Aset-aset Apa Saja yang Bisa Dimiliki oleh Fresh Graduate?

Setelah lulus kuliah, sebagai fresh graduate dan first jobber, wajar jika penghasilanmu masih tergolong kecil dibandingkan para senior.

Namun, itu bukan berarti jadi hambatan untuk mulai membangun aset. Ada sejumlah aset anak muda yang dapat kamu mulai coba kumpulkan meski gajimu masih pas-pasan.


Aset yang bisa dimiliki fresh graduate

Berikut 3 aset yang bisa kamu miliki sebagai fresh graduate.

1. Tabungan

Hal mendasar yang harus kamu miliki adalah tabungan. Sisihkan penghasilanmu untuk menabung. Meski nampak sepele, menabung membutuhkan disiplin yang tinggi.

Godaan untuk belanja dan menghabiskan uang selalu ada setiap gajian tiba. Padahal menabung adalah pintu untuk mengembangkan aset lebih lanjut.

Kamu bisa memulai kelola keuangan dengan pola 50-30-20, seperti yang dikemukakan oleh ahli keuangan Amerika Serikat, Elizabeth Warren.

Pola 50-30-20 ini artinya adalah membagi penghasilan kita menjadi tiga bagian masing-masing sebesar 50%, 30%, dan 20%. Adapun peruntukan untuk setiap bagian itu adalah sebanyak 50% dipergunakan untuk kebutuhan pokok seperti sewa tempat tinggal, sembako, dan transport.

Sebanyak 30% digunakan untuk kebutuhan sekunder seperti belanja, hangout, atau liburan. Sementara 20% lainnya dipakai untuk rencana masa depan seperti menabung dan investasi. Teori 50-30-20 ini akan membantumu mengatur prioritas pengeluaran.

Jumlahnya memang akan berbeda-beda pada setiap orang karena masing-masing akan memiliki situasi keuangan yang berbeda. Namun pola ini dapat menjadi panduan berapapun jumlah penghasilannya.

2. Emas Digital

Setelah memiliki tabungan, kamu bisa memulai investasi. Ada beberapa investasi yang dapat kamu pilih. Reksadana, saham, hingga properti. Tetapi jika dana masih terbatas, kamu bisa memulai investasi dengan modal yang minim.

Emas digital adalah salah satu opsi aset yang dapat dimiliki anak muda. Kamu bisa memulai investasi di emas digital dengan dana mulai dari 10 ribu rupiah saja lho. Unduh platform emas digital terpercaya yang perusahaannya terdaftar di Bappebti dan diawasi OJK.

Emas digital dan emas konvensional sama saja, yang membedakannya hanya cara berinvestasinya. Jika kamu berinvestasi secara konvensional kamu akan bertransaksi langsung ke toko emas atau pergi ke Antam, kamu pun memeroleh emas fisik.

Sementara, emas digital transaksi dilakukan via aplikasi dan uang yang kamu setor akan dikonversi dalam bentuk saldo emas.

3. Investasi

Tabungan biasa tentu tidak cukup. Kamu perlu mengembangkan asetmu lewat investasi lainnya. Setelah uangmu terkumpul lebih banyak, mulailah berinvestasi di reksadana, obligasi, atau saham.

Sebagai pemula kamu bisa pilih investasi yang paling minim risikonya sambil berlatih mengamati pasar. Saat pertama kali berinvestasi jangan langsung berharap mendapat keuntungan yang besar dalam waktu singkat terlebih untuk investasi jangka panjang.

Jika kamu ditawari investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, justru kamu perlu curiga, jangan-jangan investasinya bodong.

Jika kamu bingung bagaimana cara memulai investasi, kamu bisa mengunduh sejumlah aplikasi investasi yang marak belakangan ini. Transaksinya cenderung mudah dan bisa kamu monitor pergerakannya lewat ponsel pintarmu.

Pastikan pilih aplikasi investasi terpercaya dan terjamin keamanannya baik aman dari sisi uang yang kamu tanamkan sekaligus aman dari sisi data diri yang terproteksi dengan baik.


Cara Membangun Aset

Seiring berjalannya waktu, dalam kondisi yang ideal, kariermu akan meningkat, penghasilan juga akan bertambah. Artinya terbuka peluang untuk mengembangkan aset-aset yang kamu miliki.

Menambah investasi baik dari segi nilai maupun variasi. Membeli properti misalnya. Berikut adalah langkah yang dapat kamu lakukan untuk mulai membangun aset.

1. Gali Potensi Diri

Dirimu adalah modal utama yang kamu miliki. Asah dan terus gali kelebihan yang kamu miliki untuk bisa unggul di tengah persaingan.

Temukan passion yang kamu miliki untuk membantumu bergerak lebih cepat. Kamu bisa mengikuti berbagai kursus atau melakukan tes bakat dan minat untuk menemukan potensi dan passionmu.

2. Kembangkan Keterampilan

Pendidikan formal yang kamu miliki memang penting, namun akan lebih baik jika kamu terus mengembangkan keterampilan yang akan menunjang kariermu.

Sejumlah keterampilan berikut diyakini penting untuk modal awal memasuki dunia kerja. Beberapa di antaranya yakni komunikasi, manajemen waktu, kemampuan bersosialisasi, team work, dan inovatif serta kreatif.

3. Perluas Koneksi

Bagaimanapun pergaulan yang luas akan membawamu ke banyak peluang untuk maju. Jangan ragu untuk rajin ikut workshop, berkenalan dengan peserta dan pembicara untuk memperluas wawasan sekaligus membangun networking.

Siapa tahu peluang pekerjaan baru, bisnis baru, atau klien baru datang dari kenalan-kenalanmu.

4. Miliki Skor Kredit yang Baik

Hal ini sering diabaikan oleh anak-anak muda. Memiliki skor kredit yang baik adalah salah satu poin penting untuk dapat mengembangkan asetmu.

Jika kamu ingin meminjam dana ke bank untuk membeli properti atau mengembangkan usaha, skor kredit jadi pertimbangan utama cair-tidaknya pengajuan pinjamanmu.

Membangun skor kredit yang baik sebenarnya mudah. Mulailah dengan disiplin dalam mengelola utang. Bayar cicilan kartu kredit tepat waktu dan lunasi tagihan sebelum jatuh tempo.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments