Avatar

Sekar

PUBLISHED ON SEPTEMBER, 30 2022 reading time clock 5 Mins Read

Begini 5 Cara Berinvestasi untuk Pemula agar Tidak Rugi!

Pentingnya berinvestasi untuk mencapai kebebasan finansial sedini mungkin sudah mulai disadari terutama di kalangan usia muda. Hal ini didukung oleh data demografi investor di Indonesia yang banyak didominasi oleh generasi milenial. Ada banyak alasan mengapa berinvestasi perlu dilakukan seperti meningkatkan aset dan kekayaan pribadi, menambah sumber penghasilan, membantu mengumpulkan dana pensiun, dan masih banyak alasan lainnya.

Bagi pemula, investasi akan terlihat rumit dan sulit untuk dipahami. Tidak sedikit yang masih ragu untuk berinvestasi karena kurangnya pengetahuan tentang instrumen investasi dan tidak mengerti cara memulainya, hingga takut akan kehilangan uang atau asetnya. Namun jangan khawatir, SkorLife akan memberikan tips cara investasi untuk pemula agar tidak rugi. Yuk, simak cara berinvestasi untuk pemula dibawah ini.

5 Tips investasi untuk pemula

Apabila Anda tertarik untuk berinvestasi, berikut ini adalah lima tips investasi untuk pemula.

Tentukan tujuan investasi

Sebelum berinvestasi, pastikan Anda mengetahui apa tujuan yang ingin Anda capai dari berinvestasi. Sebagai contoh, misal Anda ingin liburan akhir tahun bersama keluarga, mempersiapkan dana darurat, atau untuk membeli rumah pertama. Ketika sudah mengetahui tujuannya, Anda pun akan termotivasi dan konsisten dalam mengalokasikan dana investasi. Selain itu, tujuan investasi juga dapat ditentukan berdasarkan target waktu yang nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan instrumen apa yang cocok untuk Anda.

Sesuaikan investasi dengan profil risiko

Selanjutnya, sesuaikan investasi dengan profil risiko. Artinya, sebelum berinvestasi, Anda perlu mengetahui profil risiko Anda, apakah itu risiko rendah, sedang, atau tinggi. Hal ini sangat penting karena akan membantu Anda dalam memilih produk investasi yang sesuai dengan tujuan dan jangka waktu investasi. Misal, Anda ingin berinvestasi di instrumen yang memiliki risiko rendah dalam jangka waktu satu hingga dua tahun, maka instrumen yang dapat dipilih adalah reksadana pasar uang.

Namun, apabila Anda ingin berinvestasi dalam jangka panjang dan mengharapkan imbal hasil yang cenderung lebih tinggi, maka Anda dapat memilih instrumen reksadana saham yang memiliki risiko tinggi.

Pilih platform investasi yang tepat

Setelah mengetahui tujuan investasi dan profil risiko, selanjutnya Anda perlu memilih platform investasi yang tepat. Dalam hal ini, penting untuk diingat bahwa pilihlah platform investasi yang aman dan telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta minim risiko. Selain itu, pilihlah platform yang menurut Anda paling mudah digunakan.

Alokasikan dana untuk investasi

Agar tujuan investasi tercapai, Anda perlu konsisten dalam berinvestasi dan mengalokasikan sebagian dana Anda. Jadikan investasi sebagai rutinitas bulanan sehingga menjadi terbiasa dalam menyisihkan dana setiap bulannya. Anda juga dapat berinvestasi dalam jumlah berapapun sehingga kondisi keuangan tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lakukan investasi secara konsisten

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, agar target tujuan tercapai, lakukan investasi secara konsisten setiap bulan atau setidaknya selama waktu berjangka hingga tujuan investasi tercapai.

Jenis investasi yang cocok untuk pemula

Setelah mengetahui tips investasi dan cara berinvestasi untuk pemula, Anda juga perlu mengetahui jenis investasi apa saja yang cocok untuk pemula. Berikut ini adalah jenis-jenis investasi yang dapat dipilih dalam berinvestasi.

