atau bangunan yang digunakan sebagai agunan pinjaman KPR. Dokumen ini dibuat setelah perjanjian kredit ditandatangani dan wajib didaftarkan ke kantor pertanahan agar memiliki kekuatan hukum yang sah. Tanpa APHT, bank tidak dapat mengeksekusi jaminan jika debitur gagal bayar, sehingga properti yang dibeli belum sepenuhnya bebas dari beban hukum sampai utang lunas.<\/p>\n<\/div>\n<table border='1' cellpadding='8' cellspacing='0' style='border-collapse:collapse;width:100%;max-width:600px;'>\n<thead>\n<tr>\n<th>Komponen Biaya APHT<\/th>\n<th>Keterangan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Persentase dari nilai pinjaman<\/td>\n<td>0,25% &#8211; 1,25%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Contoh: Pinjaman Rp500 juta<\/td>\n<td>Rp1,25 juta &#8211; Rp6 juta<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Mencakup<\/td>\n<td>Jasa PPAT, pendaftaran BPN, validasi pajak, administrasi dokumen<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div class=\"skor-app-cta\" style=\"background:#e8f4fb;border-left:4px solid #0674ff;padding:1rem 1.25rem;border-radius:0.25rem;margin:1rem 0;\">\n<p><strong>KPR ditolak? Bisa jadi skor kredit kamu perlu dibersihkan. Cek gratis di aplikasi Skorlife.<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.skorlife.score&#038;utm_source=blog-cta&#038;utm_medium=aio-block&#038;utm_campaign=mengenal-apht\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\">\ud83d\udcf1 Unduh di Play Store<\/a> \u00b7 <a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/skorlife\/id1643472756?utm_source=blog-cta&#038;utm_medium=aio-block&#038;utm_campaign=mengenal-apht\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\">\ud83c\udf4e Unduh di App Store<\/a><\/p>\n<\/div>\n<p class=\"fs-lead\">APHT atau Akta Pemberian Hak Tanggungan adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh PPAT sebagai bentuk pengikatan jaminan atas properti yang dijadikan agunan pinjaman, khususnya dalam KPR. Akta ini wajib dibuat setelah perjanjian kredit ditandatangani dan harus didaftarkan ke kantor pertanahan agar memiliki kekuatan hukum yang sah. Tanpa APHT, bank tidak dapat mengeksekusi jaminan jika debitur gagal bayar, sehingga pemahaman tentang dokumen ini sangat penting sebelum mengajukan kredit rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sebelum berinvestasi properti, saatnya kamu mulai mengenal <span style=\"font-weight: 400;\">APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan). Simak pembahasannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kamu yang sedang merencanakan membeli rumah dengan sistem cicilan melalui bank, pasti sudah akrab dengan istilah KPR (Kredit Pemilikan Rumah). <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, tahukah kamu bahwa ada dokumen penting yang menyertai proses kredit ini dan bersifat wajib, yaitu APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan). <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa dokumen ini, pinjaman bisa saja tidak disetujui oleh bank atau malah tidak memiliki kekuatan hukum yang jelas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">APHT adalah bagian dari rangkaian legalitas yang memastikan properti yang kamu beli menjadi jaminan sah bagi bank sampai pinjaman lunas. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini akan membahas secara menyeluruh apa itu APHT, apa bedanya dengan SKMHT, bagaimana proses pengajuannya, dan berapa biaya yang harus disiapkan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\">Blog Skorlife<\/a> menyajikan rangkuman informasi dari berbagai sumber tepercaya termasuk sejumlah laman berita <em>online<\/em>.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><b>Pengertian APHT<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan) adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).<\/span><\/p>\n<p>Dokumen ini s<span style=\"font-weight: 400;\">ebagai bentuk pengikatan jaminan atas tanah atau bangunan yang digunakan sebagai agunan pinjaman. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akta ini menjadi dasar hukum yang kuat bagi kreditur untuk mengeksekusi jaminan jika sewaktu-waktu debitur gagal melunasi pinjaman.<\/span><\/p>\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mengenal-apht-body1.png\" alt=\"Mengenal APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan). Dokumen yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Kredit Rumah \u2014 ilustrasi 1\" style=\"width:100%;height:auto;border-radius:12px;margin:18px 0\" \/><\/figure>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dokumen ini dibuat setelah kamu menandatangani perjanjian kredit dan surat pengakuan utang. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya, akta akan didaftarkan ke kantor pertanahan dan diterbitkan sertifikat hak tanggungan atas nama bank sebagai kreditur. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, rumah yang kamu beli belum sepenuhnya bebas dari beban hukum sampai utang lunas.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><b>Perbedaan APHT dan SKMHT<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat mengajukan pinjaman, mungkin kamu juga mendengar istilah SKMHT. Meski serupa, keduanya memiliki fungsi berbeda. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">SKMHT atau Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan digunakan sementara jika sertifikat rumah belum atas nama kamu, misalnya karena masih proses balik nama dari developer.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika, APHT adalah bentuk final dari pengikatan jaminan yang berlaku setelah semua dokumen lengkap dan sah. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara SKMHT hanya berlaku sementara, dan wajib ditindaklanjuti menjadi APHT dalam jangka waktu tertentu.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><b>Syarat Membuat APHT<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar pembuatan akta ini berjalan lancar, kamu perlu menyiapkan beberapa dokumen penting, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sertifikat tanah asli<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">KTP (Kartu Tanda Penduduk) para pihak (debitur, pemilik sertifikat jika berbeda, dan kreditur)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">IMB (untuk bangunan)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perjanjian kredit dari bank<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Surat pengakuan utang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dokumen fisik, terdapat pula ketentuan hukum yang harus dipenuhi, salah satunya adalah tercantumnya frasa \u201cDemi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa\u201d dalam akta. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini memberikan kekuatan eksekusi langsung kepada bank jika terjadi wanprestasi.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><b>Proses Pengajuan APHT<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut alur umum dalam pengajuan akta ini:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penandatanganan perjanjian kredit. Ini adalah kesepakatan resmi antara kamu dan bank, yang menjadi dasar semua proses berikutnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuatan surat pengakuan utang. Dokumen ini menyatakan bahwa kamu mengakui jumlah pinjaman dan bersedia melunasinya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuatan akta oleh PPAT. Semua pihak yang terlibat dalam kepemilikan properti wajib hadir dan menandatangani akta ini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendaftaran ke kantor pertanahan. Setelah dokumen ini selesai, proses dilanjutkan dengan pendaftaran hak tanggungan untuk penerbitan sertifikat atas nama bank.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam proses ini, penting untuk diingat bahwa seluruh tahapan harus dilakukan dalam tenggat waktu yang ditentukan, terutama jika kamu menggunakan SKMHT lebih dulu. Jika terlalu lama, SKMHT bisa kedaluwarsa dan harus diulang.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><b>Biaya APHT<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap proses hukum memiliki biaya, termasuk akta ini. Secara umum, kamu akan dikenakan biaya untuk:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jasa notaris atau PPAT<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendaftaran ke BPN (Badan Pertanahan Nasional)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Validasi pajak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya administrasi dokumen terkait<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Estimasi total biaya APHT berkisar antara 0,25%\u20131,25% dari total nilai pinjaman. Biaya ini bisa berbeda tergantung nilai agunan, lokasi properti, serta kebijakan masing-masing kantor notaris.<\/span><\/p>\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mengenal-apht-body2.png\" alt=\"Mengenal APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan). Dokumen yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Kredit Rumah \u2014 ilustrasi 2\" style=\"width:100%;height:auto;border-radius:12px;margin:18px 0\" \/><\/figure>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, untuk pinjaman Rp500 juta, biaya akta tersebut bisa berkisar di angka Rp1,25 juta hingga Rp6 juta. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan kamu menanyakan estimasi biaya ini sejak awal agar bisa menyiapkan dana cadangan. Jika ingin tahu lebih detail, kamu juga bisa menelusuri \u201cbiaya pembuatan hak tanggungan rumah\u201d sebagai tambahan referensi.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><b>Kenapa APHT Sangat Penting?<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang berpikir bahwa setelah mengajukan KPR ke bank dan menempati rumah, semua urusan sudah selesai. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, secara hukum, rumah tersebut masih terikat sebagai jaminan sampai seluruh utang lunas. Di sinilah peran APHT.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kehadiran akta tersebut, posisi bank sebagai pemberi pinjaman dilindungi. Namun pada saat yang sama, kamu sebagai peminjam juga diuntungkan karena status kepemilikan dan legalitas properti menjadi lebih jelas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Jika kamu berniat untuk menjual kembali rumah kelak, prosesnya juga akan jauh lebih lancar karena tidak ada beban hukum yang tersembunyi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Punya rumah lewat skema KPR bukan hanya tentang membayar cicilan tepat waktu, tapi juga memastikan semua proses hukumnya rapi. Akta ini menjadi salah satu bagian penting dari proses itu. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahaminya secara menyeluruh, kamu bisa mengambil keputusan finansial dengan lebih percaya diri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu ingin lebih jauh menyiapkan pembelian rumah impian, jangan hanya fokus pada cicilan KPR, suku bunga, atau jangka waktu (tenor). <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan juga legalitasnya aman karena rasa tenang saat tinggal di rumah sendiri dimulai dari kepastian hukum di baliknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Temukan ide bisnis rumahan, tips usaha, dan panduan finansial yang relevan untuk keseharianmu hanya di <\/span><a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\"><span style=\"font-weight: 400;\">blog Skorlife<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Ada banyak artikel yang telah mengulasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengajuan kredit ruko ditolak oleh bank? Cek skor kredit kamu di <\/span><a href=\"https:\/\/skorlife.go.link\/fwM4f\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\"><span style=\"font-weight: 400;\">aplikasi Skorlife<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan cari tahu solusinya. Cara mengeceknya mudah dengan menggunakan <em>smartphone<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Butuh kartu kredit yang memberikan keuntungan maksimal setelah bertransaksi? Ajukan <\/span><a href=\"https:\/\/skorcard.go.link\/iUO8j\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayapada Skorcard<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan kumpulkan Skorpoin, lantas tukarkan dengan KrisFlyer Miles dan Garuda Miles.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rencana liburan ke Belgia, Portugal, atau negara Eropa lainnya? Dapatkan inspirasi tempat wisata terbaik dengan membaca artikel-artikel terbaru\u00a0 di <\/span><a href=\"https:\/\/skorcard.app\/blog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\"><span style=\"font-weight: 400;\">blog Skorcard<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><script type=\"application\/ld+json\">{\"@context\": \"https:\/\/schema.org\", \"@type\": \"HowTo\", \"name\": \"Cara Mengajukan APHT untuk KPR\", \"step\": [{\"@type\": \"HowToStep\", \"name\": \"Tanda tangani perjanjian kredit\", \"text\": \"Ini adalah kesepakatan resmi antara debitur dan bank yang menjadi dasar semua proses berikutnya dalam pengikatan jaminan properti.\", \"position\": 1}, {\"@type\": \"HowToStep\", \"name\": \"Buat surat pengakuan utang\", \"text\": \"Dokumen ini menyatakan bahwa debitur mengakui jumlah pinjaman dan bersedia melunasinya sesuai kesepakatan dengan bank.\", \"position\": 2}, {\"@type\": \"HowToStep\", \"name\": \"Siapkan dokumen persyaratan\", \"text\": \"Dokumen meliputi sertifikat tanah asli, KTP para pihak, IMB, NPWP, perjanjian kredit, dan surat pengakuan utang untuk diserahkan kepada PPAT.\", \"position\": 3}, {\"@type\": \"HowToStep\", \"name\": \"Pembuatan akta oleh PPAT\", \"text\": \"Semua pihak yang terlibat dalam kepemilikan properti wajib hadir dan menandatangani akta di hadapan PPAT. Akta harus mencantumkan frasa 'Demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa'.\", \"position\": 4}, {\"@type\": \"HowToStep\", \"name\": \"Daftarkan ke kantor pertanahan\", \"text\": \"Setelah akta selesai, proses dilanjutkan dengan pendaftaran hak tanggungan ke BPN untuk penerbitan sertifikat atas nama bank sebagai kreditur.\", \"position\": 5}]}<\/script><\/p>\n<hr \/>\n<h2>Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)<\/h2>\n<h3>Apa perbedaan APHT dan SKMHT?<\/h3>\n<p>SKMHT (Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan) digunakan sementara jika sertifikat rumah belum atas nama debitur, misalnya karena masih proses balik nama dari developer. APHT adalah bentuk final dari pengikatan jaminan yang berlaku setelah semua dokumen lengkap dan sah, serta wajib didaftarkan ke kantor pertanahan.<\/p>\n<h3>Berapa biaya pembuatan APHT?<\/h3>\n<p>Biaya APHT berkisar antara 0,25% hingga 1,25% dari total nilai pinjaman, tergantung nilai agunan, lokasi properti, dan kebijakan kantor notaris. Sebagai contoh, untuk pinjaman Rp500 juta, biaya bisa berkisar Rp1,25 juta hingga Rp6 juta, mencakup jasa PPAT, pendaftaran BPN, validasi pajak, dan administrasi dokumen.<\/p>\n<h3>Apa saja syarat membuat APHT?<\/h3>\n<p>Dokumen yang diperlukan meliputi sertifikat tanah asli, KTP para pihak (debitur, pemilik sertifikat jika berbeda, dan kreditur), IMB untuk bangunan, NPWP, perjanjian kredit dari bank, dan surat pengakuan utang. Akta juga harus mencantumkan frasa &#8216;Demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa&#8217; untuk memberikan kekuatan eksekusi langsung.<\/p>\n<h3>Kenapa APHT penting dalam KPR?<\/h3>\n<p>APHT memberikan kekuatan hukum yang sah bagi bank untuk mengeksekusi jaminan jika debitur gagal bayar. Tanpa APHT, bank tidak dapat mengeksekusi jaminan dan status kepemilikan properti tidak jelas secara hukum. Dokumen ini juga memudahkan proses penjualan kembali rumah karena tidak ada beban hukum tersembunyi.<\/p>\n<p><script type=\"application\/ld+json\">{\"@context\": \"https:\/\/schema.org\", \"@type\": \"FAQPage\", \"mainEntity\": [{\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Apa perbedaan APHT dan SKMHT?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"SKMHT (Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan) digunakan sementara jika sertifikat rumah belum atas nama debitur, misalnya karena masih proses balik nama dari developer. APHT adalah bentuk final dari pengikatan jaminan yang berlaku setelah semua dokumen lengkap dan sah, serta wajib didaftarkan ke kantor pertanahan.\"}}, {\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Berapa biaya pembuatan APHT?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"Biaya APHT berkisar antara 0,25% hingga 1,25% dari total nilai pinjaman, tergantung nilai agunan, lokasi properti, dan kebijakan kantor notaris. Sebagai contoh, untuk pinjaman Rp500 juta, biaya bisa berkisar Rp1,25 juta hingga Rp6 juta, mencakup jasa PPAT, pendaftaran BPN, validasi pajak, dan administrasi dokumen.\"}}, {\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Apa saja syarat membuat APHT?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"Dokumen yang diperlukan meliputi sertifikat tanah asli, KTP para pihak (debitur, pemilik sertifikat jika berbeda, dan kreditur), IMB untuk bangunan, NPWP, perjanjian kredit dari bank, dan surat pengakuan utang. Akta juga harus mencantumkan frasa 'Demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa' untuk memberikan kekuatan eksekusi langsung.\"}}, {\"@type\": \"Question\", \"name\": \"Kenapa APHT penting dalam KPR?\", \"acceptedAnswer\": {\"@type\": \"Answer\", \"text\": \"APHT memberikan kekuatan hukum yang sah bagi bank untuk mengeksekusi jaminan jika debitur gagal bayar. Tanpa APHT, bank tidak dapat mengeksekusi jaminan dan status kepemilikan properti tidak jelas secara hukum. Dokumen ini juga memudahkan proses penjualan kembali rumah karena tidak ada beban hukum tersembunyi.\"}}]}<\/script><\/p>\n<p>Untuk rujukan resmi dan informasi terbaru, kamu bisa cek langsung situs <a href=\"https:\/\/www.ojk.go.id\/\" rel=\"noopener external noreferrer\" target=\"_blank\" data-wpel-link=\"external\">Otoritas Jasa Keuangan<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jawaban singkat: Akta Hak Tanggungan (APHT) adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) sebagai bentuk pengikatan<\/p>\n","protected":false},"author":29,"featured_media":7124,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_yoast_wpseo_meta-robots-noindex":"","_yoast_wpseo_meta-robots-nofollow":"","_yoast_wpseo_canonical":"","_yoast_wpseo_opengraph-title":"","_yoast_wpseo_opengraph-description":"","_yoast_wpseo_twitter-title":"","_yoast_wpseo_twitter-description":"","footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[13],"tags":[108],"class_list":["post-7070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kpr","tag-properti"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Akta Hak Tanggungan (APHT): Panduan Lengkap &amp; Biaya 2026<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Akta Hak Tanggungan (APHT) adalah dokumen resmi PPAT yang mengikat properti sebagai agunan KPR. Biaya 0,25-1,25% dari nilai pinjaman. Pelajari syarat &amp; prosesnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Akta Hak Tanggungan (APHT): Panduan Lengkap &amp; Biaya 2026\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Akta Hak Tanggungan (APHT) adalah dokumen resmi PPAT yang mengikat properti sebagai agunan KPR. Biaya 0,25-1,25% dari nilai pinjaman. Pelajari syarat &amp; prosesnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-27T05:00:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-09T06:54:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Mengenal-APHT-Akta-Pemberian-Hak-Tanggungan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Pandu Irawan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Pandu Irawan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Pandu Irawan\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5464be392ca96249e3353e19f42ed60b\"},\"headline\":\"Akta Hak Tanggungan (APHT): Panduan Lengkap &#038; Biaya 2026\",\"datePublished\":\"2025-06-27T05:00:16+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-09T06:54:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/\"},\"wordCount\":1269,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/Mengenal-APHT-Akta-Pemberian-Hak-Tanggungan.jpg\",\"keywords\":[\"properti\"],\"articleSection\":[\"KPR\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/\",\"name\":\"Akta Hak Tanggungan (APHT): Panduan Lengkap & Biaya 2026\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/Mengenal-APHT-Akta-Pemberian-Hak-Tanggungan.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-27T05:00:16+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-09T06:54:50+00:00\",\"description\":\"Akta Hak Tanggungan (APHT) adalah dokumen resmi PPAT yang mengikat properti sebagai agunan KPR. Biaya 0,25-1,25% dari nilai pinjaman. Pelajari syarat & prosesnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/Mengenal-APHT-Akta-Pemberian-Hak-Tanggungan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/Mengenal-APHT-Akta-Pemberian-Hak-Tanggungan.jpg\",\"width\":832,\"height\":560,\"caption\":\"Foto: Sinarmasland.com\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/kpr\\\/mengenal-apht\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KPR\",\"item\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/category\\\/kpr\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Akta Hak Tanggungan (APHT): Panduan Lengkap &#038; Biaya 2026\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Skorlife\",\"description\":\"Mulai kejar mimpi-mimpimu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Skorlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/skorlife-logo-dark.svg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/skorlife-logo-dark.svg\",\"width\":140,\"height\":30,\"caption\":\"Skorlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/skorlife\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/SkorLifeID\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/skorlife\\\/about\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/skorlife.id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5464be392ca96249e3353e19f42ed60b\",\"name\":\"Pandu Irawan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d5cd6ae2db02626a73d5a5a56eeaa8f2c83d4cbc1dfb93e3357bbd417c4446f8?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d5cd6ae2db02626a73d5a5a56eeaa8f2c83d4cbc1dfb93e3357bbd417c4446f8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d5cd6ae2db02626a73d5a5a56eeaa8f2c83d4cbc1dfb93e3357bbd417c4446f8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Pandu Irawan\"},\"description\":\"Pandu Irawan memiliki pengalaman 6 tahun di sektor perbankan, dengan spesialisasi pada produk KPR dan KKB. Ia meninjau artikel Skorlife terkait pinjaman perbankan, tabel angsuran, dan simulasi kredit agar sesuai dengan praktik industri terkini.