Avatar

Natissa

PUBLISHED ON NOVEMBER, 03 2022 reading time clock 5 Mins Read

Masih Bingung? Begini Cara Lapor SPT Online dengan Benar!

Meski telah berulang kali melapor, setiap tahunnya sejumlah wajib pajak selalu merasa kerepotan saat tiba waktunya melapor SPT. Apakah kamu termasuk salah satunya? Melapor SPT Online sebenarnya mudah dilakukan lho, yang penting kamu sabar dan telaten saja saat mengisi. Pastikan data-data yang diperlukan sudah kamu siapkan dan internetmu stabil untuk mengisinya. Cara lapor SPT tahunan tidak sulit ikuti saja tutorialnya di bawah.

Cara mendapatkan EFIN Online

Untuk lapor SPT tahunan online pastikan dulu kamu memiliki EFIN. Apa itu EFIN?

EFIN atau Electronic Filing Identification Number adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) kepada Wajib Pajak yang melakukan transaksi elektronik dengan Ditjen Pajak. Apa saja transaksi elektronik yang memerlukan EFIN? Pelaporan SPT online dan pembuatan kode billing pembayaran pajak adalah contohnya. Bagaimana cara mendapatkan EFIN? Dilansir dari laman pajak.go.id berikut cara mendapatkan EFIN untuk wajib pajak orang pribadi.

Pertama-tama datangi kantor pelayanan pajak (KPP) terdekat dan isi formulir untuk mengajukan permohonan aktivasi EFIN, cantumkan email aktif ya. Jangan lupa tunjukkan KTP dan NPWP asli dan fotokopinya atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Kamu juga bisa mengajukan permohonan EFIN secara online melalui email resmi KPP. Satu email wajib pajak hanya untuk satu permohonan layanan aktivasi EFIN. Caranya isi formulir aktivasi EFIN, formulirnya dapat diunduh di www.pajak.go.id/id/formulir-permohonan-EFIN. Pastikan nomor telepon dan email yang ditulis di formulir masih aktif. Sertakan foto kartu identitas (KTP atau KITAS, Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atau NPWP dan lampirkan swafoto/ selfie dengan memegang KTP dan kartu NPWP. Selanjutnya kirimkan email dengan subjek "Permintaan Nomor EFIN". Di body email tulis data seperti nama lengkap, NIK, nomor NPWP, alamat tempat tinggal, alamat email wajib pajak, dan nomor handphone. Setelah itu jika semua data telah sesuai, kamu akan memeroleh pemberitahuan EFIN dalam bentuk PDF melalui email. Untuk mengetahui alamat, telepon, dan email KPP, kamu dapat mengunjungi laman www.pajak.go.id/unit-kerja

Setelah EFIN aktif, kamu dapat menggunakannya​ untuk registrasi di situs aplikasi DJP Online. EFIN ini juga diperlukan jika hendak reset password maupun email di situs aplikasi DJP Online. Jadi, simpan EFIN dengan baik. EFIN berlaku seumur hidup.

Cara Lapor SPT Tahunan Online

Jumlah penghasilanmu akan menentukan form isian SPT yang akan dilaporkan. Jika penghasilan bruto kamu di bawah Rp60 juta setahun maka kamu akan diarahkan untuk mengisi SPT 1770 SS. SEmetara jika penghasilan brutomu lebih dari Rp60juta setahun maka kamu akan mengisi form 1770S. Cara pengisiannya sih mirip, hanya ada beberapa data tambahan yang harus dilaporkan oleh mereka yang penghasilannya di atas Rp60 juta setahun. Berikut tutorial lengkap cara lapor SPT secara online.

Langkah-langkah Mengisi SPT 1770 SS via E-filing (Penghasilan bruto di bawah Rp 60 juta setahun)

Meski terlihat panjang alurnya, namun pengisian SPT 1770 SS mudah dipraktikkan. Simak dengan saksama ya! Pastikan koneksi internetmu juga lancar.

Mengisi SPT 1770 S (penghasilan bruto di atas Rp 60 juta setahun)

Formulir 1770 S lebih kompleks dibanding formulir 1770 SS karena memiliki sejumlah lampiran yang harus dilengkapi. Namun jika mengikuti langkah berikut dengan saksama, pengisian SPT 1770 S juga mudah dilakukan.

Sanksi tidak lapor SPT Tahunan

Pelaporan SPT Tahunan bersifat wajib. Terlambat atau bahkan tidak melaporkan SPT Tahunan akan dikenakan sanksi berupa denda hingga sanksi pidana sesuai Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP).

Berikut ketentuan besaran nilai denda yang termuat dalam Pasal 7 ayat (1) UU KUP.

“Apabila Surat Pemberitahuan tidak disampaikan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) atau batas waktu perpanjangan penyampaian Surat Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4), dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp500.000,00 (Lima Ratus Ribu Rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai, Rp100.000,00 (Seratus Ribu Rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Masa lainnya, dan sebesar Rp1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan serta sebesar Rp100.000,00 (Seratus Ribu Rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi.”

Mengacu pada Pasal 3 ayat (3) UU KUP. Batas waktu penyampaian SPT Tahunan adalah sebagai berikut:

Untuk menghindari denda, kamu dapat melaporkan SPT Tahunan jauh-jauh hari sebelum jatuh tempo.

Jika kamu masih menyimpan pertanyaan seputar pajak kamu bisa mengubungi Kring Pajak di 1500200