Apa itu Loss Aversion? Begini Cara Menghindarinya!

Pernahkah kamu merasa takut mengalami kerugian saat berinvestasi dan pada akhirnya justru kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan? 

Sebagian dari kita mungkin masih ada yang memilih tidak berinvestasi, yang keuntungannya belum pasti, daripada rugi dan kehilangan uang. 

Takut mengalami kerugian adalah hal yang normal dan bisa membantu kamu lebih berhati-hati untuk tidak ceroboh dalam menggunakan uang. Namun, hal tersebut juga bisa merugikan kamu, lho

Nah, di Personal Finance kali ini kita akan membahas kecenderungan psikologis yang disebut Loss Aversion dan dampaknya dalam mengelola keuangan serta cara menghindari Loss Aversion. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.


Apa itu Loss Aversion?

Loss aversion adalah bias kognitif yang menjelaskan mengapa mengalami kerugian dampaknya lebih buruk secara emosional maupun psikologis. 

Contohnya, seorang individu mungkin cenderung memilih investasi yang lebih aman meskipun hasilnya lebih rendah, agar terhindar dari potensi kerugian yang lebih besar meskipun potensi keuntungannya juga lebih besar.

Loss aversion ini tidak hanya berkaitan dengan investasi, namun juga pengambilan keputusan terkait pilihan karir, membeli mobil, bahkan rencana liburan.

Apabila mindset loss aversion ini tidak segera dihilangkan, maka tujuan jangka panjang akan sulit tercapai.


Cara Menghindari Loss Aversion

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari bias loss aversion agar tidak lagi khawatir mengalami kerugian dan berani ambil risiko. Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan: 

1. Fokus pada potensi keuntungan yang didapat

Cara pertama untuk menghindari bias loss aversion adalah fokus pada potensi keuntungan yang bisa kamu dapat.

Jika kamu ingin berinvestasi tapi terlalu fokus pada potensi rugi yang dihasilkan, maka kemungkinan besar kamu malah tidak jadi berinvestasi.

Cobalah menggunakan sudut pandang yang berbeda. Misalnya, kamu akan lebih tertarik jika mengetahui investasi berpotensi menghasilkan return sebesar 90%, dan apabila kamu tidak investasi sekarang maka kamu harus menabung bertahun-tahun untuk mencapai tujuan keuangan.

Dengan menggunakan sudut pandang yang lebih positif dan fokus pada potensi keuntungan, maka kamu jadi berani ambil risiko.

Namun jangan lupa untuk tetap mempertimbangkan risiko-risiko lainnya yang mungkin terjadi.

2. Pikirkan Secara Matang

Cara kedua agar terhindar dari loss aversion yaitu kamu harus memikirkan secara matang risiko yang mungkin saja terjadi. Tanyakan pada diri sendiri risiko terburuk apa saja yang mungkin muncul dan dampaknya terhadap kondisi keuanganmu. 

Dengan begitu, kamu bisa membuat keputusan keuangan secara rasional. Selain itu, jangan ragu untuk meminta pendapat kepada teman ataupun penasihat keuangan.

Itulah penjelasan mengenai loss aversion dan cara mengatasinya. Loss aversion adalah bias psikologis yang bisa mempengaruhi pengambilan keputusan, baik itu secara finansial maupun aspek kehidupan lainnya.

Jika loss aversion tidak segera diatasi, maka semakin banyak pula potensi keuntungan yang hilang.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments