Mengenal LAPS: Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Keuangan
LAPS adalah lembaga penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan. Kenali peran LAPS SJK, cara kerja, dan kapan konsumen perlu mengajukan sengketa.
Punya masalah dengan bank, asuransi, atau perusahaan pembiayaan tapi bingung harus mengadu ke mana? Misalnya, tagihan terasa nggak sesuai, klaim asuransi berlarut-larut, atau ada perbedaan data kredit yang bikin pusing. Tenang, kamu nggak sendirian. Situasi seperti ini cukup sering terjadi di sektor jasa keuangan. Kabar baiknya, ada mekanisme penyelesaian sengketa alternatif lebih simpel, relatif cepat, serta ramah konsumen, yakni LAPS SJK alias Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan.
Baca juga: Kredit Macet: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Apa Itu LAPS?
LAPS adalah singkatan dari Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa. LAPS adalah lembaga yang membantu menyelesaikan sengketa antara konsumen dan pelaku usaha jasa keuangan di luar jalur pengadilan.
Di sektor keuangan Indonesia, lembaga ini lebih dikenal sebagai LAPS SJK, yaitu LAPS khusus untuk Sektor Jasa Keuangan. Lembaga ini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dibentuk agar konsumen punya akses penyelesaian sengketa yang:
- Lebih cepat
- Biayanya relatif terjangkau
- Prosesnya tidak berbelit-belit
Jika kamu pernah merasa “kok ribet banget sih ngurus komplain tidak tahu harus kemana?”, kehadiran lembaga ini jadi salah satu alternatif solusi.

Kenapa LAPS SJK Penting untuk Konsumen Keuangan?
Dalam praktiknya, sengketa keuangan sering muncul dari hal-hal yang kelihatannya sepele, tapi dampaknya bisa cukup mengganggu. Misalnya:
- Perbedaan perhitungan sisa tagihan kredit
- Klaim asuransi ditolak atau tertunda
- Kesalahan data kredit sehingga mempengaruhi pengajuan pinjaman berikutnya
Masalah seperti ini kalau dibawa ke pengadilan bisa memakan waktu lama, energi, hingga biaya yang tidak sedikit. Di sinilah LAPS SJK berperan penting sebagai penengah yang netral serta profesional, dengan pendekatan lebih fokus pada penyelesaian, bukan memperpanjang konflik.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mekanisme penyelesaian sengketa melalui LAPS dirancang untuk tetap mengutamakan perlindungan konsumen, sekaligus menjaga kepastian hukum bagi pelaku usaha jasa keuangan. Jadi, hak konsumen tetap terlindungi tanpa mengabaikan aturan-aturan berlaku.
Sumber gambar: Kredit Macet: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Jenis Sengketa yang Bisa Ditangani LAPS
Agar lebih jelas, LAPS adalah solusi untuk sengketa di berbagai subsektor keuangan, seperti:
- Perbankan (kredit, tabungan, KPR)
- Asuransi (klaim, manfaat polis)
- Pembiayaan dan leasing
- Pasar modal
- Layanan fintech ataupun pinjaman digital
Selama sengketanya berkaitan dengan sektor jasa keuangan dan sudah melalui proses pengaduan ke pihak penyedia layanan, lembaga ini bisa menjadi jalur lanjutan yang sah, aman, serta diakui secara regulasi.

Metode Cara Kerja LAPS
Salah satu keunggulan LAPS adalah pendekatannya yang lebih dialogis serta fokus pada solusi, bukan saling menyalahkan. Prosesnya dirancang agar konsumen dan pelaku usaha bisa duduk bareng, didampingi pihak netral, untuk mencari jalan tengah adil bagi semua pihak. Umumnya, penyelesaian sengketa dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:
- Mediasi
Konsumen dan pelaku usaha dipertemukan untuk berdiskusi secara terbuka dengan bantuan mediator dari LAPS SJK. Di tahap ini, kedua pihak diberi ruang untuk menjelaskan posisi masing-masing agar dapat mencari kesepakatan yang sama-sama masuk akal, tanpa tekanan hukum formal. - Ajudikasi
Jika mediasi belum menemukan titik temu, sengketa bisa dilanjutkan ke ajudikasi. Pihak LAPS SJK akan menilai kasus berdasarkan bukti, dokumen, termasuk juga aturan-aturan berlaku, lalu memberikan putusan objektif sebagai solusi. - Arbitrase (untuk kasus tertentu)
Pada kondisi tertentu dan atas kesepakatan para pihak, sengketa dapat diselesaikan melalui arbitrase. Putusannya bersifat final serta mengikat, sehingga memberikan kepastian hukum tanpa harus melalui proses panjang pengadilan.