Emas

Salah satu bentuk investasi yang menjanjikan dan memberikan keuntungan adalah emas. Ada beberapa jenis investasi emas yaitu emas perhiasan, emas batangan atau logam mulia dan tabungan emas. Emas perhiasan yang sekaligus bisa dipakai masih diminati oleh banyak orang terutama oleh kaum hawa. Namun, nilai return emas perhiasan ini tidak setinggi jenis emas lainnya. Hal ini banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti masa pakai, berat emas yang menurun, jasa pembuatan hingga model perhiasan.

Jenis emas batangan atau logam mulia dapat menjadi pilihan yang tepat apabila Anda ingin berinvestasi dalam jangka panjang. Selain itu, emas jenis ini dinilai paling aman karena nilainya yang terus naik dan tingkat likuiditas yang tinggi serta tidak terpengaruh resesi. Kemudian, tabungan emas adalah jenis investasi yang mudah untuk dilakukan. Cukup menyetorkan jumlah uang yang otomatis akan dikonversikan menjadi satuan pecahan emas.

Deposito

Deposito adalah salah satu jenis investasi yang berisiko rendah dan relatif aman. Terdapat beberapa jenis deposito yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposito on-call. Deposito berjangka memungkinkan Anda untuk memperoleh suku bunga dalam jangka waktu yang telah disepakati apabila menyimpan dana di pihak bank. Sertifikat deposito adalah jenis investasi dalam bentuk sertifikat yang terbit dalam jangka waktu satu, tiga, enam dan dua belas bulan. Sedangkan jenis deposito on-call adalah jenis tabungan berjangka dalam rentang waktu penyimpanan yang relatif singkat namun nasabah perlu menyimpan dana dalam jumlah besar.

Reksadana

Reksadana adalah salah satu jenis investasi yang cocok untuk pemula karena pemahamannya yang mudah dimengerti. Ada beberapa jenis reksadana yakni reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham.

Reksadana pasar uang merupakan salah satu jenis reksadana yang berisiko rendah dan memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun. Sedangkan, reksadana pendapatan tetap memiliki risiko yang lebih tinggi dibanding pasar uang dan bertujuan untuk menghasilkan tingkat return yang stabil.

Selanjutnya, reksadana campuran adalah sebuah investasi yang dialokasikan pada beberapa efek sekaligus yaitu saham, surat utang dan pasar uang. Sedangkan reksadana saham adalah investasi yang nilainya paling sedikit 80% dalam bentuk saham dan memiliki profil risiko paling tinggi di antara seluruh jenis reksadana yang ada.

Obligasi

Obligasi adalah jenis instrumen investasi yang cukup populer di Indonesia. Obligasi sendiri adalah sebuah produk investasi berupa surat pernyataan utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi. Para investor yang membeli aset dari surat utang berhak mendapatkan bunga sebagai tanda kepemilikan. Jenis investasi ini berisiko rendah karena merupakan utang yang harus dilunasi dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Ada berbagai macam jenis obligasi, yakni obligasi berdasarkan kupon, obligasi berdasarkan penerbit, dan obligasi syariah.

Saham

Saham dapat diartikan sebagai tanda penyertaan modal dari seseorang atau pihak tertentu pada suatu perusahaan. Jenis investasi ini membuat pemilik saham berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya. Jenis investasi ini memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya, namun menawarkan keuntungan yang lebih tinggi, baik dari dividen maupun kenaikan harga saham. Risiko kerugian saham adalah ketika harga saham lebih rendah dibandingkan pada saat pembelian. Naik turunnya harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kinerja perusahaan dan pasang surut ekonomi.

Belajar investasi untuk pemula merupakan hal yang perlu dilakukan bagi Anda yang ingin berinvestasi. Pilihlah instrumen investasi sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan profil Anda. Jangan lupa untuk terus konsisten agar tujuan investasi dapat tercapai.