{"id":7351,"date":"2025-08-11T08:57:34","date_gmt":"2025-08-11T01:57:34","guid":{"rendered":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?p=7351"},"modified":"2025-08-11T08:58:20","modified_gmt":"2025-08-11T01:58:20","slug":"pengertian-depresiasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/","title":{"rendered":"Depresiasi: Jenis, Metode, dan Contoh dalam Akuntansi Sehari-Hari"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah beli mobil, gadget, atau peralatan rumah tangga mahal, lalu menyadari nilainya menurun drastis hanya dalam beberapa tahun? Nah, penurunan nilai seperti ini disebut depresiasi. Bukan cuma soal harga barang bekas, depresiasi adalah konsep penting dalam keuangan, baik untuk bisnis maupun pengelolaan aset pribadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski terdengar seperti istilah akuntansi yang kaku, memahami depresiasi bisa bantu kamu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak. Dari tahu kapan waktu ideal menjual aset, hingga menyusun anggaran penggantian barang jangka panjang, semua bisa lebih terukur kalau kamu paham cara nilai aset berubah seiring waktu.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-deflasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\">Deflasi: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya pada Ekonomi<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa Itu Depresiasi? Simpel Tapi Penting<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara sederhana, depresiasi adalah penurunan nilai suatu aset tetap karena waktu, pemakaian, atau kondisi pasar. Aset tetap di sini bisa berupa kendaraan, mesin produksi, komputer, hingga properti yang digunakan dalam bisnis maupun kehidupan pribadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/dictionary.cambridge.org\/dictionary\/english\/depreciation\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cambridge Dictionary<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, \u201cDepresiasi adalah pengurangan nilai suatu aset dari waktu ke waktu\u201d terutama karena keausan atau penurunan fungsi. Jadi, walaupun kamu membeli barang dengan harga penuh, nilainya tak akan bertahan selamanya, dan ini penting untuk dicatat dalam perencanaan keuangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa ini penting? Karena depresiasi berpengaruh langsung terhadap nilai kekayaan bersih, laporan keuangan, bahkan beban pajak. Tanpa memperhitungkan depresiasi, kamu bisa salah menilai kondisi keuangan, baik saat ingin menjual aset, mengambil pinjaman, atau mengatur budget jangka panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, paham depresiasi artinya kamu paham nilai sebenarnya dari asetmu, bukan hanya angka di kwitansi pembelian.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7353\" class=\"wp-caption aligncenter\" ><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7353 size-full\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik-1.jpg\" alt=\"Depresiasi\" width=\"800\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik-1.jpg 800w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik-1-300x150.jpg 300w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik-1-768x384.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Sumber gambar: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa Depresiasi Harus Diperhitungkan?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut alasan kenapa kamu nggak bisa mengabaikan depresiasi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><b> Nilai aset nyata \u2260 harga beli<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya kamu punya laptop seharga Rp15 juta, tapi setelah 3 tahun nilainya tinggal Rp5 juta. Kalau kamu jual atau ganti, nilai aktual itulah yang penting.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b> Perencanaan keuangan jangka panjang<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paham depresiasi artinya kamu siap merencanakan pengeluaran besar di masa depan, misalnya ganti kendaraan atau mesin usaha.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b> Pajak dan laporan keuangan bisnis<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat pelaku usaha, depresiasi bisa mengurangi beban pajak karena nilai aset yang menurun bisa dicatat sebagai biaya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-hedging-dalam-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\"><strong>Mengenal Hedging, Strategi Lindung Nilai dalam Dunia Keuangan<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-Jenis Depresiasi: Mana yang Paling Relevan Buat Kamu?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap aset mengalami penurunan nilai dengan cara yang berbeda. Ada yang turun perlahan, ada juga yang langsung jatuh drastis di awal pemakaian. Karena itu, cara menghitung depresiasi pun nggak bisa disamaratakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa jenis depresiasi yang umum digunakan, baik di bisnis, maupun bisa diterapkan dalam perencanaan keuangan pribadi:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Depresiasi Garis Lurus (Straight Line Depreciation)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode ini paling sederhana dan banyak digunakan karena mudah dipahami. Nilai aset berkurang dengan jumlah yang sama setiap tahun. Misalnya kamu beli kamera seharga Rp12 juta dengan umur pakai 4 tahun, maka depresiasinya Rp3 juta per tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cocok untuk: Barang yang penggunaannya stabil dan nilai pakainya merata setiap tahun, seperti peralatan kantor, furnitur, atau komputer.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Depresiasi Saldo Menurun (Declining Balance)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan metode ini, nilai aset berkurang lebih besar di awal, lalu makin kecil tiap tahun. Contohnya, mobil baru biasanya turun harga 15\u201320% hanya di tahun pertama, lalu turun lebih pelan di tahun berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cocok untuk: Aset yang cepat mengalami penurunan nilai, misalnya kendaraan, peralatan elektronik, atau alat berat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Depresiasi Berdasarkan Penggunaan (Units of Production)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai aset dihitung berdasarkan seberapa sering atau seberapa banyak dipakai. Semakin sering digunakan, semakin besar depresiasinya. Misalnya mesin pabrik akan \u2018habis\u2019 masa pakainya lebih cepat kalau dipakai setiap hari dibanding seminggu sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cocok untuk: Mesin produksi, kendaraan logistik, atau alat yang sangat tergantung pada intensitas pemakaian.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Depresiasi Akselerasi (Double Declining Balance)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini versi lebih agresif dari saldo menurun, di mana nilai aset menyusut sangat cepat di awal, lalu melambat di tahun-tahun berikutnya. Biasanya dipakai untuk teknologi atau barang yang cepat ketinggalan zaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cocok untuk: Gadget, alat teknologi, atau kendaraan operasional dalam industri yang cepat berubah.<\/span><\/p>\n<p><b>Catatan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Kamu nggak perlu menghafal semua rumusnya. Yang penting, pahami bahwa depresiasi bisa dihitung dengan berbagai cara, tergantung kebutuhan dan jenis asetnya. Tujuannya sama: bantu kamu menilai aset secara realistis dan membuat rencana keuangan yang masuk akal.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7354\" class=\"wp-caption aligncenter\" ><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7354 size-full\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik-2.jpg\" alt=\"Depresiasi\" width=\"800\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik-2.jpg 800w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik-2-300x150.jpg 300w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik-2-768x384.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Sumber gambar: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh Depresiasi dalam Kehidupan Nyata<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar makin relatable, yuk lihat contoh depresiasi di sekitar kita:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kendaraan<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu beli mobil Rp300 juta. Tahun pertama nilainya bisa turun jadi Rp250 juta. Setelah 5 tahun? Mungkin tinggal Rp150 juta atau kurang, tergantung kondisi dan pasar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Peralatan kantor<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Printer kantor seharga Rp5 juta yang digunakan setiap hari akan \u2018habis\u2019 daya gunanya dalam 3 &#8211; 5 tahun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Properti<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Meski tanah cenderung naik nilai, bangunan bisa alami depresiasi. Misalnya, rumah tua butuh renovasi karena nilai bangunan menurun.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paham depresiasi artinya kamu tahu kapan waktu tepat menjual, mengganti, atau mempertahankan aset. Ini penting banget buat perencanaan keuangan jangka panjang.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/kartu-kredit\/pengertian-rumus-anuitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\">Anuitas: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Perhitungannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Depresiasi &amp; Skor Keuangan: Apa Kaitannya?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika nilai aset menurun, daya tawar kamu dalam mengajukan pinjaman juga bisa menurun. Misalnya, kendaraan yang awalnya menjadi jaminan bisa jadi tidak cukup kuat karena depresiasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skorlife dapat membantu memantau dampak depresiasi pada keuangan kamu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Cek Riwayat Kredit<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Lihat kondisi pinjaman aktif dan posisi keuangan saat ini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Peluang Pengajuan Kredit<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Hitung potensi disetujui sebelum mengajukan pinjaman untuk penggantian aset.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/skorlife.com\/id\/skorpintar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\"><b>SkorPintar<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">: Kelola tagihan dan arus kas agar tetap stabil, terutama jika aset produktif mulai menurun nilainya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tips Bijak Menghadapi Depresiasi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u2705<\/span><b>Rencanakan penggantian aset sejak awal: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Punya kendaraan atau alat kerja? Hitung umur manfaatnya dan siapkan dana cadangan.<\/span><\/p>\n<p><b>\u274c Jangan overvalue aset: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Saat hitung kekayaan bersih, selalu pakai nilai pasar terkini, bukan harga beli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u2705<\/span><b>Pertimbangkan depresiasi saat ajukan kredit: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Aset yang menurun nilai bisa berpengaruh ke plafon kredit yang disetujui.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulan<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Depresiasi itu bukan musuh, tapi realita dalam dunia keuangan. Dengan memahami cara kerja depresiasi, kamu bisa atur aset dan anggaran dengan lebih cermat, serta terhindar dari kejutan finansial di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kalau kamu butuh bantuan kelola keuangan secara menyeluruh, dari pemantauan cicilan, skor kredit, hingga peluang pengajuan kredit, <\/span><a href=\"https:\/\/skorlife.com\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skorlife<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> siap jadi partner kamu dalam perjalanan finansial yang sehat dan terencana.