{"id":7967,"date":"2025-10-01T07:26:48","date_gmt":"2025-10-01T00:26:48","guid":{"rendered":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?p=7967"},"modified":"2025-10-20T14:45:48","modified_gmt":"2025-10-20T07:45:48","slug":"account-receivable-ciri-tujuan-contoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/","title":{"rendered":"Mengenal Accounts Receivable (AR): Ciri, Tujuan, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelajari apa itu accounts receivable, ciri-ciri, tujuan, contoh, hingga cara mengelolanya agar cash flow bisnis tetap sehat.<\/span><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah dengar istilah accounts receivable atau AR? Kalau kamu terjun di dunia bisnis, istilah ini bakal sering muncul di laporan keuangan. Sederhananya, AR adalah piutang usaha, uang yang seharusnya masuk ke kas perusahaan, tapi masih \u201ctertahan\u201d di pelanggan karena pembayaran dilakukan belakangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat sebagian orang, account receivable terdengar teknis. Padahal, konsep ini dekat banget dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat kamu memesan catering untuk acara kantor dan bayarnya seminggu setelah acara selesai, nah itu juga bisa dianggap sebagai bentuk accounts receivable.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-account-payable\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\">Account Payable adalah: Definisi, Proses, dan Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa Itu Accounts Receivable?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Accounts receivable adalah piutang usaha yang muncul ketika perusahaan menjual barang atau jasa dengan sistem kredit. Jadi, perusahaan sudah memberikan produk\/jasa, tapi pembayaran baru dilakukan di kemudian hari sesuai kesepakatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dibandingkan, AR bisa dianggap sebagai \u201cjanji bayar\u201d dari pelanggan. Meski belum cair, AR tetap dicatat sebagai aset lancar dalam neraca karena biasanya bisa ditagih dalam waktu kurang dari setahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\ud83d\udc49 <\/span><b>Contoh sederhana<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Perusahaan percetakan menyelesaikan pesanan brosur senilai Rp50 juta, tapi klien baru akan bayar dalam 45 hari. Selama 45 hari, angka Rp50 juta itu tercatat sebagai account receivable.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7969\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable-Freepik.jpg\" alt=\"Pengertian Account Receivable\" width=\"800\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable-Freepik.jpg 800w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable-Freepik-300x150.jpg 300w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable-Freepik-768x384.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa Accounts Receivable Penting?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat perusahaan, AR bukan sekadar catatan piutang, tapi punya peran strategis:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Menjaga kelancaran bisnis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Memberi kelonggaran pembayaran bikin pelanggan lebih nyaman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Memperluas pasar<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Banyak bisnis B2B (business-to-business) bahkan nggak bisa jalan tanpa sistem kredit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mengoptimalkan cash flow<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dengan pencatatan yang rapi, perusahaan bisa memperkirakan kapan uang masuk.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya, menurut laporan Dun &amp; Bradstreet, sekitar 90% bisnis global mengalami keterlambatan pembayaran dari klien mereka. Artinya, kemampuan mengelola accounts receivable itu krusial untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/gaya-hidup\/pengertian-petty-cash-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\">Apa Itu Petty Cash, Fungsi, dan Contoh Laporannya\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-Ciri Accounts Receivable<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya lebih mudah mengidentifikasi, berikut beberapa ciri khas account receivable yang perlu kamu pahami:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Timbul dari penjualan kredit<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">AR selalu muncul ketika perusahaan menjual barang atau jasa dengan pembayaran ditunda. Jadi, beda dengan transaksi tunai yang langsung masuk kas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ada jatuh tempo<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya ditentukan 30, 60, atau 90 hari, tergantung kesepakatan dengan pelanggan. Semakin jelas aturan jatuh tempo, semakin mudah perusahaan mengatur arus kas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Tercatat sebagai aset lancar<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Karena sifatnya bisa diuangkan dalam jangka waktu relatif pendek (kurang dari setahun), AR termasuk bagian penting dari aset lancar di neraca perusahaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mengandung risiko gagal bayar<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua pelanggan mampu melunasi tepat waktu. Risiko ini harus diantisipasi dengan analisis kredit dan strategi penagihan yang baik.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan ciri-ciri ini, <\/span><b>piutang usaha<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan cuma catatan utang pelanggan, tapi juga salah satu indikator utama untuk menilai likuiditas dan kesehatan cash flow perusahaan. Semakin baik perusahaan mengelola AR, semakin stabil pula kondisi keuangannya.