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/skorlife.com\\\/blog\\\/author\\\/pandu-irawan\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Akta Hak Tanggungan (APHT): Panduan Lengkap & Biaya 2026","description":"Akta Hak Tanggungan (APHT) adalah dokumen resmi PPAT yang mengikat properti sebagai agunan KPR. Biaya 0,25-1,25% dari nilai pinjaman. Pelajari syarat & prosesnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Akta Hak Tanggungan (APHT): Panduan Lengkap & Biaya 2026","og_description":"Akta Hak Tanggungan (APHT) adalah dokumen resmi PPAT yang mengikat properti sebagai agunan KPR. Biaya 0,25-1,25% dari nilai pinjaman. Pelajari syarat & prosesnya.","og_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/","og_site_name":"Skorlife","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","article_published_time":"2025-06-27T05:00:16+00:00","article_modified_time":"2026-09-09T06:54:50+00:00","og_image":[{"width":832,"height":560,"url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Mengenal-APHT-Akta-Pemberian-Hak-Tanggungan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Pandu Irawan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@SkorLifeID","twitter_site":"@SkorLifeID","twitter_misc":{"Written by":"Pandu Irawan","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/"},"author":{"name":"Pandu Irawan","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/5464be392ca96249e3353e19f42ed60b"},"headline":"Akta Hak Tanggungan (APHT): Panduan Lengkap &#038; Biaya 2026","datePublished":"2025-06-27T05:00:16+00:00","dateModified":"2026-09-09T06:54:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/"},"wordCount":1269,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Mengenal-APHT-Akta-Pemberian-Hak-Tanggungan.jpg","keywords":["properti"],"articleSection":["KPR"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/","name":"Akta Hak Tanggungan (APHT): Panduan Lengkap & Biaya 2026","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Mengenal-APHT-Akta-Pemberian-Hak-Tanggungan.jpg","datePublished":"2025-06-27T05:00:16+00:00","dateModified":"2026-09-09T06:54:50+00:00","description":"Akta Hak Tanggungan (APHT) adalah dokumen resmi PPAT yang mengikat properti sebagai agunan KPR. Biaya 0,25-1,25% dari nilai pinjaman. Pelajari syarat & prosesnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/#primaryimage","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Mengenal-APHT-Akta-Pemberian-Hak-Tanggungan.jpg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Mengenal-APHT-Akta-Pemberian-Hak-Tanggungan.jpg","width":832,"height":560,"caption":"Foto: Sinarmasland.com"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kpr\/mengenal-apht\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KPR","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/category\/kpr\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Akta Hak Tanggungan (APHT): Panduan Lengkap &#038; Biaya 2026"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","name":"Skorlife","description":"Mulai kejar mimpi-mimpimu","publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization","name":"Skorlife","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","width":140,"height":30,"caption":"Skorlife"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","https:\/\/x.com\/SkorLifeID","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/skorlife\/about\/","https:\/\/www.instagram.com\/skorlife.id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/5464be392ca96249e3353e19f42ed60b","name":"Pandu Irawan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d5cd6ae2db02626a73d5a5a56eeaa8f2c83d4cbc1dfb93e3357bbd417c4446f8?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d5cd6ae2db02626a73d5a5a56eeaa8f2c83d4cbc1dfb93e3357bbd417c4446f8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d5cd6ae2db02626a73d5a5a56eeaa8f2c83d4cbc1dfb93e3357bbd417c4446f8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Pandu Irawan"},"description":"Pandu Irawan memiliki pengalaman 6 tahun di sektor perbankan, dengan spesialisasi pada produk KPR dan KKB. Ia meninjau artikel Skorlife terkait pinjaman perbankan, tabel angsuran, dan simulasi kredit agar sesuai dengan praktik industri terkini.","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/author\/pandu-irawan\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Mengenal-APHT-Akta-Pemberian-Hak-Tanggungan.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/29"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7070"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14427,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7070\/revisions\/14427"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}