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah beli mobil, gadget, atau peralatan rumah tangga mahal, lalu menyadari nilainya menurun drastis hanya dalam beberapa tahun? Nah, penurunan<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":7352,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-7351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-investasi"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Depresiasi: Contoh, Jenis, dan Cara Hitungnya - Skorlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Depresiasi adalah penurunan nilai aset. Pelajari jenis dan cara hitung depresiasi agar kamu bisa kelola aset dan keuangan lebih realistis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Depresiasi: Contoh, Jenis, dan Cara Hitungnya - Skorlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Depresiasi adalah penurunan nilai aset. Pelajari jenis dan cara hitung depresiasi agar kamu bisa kelola aset dan keuangan lebih realistis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-11T01:57:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-11T01:58:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budget Buddy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budget Buddy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budget Buddy\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01\"},\"headline\":\"Depresiasi: Jenis, Metode, dan Contoh dalam Akuntansi Sehari-Hari\",\"datePublished\":\"2025-08-11T01:57:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-11T01:58:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/\"},\"wordCount\":962,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik.jpg\",\"articleSection\":[\"Investasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/\",\"name\":\"Depresiasi: Contoh, Jenis, dan Cara Hitungnya - Skorlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-11T01:57:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-11T01:58:20+00:00\",\"description\":\"Depresiasi adalah penurunan nilai aset. Pelajari jenis dan cara hitung depresiasi agar kamu bisa kelola aset dan keuangan lebih realistis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik.jpg\",\"width\":800,\"height\":400,\"caption\":\"Sumber gambar: Freepik\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Investasi\",\"item\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/category\/investasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Depresiasi: Jenis, Metode, dan Contoh dalam Akuntansi Sehari-Hari\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/\",\"name\":\"Skorlife\",\"description\":\"Mulai kejar mimpi-mimpimu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Skorlife\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg\",\"width\":140,\"height\":30,\"caption\":\"Skorlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife\",\"https:\/\/x.com\/SkorLifeID\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/skorlife\/about\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/skorlife.id\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01\",\"name\":\"Budget Buddy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Budget Buddy\"},\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/author\/yohannesmarkus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Depresiasi: Contoh, Jenis, dan Cara Hitungnya - Skorlife","description":"Depresiasi adalah penurunan nilai aset. Pelajari jenis dan cara hitung depresiasi agar kamu bisa kelola aset dan keuangan lebih realistis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Depresiasi: Contoh, Jenis, dan Cara Hitungnya - Skorlife","og_description":"Depresiasi adalah penurunan nilai aset. Pelajari jenis dan cara hitung depresiasi agar kamu bisa kelola aset dan keuangan lebih realistis.","og_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/","og_site_name":"Skorlife","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","article_published_time":"2025-08-11T01:57:34+00:00","article_modified_time":"2025-08-11T01:58:20+00:00","og_image":[{"width":800,"height":400,"url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budget Buddy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@SkorLifeID","twitter_site":"@SkorLifeID","twitter_misc":{"Written by":"Budget Buddy","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/"},"author":{"name":"Budget Buddy","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01"},"headline":"Depresiasi: Jenis, Metode, dan Contoh dalam Akuntansi Sehari-Hari","datePublished":"2025-08-11T01:57:34+00:00","dateModified":"2025-08-11T01:58:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/"},"wordCount":962,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik.jpg","articleSection":["Investasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/","name":"Depresiasi: Contoh, Jenis, dan Cara Hitungnya - Skorlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik.jpg","datePublished":"2025-08-11T01:57:34+00:00","dateModified":"2025-08-11T01:58:20+00:00","description":"Depresiasi adalah penurunan nilai aset. Pelajari jenis dan cara hitung depresiasi agar kamu bisa kelola aset dan keuangan lebih realistis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik.jpg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik.jpg","width":800,"height":400,"caption":"Sumber gambar: Freepik"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-depresiasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Investasi","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/category\/investasi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Depresiasi: Jenis, Metode, dan Contoh dalam Akuntansi Sehari-Hari"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","name":"Skorlife","description":"Mulai kejar mimpi-mimpimu","publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization","name":"Skorlife","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","width":140,"height":30,"caption":"Skorlife"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","https:\/\/x.com\/SkorLifeID","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/skorlife\/about\/","https:\/\/www.instagram.com\/skorlife.id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01","name":"Budget Buddy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Budget Buddy"},"url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/author\/yohannesmarkus\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Depresiasi-Freepik.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7351"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7351\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7355,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7351\/revisions\/7355"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}