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7970\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable-1.jpg\" alt=\"Pengertian Account Receivable\" width=\"800\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable-1.jpg 800w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable-1-300x150.jpg 300w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable-1-768x384.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan Accounts Receivable<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa perusahaan rela menunggu pembayaran dan nggak langsung minta tunai? Ternyata ada beberapa alasan strategis di baliknya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meningkatkan daya tarik produk\/jasa<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Fleksibilitas pembayaran bikin pelanggan lebih nyaman bertransaksi. Banyak klien korporasi bahkan menjadikan opsi pembayaran kredit sebagai syarat utama sebelum kerja sama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Membangun kepercayaan<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memberi waktu bayar, perusahaan menunjukkan profesionalisme sekaligus menumbuhkan rasa percaya dari pelanggan. Kepercayaan ini sering jadi fondasi hubungan bisnis jangka panjang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Strategi bersaing<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Di banyak industri, terutama B2B, fasilitas kredit sudah jadi standar. Kalau perusahaan tidak memberikan opsi ini, ada risiko pelanggan lari ke kompetitor yang lebih fleksibel.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, semakin besar nilai accounts receivable, semakin tinggi pula risikonya. Kalau tidak dikelola dengan baik, piutang bisa berubah dari aset jadi beban yang justru mengganggu cash flow perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/pengertian-rekening-giro\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\">Apa Itu Rekening Giro dan Apa Fungsinya?<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh Accounts Receivable<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk lihat beberapa contoh account receivable di berbagai industri:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Retail &amp; Distribusi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Distributor sembako menjual produk ke minimarket dengan sistem pembayaran 30 hari. Selama periode tersebut, nilai tagihan masuk sebagai piutang usaha sampai minimarket melunasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Jasa Konsultasi<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Firma konsultan IT menyelesaikan proyek, lalu mengirimkan invoice dengan jatuh tempo 60 hari. Selama invoice belum dibayar, perusahaan mencatatnya sebagai accounts receivable.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Industri Konstruksi<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kontraktor biasanya dibayar per tahap proyek. Setelah menyelesaikan tahap awal pembangunan, kontraktor menunggu pembayaran dari developer sesuai termin kontrak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Startup SaaS (Software as a Service)<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Layanan berlangganan bulanan yang ditagih di akhir periode penggunaan. Tagihan yang belum dibayar pengguna otomatis menjadi AR perusahaan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari contoh-contoh ini, terlihat jelas bahwa accounts receivable bukan hanya istilah akuntansi di atas kertas. AR benar-benar jadi bagian tak terpisahkan dari siklus bisnis, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7960\" class=\"wp-caption aligncenter\" ><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7960\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Apa-Itu-Kreditur-Freepik.jpg\" alt=\"Apa Itu Kreditur\" width=\"800\" height=\"401\" srcset=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Apa-Itu-Kreditur-Freepik.jpg 800w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Apa-Itu-Kreditur-Freepik-300x150.jpg 300w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Apa-Itu-Kreditur-Freepik-768x385.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Sumber gambar: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Risiko dalam Accounts Receivable<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">AR memang bermanfaat, tapi tetap punya tantangan yang nggak bisa diabaikan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Keterlambatan pembayaran<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau pelanggan sering telat bayar, arus kas harian bisa terganggu. Perusahaan yang bergantung pada pemasukan rutin bisa kesulitan memenuhi kewajiban operasional, seperti gaji karyawan atau pembelian bahan baku.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Piutang macet<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Risiko terbesar dari accounts receivable adalah ketika pelanggan benar-benar gagal bayar. Dalam kasus ini, perusahaan bisa kehilangan aset yang seharusnya menjadi pemasukan. Bahkan, untuk bisnis kecil, piutang macet bisa langsung mengguncang keberlangsungan usaha.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Biaya tambahan<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mengelola AR juga butuh tenaga dan biaya. Mulai dari biaya administrasi pencatatan, follow-up pembayaran, sampai potensi biaya hukum kalau penagihan harus lewat jalur litigasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut data OJK, rasio kredit bermasalah (non-performing loan \/ NPL) perbankan Indonesia pada pertengahan 2024 tercatat sekitar <\/span><b>2,35%<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Angka ini terlihat kecil, tapi tetap jadi pengingat bahwa gagal bayar adalah risiko nyata, dan bukan cuma bank besar, bisnis kecil pun bisa merasakannya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/cara-membuat-cv-perusahaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-wpel-link=\"internal\">Panduan Cara Membuat CV Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tips Mengelola Accounts Receivable<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya accounts receivable tetap sehat dan nggak jadi sumber masalah, coba terapkan strategi berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Cek kelayakan pelanggan<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan analisis sebelum memberi fasilitas kredit. Pastikan pelanggan punya rekam jejak pembayaran yang baik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Tetapkan syarat pembayaran jelas<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, jatuh tempo 30 hari dengan denda 1% per bulan jika telat. Transparansi ini bikin pelanggan lebih disiplin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Buat sistem pengingat<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kirim reminder invoice beberapa hari sebelum jatuh tempo agar pelanggan tidak lupa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Gunakan teknologi<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Software akuntansi atau tools keuangan bisa membantu memantau piutang secara real-time.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pertimbangkan diskon pembayaran cepat<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, beri potongan 2% kalau pelanggan melunasi sebelum 10 hari. Strategi ini efektif mempercepat cash flow.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di sinilah <\/span><a href=\"https:\/\/skorlife.com\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\"><b>Skorlife<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa jadi partner andalanmu. Dengan fitur <\/span><b>Cek Riwayat Kredit<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><b>Peluang Pengajuan Kredit<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kamu bisa memahami pola pembayaran baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis. Ditambah dengan <\/span><a href=\"https:\/\/skorlife.com\/id\/skorpintar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener external noreferrer\" data-wpel-link=\"external\"><b>SkorPintar<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, semua kartu kredit bisa dikelola dalam satu portal, praktis banget buat jaga cash flow tetap aman dan terukur.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/skorlife.go.link\/8IqIg?utm_source=skorlife_blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=cta_skorlife\" data-wpel-link=\"external\" target=\"_blank\" rel=\"external noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7558 size-large\" src=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-1024x512.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-1024x512.jpg 1024w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-300x150.jpg 300w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-768x384.jpg 768w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-1536x768.jpg 1536w, https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Skorlife-all-Feature-approved-2048x1024.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Accounts receivable atau piutang usaha adalah elemen penting yang harus dicatat dan diawasi dengan cermat. AR bisa membuka peluang penjualan lebih luas, tapi juga bisa jadi masalah kalau dibiarkan tanpa kontrol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuncinya ada di pengelolaan: tetapkan aturan pembayaran yang jelas, pantau secara rutin, dan gunakan bantuan teknologi. Dengan <\/span><b>Skorlife<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kamu bisa lebih mudah mengatur tagihan, melihat peluang kredit, sekaligus menjaga keuangan tetap sehat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, jangan anggap remeh AR. Kelola dengan bijak, dan jadikan account receivable sebagai strategi untuk memperkuat bisnismu.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelajari apa itu accounts receivable, ciri-ciri, tujuan, contoh, hingga cara mengelolanya agar cash flow bisnis tetap sehat.<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":7968,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-7967","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-investasi"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Accounts Receivable: Ciri, Tujuan &amp; Contoh - Skorlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari apa itu accounts receivable, ciri-ciri, tujuan, contoh, hingga cara mengelolanya agar cash flow bisnis tetap sehat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Accounts Receivable: Ciri, Tujuan &amp; Contoh - Skorlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari apa itu accounts receivable, ciri-ciri, tujuan, contoh, hingga cara mengelolanya agar cash flow bisnis tetap sehat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-01T00:26:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-20T07:45:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budget Buddy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@SkorLifeID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budget Buddy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budget Buddy\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01\"},\"headline\":\"Mengenal Accounts Receivable (AR): Ciri, Tujuan, dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2025-10-01T00:26:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-20T07:45:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/\"},\"wordCount\":1104,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable.jpg\",\"articleSection\":[\"Investasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/\",\"name\":\"Accounts Receivable: Ciri, Tujuan & Contoh - Skorlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-01T00:26:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-20T07:45:48+00:00\",\"description\":\"Pelajari apa itu accounts receivable, ciri-ciri, tujuan, contoh, hingga cara mengelolanya agar cash flow bisnis tetap sehat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable.jpg\",\"width\":800,\"height\":400,\"caption\":\"Pengertian Account Receivable\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Investasi\",\"item\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/category\/investasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Mengenal Accounts Receivable (AR): Ciri, Tujuan, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/\",\"name\":\"Skorlife\",\"description\":\"Mulai kejar mimpi-mimpimu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Skorlife\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg\",\"width\":140,\"height\":30,\"caption\":\"Skorlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife\",\"https:\/\/x.com\/SkorLifeID\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/skorlife\/about\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/skorlife.id\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01\",\"name\":\"Budget Buddy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Budget Buddy\"},\"url\":\"https:\/\/skorlife.com\/blog\/author\/yohannesmarkus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Accounts Receivable: Ciri, Tujuan & Contoh - Skorlife","description":"Pelajari apa itu accounts receivable, ciri-ciri, tujuan, contoh, hingga cara mengelolanya agar cash flow bisnis tetap sehat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Accounts Receivable: Ciri, Tujuan & Contoh - Skorlife","og_description":"Pelajari apa itu accounts receivable, ciri-ciri, tujuan, contoh, hingga cara mengelolanya agar cash flow bisnis tetap sehat.","og_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/","og_site_name":"Skorlife","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","article_published_time":"2025-10-01T00:26:48+00:00","article_modified_time":"2025-10-20T07:45:48+00:00","og_image":[{"width":800,"height":400,"url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budget Buddy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@SkorLifeID","twitter_site":"@SkorLifeID","twitter_misc":{"Written by":"Budget Buddy","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/"},"author":{"name":"Budget Buddy","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01"},"headline":"Mengenal Accounts Receivable (AR): Ciri, Tujuan, dan Contohnya","datePublished":"2025-10-01T00:26:48+00:00","dateModified":"2025-10-20T07:45:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/"},"wordCount":1104,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable.jpg","articleSection":["Investasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/","name":"Accounts Receivable: Ciri, Tujuan & Contoh - Skorlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable.jpg","datePublished":"2025-10-01T00:26:48+00:00","dateModified":"2025-10-20T07:45:48+00:00","description":"Pelajari apa itu accounts receivable, ciri-ciri, tujuan, contoh, hingga cara mengelolanya agar cash flow bisnis tetap sehat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#primaryimage","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable.jpg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable.jpg","width":800,"height":400,"caption":"Pengertian Account Receivable"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/investasi\/account-receivable-ciri-tujuan-contoh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Investasi","item":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/category\/investasi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Mengenal Accounts Receivable (AR): Ciri, Tujuan, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","name":"Skorlife","description":"Mulai kejar mimpi-mimpimu","publisher":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#organization","name":"Skorlife","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","contentUrl":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/skorlife-logo-dark.svg","width":140,"height":30,"caption":"Skorlife"},"image":{"@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/skorlife","https:\/\/x.com\/SkorLifeID","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/skorlife\/about\/","https:\/\/www.instagram.com\/skorlife.id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ce1b8e969f9bf5857603c501b704f01","name":"Budget Buddy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/989b499cb7c6fbd391e23a5834f51ed2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Budget Buddy"},"url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/author\/yohannesmarkus\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Pengertian-Account-Receivable.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7967"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7967\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8382,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7967\/revisions\/8382"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7968"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skorlife.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}