Buat konsumen, alur ini terasa lebih “manusiawi” karena komunikasinya terbuka, prosesnya relatif cepat, dan biayanya lebih terkontrol dibanding jalur hukum formal yang cenderung kaku.
Baca juga: Apa Itu Amortisasi? Pengertian, Contoh, dan Rumus Amortisasi
Kapan Sebaiknya Mengajukan Sengketa ke LAPS?
Sebagai panduan praktis, kamu bisa mempertimbangkan lembaga ini jika:
- Komplain ke pihak bank atau lembaga keuangan belum menemukan titik temu
- Kamu sudah menempuh jalur internal penyelesaian sesuai prosedur
- Sengketa berkaitan dengan hak dan kewajiban finansial yang jelas, seperti tagihan, bunga, atau kewajiban kontraktual
Perlu diingat, LAPS adalah jalur alternatif, bukan jalan pintas. Tapi untuk banyak kasus di sektor jasa keuangan, pendekatan ini justru jadi opsi paling masuk akal karena lebih efisien, adil, serta berpihak pada penyelesaian secara konstruktif.
Biar Lebih Aman, Kelola Keuangan Sejak Awal
Sengketa keuangan seringkali berawal dari cash flow kurang terkontrol atau kurangnya pemahaman atas kewajiban kredit. Karena itu, sebelum masalah muncul:
- Cek peluang pengajuan kredit agar tahu seberapa besar kemungkinan pinjamanmu disetujui
- Atur strategi pelunasan hingga kontrol budgeting sejak dini
Fitur Manajemen Keuangan dari aplikasi Skorlife bisa bantu kamu menyusun rekomendasi pembayaran tunggakan hingga mengelola anggaran dengan lebih realistis. Jadi, saat mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kredit kendaraan, atau pinjaman lain, kamu bisa lebih percaya diri sehingga dapat meminimalisir risiko sengketa.
Baca juga: Dampak Overlimit Kartu Kredit & Cara Mencegah
Kesimpulan
Singkatnya, LAPS adalah solusi penting dalam ekosistem keuangan modern. Keberadaan lembaga ini memberi konsumen jalur penyelesaian sengketa secara adil, efisien, dan lebih ramah, terutama saat komunikasi dengan lembaga keuangan menemui jalan buntu.
Namun, jadi konsumen cerdas bukan hanya soal tahu ke mana harus mengadu saat masalah muncul. Lebih dari itu, penting juga untuk aktif menjaga kesehatan finansial sejak awal, mulai dari memahami kewajiban kredit, memantau data keuangan, hingga mengelola cash flow dengan lebih rapi. Dengan pemahaman yang tepat dan tools keuangan mendukung seperti aplikasi Skorlife, urusan keuangan bisa dijalani dengan lebih tenang, terkontrol, serta minim potensi sengketa di kemudian hari.
FAQ Seputar LAPS (Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa)
- LAPS adalah apa dan apa fungsinya bagi konsumen?
LAPS adalah Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa yang berfungsi membantu konsumen dan pelaku usaha jasa keuangan menyelesaikan sengketa di luar pengadilan. Tujuannya agar penyelesaian lebih cepat, efisien, serta tetap adil bagi kedua pihak.
- Apa perbedaan LAPS dengan pengadilan?
Perbedaan utamanya ada di proses dan pendekatan. LAPS SJK menggunakan jalur seperti mediasi dan ajudikasi yang lebih dialogis, biaya relatif lebih terjangkau, sehingga prosesnya tidak serumit jalur pengadilan formal dan memakan waktu.
- Sengketa apa saja yang bisa diajukan ke LAPS SJK?
LAPS menangani sengketa di sektor jasa keuangan, seperti perbankan, asuransi, pembiayaan, hingga layanan keuangan digital. Contohnya sengketa kredit, klaim asuransi, atau perbedaan data tagihan dan kewajiban finansial.
- Apakah semua konsumen bisa mengajukan sengketa ke LAPS?
Bisa, selama konsumen sudah mencoba menyelesaikan masalah melalui mekanisme pengaduan internal lembaga keuangan terkait. Jika belum ada kesepakatan, LAPS SJK bisa menjadi langkah lanjutan yang sah dan direkomendasikan.
- Apakah putusan LAPS bersifat mengikat?
Tergantung mekanisme yang dipilih. Putusan ajudikasi bersifat mengikat sesuai ketentuan, sedangkan arbitrase di lembaga ini bersifat final dan mengikat bagi kedua pihak yang menyepakatinya.





