Avatar

Natissa

PUBLISHED ON OCTOBER, 24 2022 reading time clock 5 Mins Read

Godaan Paylater, Bagaimana Tips Menyikapinya Agar Tetap Cuan?

Bagi yang sering berbelanja online, tanggal kembar menjadi hari rutin mencari flash sale bulanan. Berbagai potongan harga yang bertebaran pun menjadi daya tarik untuk memasukkan barang ke dalam keranjang lalu check out. Apalagi iming-iming menunda pembayaran dengan diskon tertentu via Paylater membuat keinginan berbelanja menjadi lebih besar. Paylater belakangan menjadi primadona di platform belanja online. Sistem paylater dan fasilitas yang disediakan paylater memang cukup menggoda. Namun paylater memiliki dua sisi. Jika tidak bijak menggunakannya, utang yang menumpuk bisa menjerat. Apa sih Paylater itu dan bagaimana memanfaatkannya tanpa terjerat utang berkepanjangan?

Paylater Vs Kartu Kredit

Fitur Paylater kini semakin banyak bermunculan di sejumlah platform digital. Penawarannya memang menggoda, apalagi bagi para impulsive buyer. Bagaimana tidak "Beli sekarang, bayar nanti!" adalah slogan yang nampak menguntungkan. Paylater sendiri adalah istilah untuk situasi dimana konsumen dapat berbelanja barang atau jasa lebih dulu dan institusi penyedia layanan akan menalangi pembayarannya. Selanjutnya konsumen diharuskan membayar atau mencicil dana talangan tersebut dalam jangka waktu tertentu kepada si penyedia layanan paylater.

Sekilas paylater ini mirip dengan kartu kredit, namun syarat penggunaannya jauh lebih mudah. Konsumen hanya perlu mengunduh aplikasi dan mengisi form, prosesnya pun cenderung instan. Namun bunga cicilan jika telat membayar jumlahnya bisa sangat mencengangkan.

Lacak Transaksi Anda, Hindari Jeratan Bunga Paylater

Paylater memiliki pengaruh yang besar untuk mendorong konsumerisme. Seolah-olah jika ingin suatu barang, tidak perlu menabung tinggal berutang saja. Mindset ini bisa berbahaya sebab jika kebablasan dalam berutang, paylater bisa jadi bumerang.

Sebelum menggunakan paylater, pastikan Anda paham sistem paylater yang Anda gunakan. Sejumlah layanan paylater tidak segan mengenakan denda bunga yang tinggi jika konsumen telat membayar. Bahkan bisa 5% sehari. Jika sudah begini diskon yang diperoleh jadi tidak sebanding dengan jumlah total pembayaran yang harus dilunasi.

Jika bunga semakin tinggi pelunasan akan semakin sulit, akibatnya jumlah utang semakin besar dan terus bergulir seperti bola salju. Maka dari itu penting untuk dilakukan adalah menyikapi fasilitas paylater ini secara bijaksana.

Salah satu caranya adalah selalu lacak transaksi yang dilakukan dengan rutin. Apalagi jika Anda sering melakukan transaksi dengan beragam jenis metode pembayaran. Catat re-check semua transaksi, tanggal jatuh tempo, dan patuhi jadwal pembayaran paylater yang harus dilakukan.

Jangan Tunda Pelunasan

Jika dimanfaatkan dengan bijak fasilitas paylater sebenarnya bisa jadi menguntungkan. Menikmati potongan harga adalah bentuk berhemat, namun memang kuncinya adalah mengelola keuangan dengan matang. Menyikapi soal utang, disiplin melakukan pembayaran paylater sesuai deadline menjadi hal utama. Jangan menunda pelunasan. Jangan menunda membayar cicilan.

Disiplin adalah kunci utama. Sebelum berutang di paylater perhitungkan dulu kemampuan membayar cicilan dengan penghasilan yang diperoleh. Pastikan mampu membayar tempat waktu agar tidak terkena denda. Pelupa? Sebaiknya tidak usah menggunakan paylater, karena denda sehari saja bisa malah merugikan. Pilih juga tanggal jatuh tempo sesudah tanggal menerima gaji/upah.

Jangan lupa untuk mengatur limit pinjaman. Manfaatkan fitur mengatur limit pinjaman yang sekarang lumrah terdapat di layanan paylater. Terbatasnya limit pinjaman akan membantu mengendalikan keinginan belanja yang impulsif.

Pilih Paylater Berizin dan Gunakan dengan Bijak

Layanan paylater bisa difasilitasi oleh bank, lembaga pembiayaan, hingga fintech peer to peer (p2p) lending. Sebelum mendaftar pastikan dulu legalitas aplikasi penyedia layanan ini. Pilihlah platform yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa memeriksanya melalui laman situs OJK langsung.

Sebelum menggunakan paylater, baca dan pahami aturan dan klausul yang dipersyaratkan oleh penyedia jasa layanan. Berapa nominal yang akan diterima, periode cicilan hingga risiko jika seandainya terjadi gagal bayar. Pahami skema pembayaran. Hal terpenting adalah belanjalah hanya memang jika diperlukan. Ini memang klise tapi sulit diterapkan para pemburu diskon. Terapkan mindset bahwa paylater adalah berutang. Gunakan paylater hanya untuk barang yang diperlukan, diskon adalah bonus. Bukan sebaliknya, yang penting dapat diskon, syukur-syukur barangnya lucu.

Jika paylater bisa membantu untuk berhemat, manfaatkan. Sejumlah voucher dan cashback yang disediakan e-commerce ada yang mensyaratkan paylater sebagai metode pembayaran. Jika barang yang diincar memang diperlukan dan ada potongan harga bahkan cashback jika menggunakan paylater, maka gunakanlah paylater. Syaratnya ya itu tadi, disiplin dalam pembayaran.

Berdisiplin dalam transaksi kredit seperti dalam paylater juga bisa melatih diri untuk membangun skor kredit yang baik. Skor kredit yang baik adalah modal untuk mengembangkan aspek kehidupan finansial di masa depan.