Impairment: Pengertian, Cara Kerja, dan Contoh dalam Keuangan

Impairment adalah penurunan nilai aset. Pahami apa itu impairment, cara kerja, penyebab, hingga contoh kasus aset terimbas penurunan nilai.

Banyak orang sempat bingung ketika menemukan istilah impairment pada laporan keuangan. Namun konsep ini mudah dicerna begitu penjelasannya memakai bahasa lebih ringan. Dalam konteks finansial personal maupun korporasi, impairment adalah proses penting karena mempengaruhi nilai aset, arah investasi, hingga evaluasi kredit. Pemahaman tepat membantu kamu melihat kondisi aset secara lebih realistis sehingga keputusan finansial terasa lebih terukur.

Baca juga: Apa itu Loan at Risk dan Bedanya dengan Non Performing Loan

Apa Itu Impairment?

Secara sederhana, impairment adalah kondisi ketika nilai suatu aset turun secara signifikan dan membuat nilai di laporan keuangan tidak lagi mencerminkan nilai sebenarnya.

Kalau kamu beli laptop baru untuk kerja seharga Rp15 juta, lalu dua tahun kemudian motherboard-nya rusak berat dan harga pasarnya anjlok jadi Rp5 juta, maka selisih nilainya itulah disebut sebagai penurunan nilai (impairment loss).

Dalam standar akuntansi seperti PSAK 48 atau IFRS, impairment dilakukan untuk menjaga agar laporan keuangan tetap “jujur”. Artinya, nilai aset tidak boleh ditampilkan berlebihan (overvalued), apalagi kalau manfaat ekonominya sudah tidak maksimal lagi.

Pengertian impairment adalah
Sumber gambar: Freepik

Kenapa Impairment Penting? (Tidak Hanya untuk Perusahaan Besar)

Banyak orang mengira impairment hanya penting bagi perusahaan raksasa. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari pun ini sangat relevan.

1. Penilaian aset realistis

Aset yang nilainya turun tapi tidak dicatat menurun bisa membuat kita salah ambil keputusan.
Bayangkan menyangka mobil usaha masih “bernilai” Rp150 juta padahal nilai pasarnya sudah tinggal Rp90 juta.

2. Perencanaan keuangan jadi lebih tepat

Jika kamu tahu aset tertentu sudah ter impairment, kamu bisa menyusun strategi perbaikan, penggantian, atau bahkan menjualnya sebelum makin turun nilai.

3. Kredibilitas laporan keuangan

Bagi bisnis, impairment mempengaruhi kepercayaan bank dan investor. Semakin transparan nilai aset, semakin baik reputasi finansial perusahaan.

4. Pengaruh terhadap pengajuan kredit

Pengajuan kredit sering mempertimbangkan rasio aset dan liabilitas. Aset yang ter impairment bisa mengubah hasil penilaian kreditmu.

Pengertian impairment adalah
Sumber gambar: Freepik

Kapan Aset Bisa Dianggap Mengalami Impairment?

Aset tidak langsung dianggap ter impairment. Ada tanda-tanda yang biasanya jadi indikator awal:

  • Penurunan nilai pasar secara signifikan
    Misalnya harga mesin yang dulunya mahal, tapi sekarang jatuh karena teknologi baru.
  • Kerusakan fisik
    Aset rusak akibat kecelakaan, kebakaran, atau keausan berat.
  • Aset tidak memberikan manfaat ekonomi seperti dulu
    Software tidak lagi mendukung sistem terbaru adalah contoh nyata.
  • Perubahan lingkungan bisnis atau regulasi
    Misalnya, aturan baru yang membuat aset tertentu tidak boleh dipakai lagi.

Ketika ada indikasi seperti ini, perusahaan wajib melakukan uji impairment (impairment test) untuk mengetahui seberapa besar penurunannya.

Baca juga: Apa itu Investor? Peran, Jenis, dan Cara Menjadi Investor Pemula

Cara Kerja Impairment

Uji impairment biasanya dilakukan lewat 3 langkah:

1. Menentukan nilai tercatat (carrying amount)

Ini adalah nilai aset tercatat dalam laporan keuangan setelah dikurangi akumulasi depresiasi.

2. Menghitung nilai terpulihkan (recoverable amount)

Recoverable amount adalah nilai tertinggi antara:

  • fair value minus cost to sell, atau
  • value in use (manfaat ekonomis yang masih bisa diberikan aset).

3. Menghitung selisihnya

Impairment = nilai tercatat – nilai terpulihkan. 

Jika hasilnya positif, berarti ada kerugian penurunan nilai (impairment loss) yang harus dicatat.

Pengertian impairment adalah
Sumber gambar: Freepik

Contoh Impairment di Dunia Nyata

Supaya lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh impairment yang sering terjadi:

1. Kendaraan usaha yang rusak berat

Misalnya mobil operasional mengalami kecelakaan dan nilainya turun lebih dari 40%. Walau masih bisa dipakai, kemampuan operasionalnya sudah jauh berkurang.

2. Mesin produksi yang sudah ketinggalan teknologi

Mesin lama mungkin masih bekerja, tapi tidak seefisien teknologi terbaru. Jika output-nya turun drastis, nilai ekonomisnya juga turun.

3. Jatuhnya nilai properti karena perubahan lingkungan

Contoh: ruko yang dulu ramai tiba-tiba sepi karena rute transportasi berubah atau pusat keramaian pindah.

4. Software bisnis tidak di-update

Banyak perusahaan mengalami impairment pada software custom, sehingga akhirnya tidak kompatibel lagi dengan sistem operasional baru.

5. Persediaan barang usang (obsolete inventory)

Barang stok lama atau model lama sehingga tidak laku lagi juga termasuk aset terimpairment.

Dalam semua skenario ini, impairment adalah mekanisme penyesuaian nilai agar dapat mencerminkan kondisi sebenarnya.

Baca juga: Biaya Overhead: Komponen, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Dampak Impairment Terhadap Bisnis dan Personal Finance

  • Pengurangan nilai aset
    Secara langsung, aset akan berkurang nilainya dalam laporan keuangan.
  • Mempengaruhi laba rugi
    Kerugian impairment dicatat sebagai beban, sehingga bisa menurunkan laba.
  • Mengganggu rasio keuangan
    Rasio solvabilitas dan leverage bisa berubah dan memengaruhi nilai kredit.
  • Pengaruh ke keputusan bank
    Bank biasanya tidak suka melihat aset overvalued. Transparansi menurunkan risiko gagal bayar.
  • Pengaruh ke strategi investasi pribadi
    Jika kamu tahu suatu aset sudah terimpairment, kamu bisa cepat-cepat melakukan reposisi aset atau upgrade.

Impairment dan Kredit: Kenapa Penting Mengecek Kondisi Finansialmu

Aset yang menurun nilai bisa berdampak ke kemampuan bayar dan bahkan peluang pengajuan kreditmu. Karena itu, penting banget buat tahu kondisi finansial secara keseluruhan.

Skorlife bisa bantu kamu lebih siap:

✔ Cek Riwayat Kredit.
Lihat apakah ada riwayat tunggakan atau keterlambatan yang perlu diperbaiki.

✔ Cek Peluang Pengajuan Kredit.
Skorlife bantu kamu melihat kemungkinan pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), KKB (Kredit Kendaraan Bermotor), atau pinjaman modal disetujui.

✔ Manajemen Keuangan & Rekomendasi Tindakan.
Termasuk rekomendasi pelunasan tunggakan dan cara mengatur budgeting agar cash flow tetap sehat.

Dengan visibilitas penuh terhadap riwayat kredit, kamu bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan investasi atau pembelian aset baru.

Tips Mengelola Risiko Impairment

  • Rawat aset secara rutin
    Pencegahan lebih murah daripada perbaikan besar.
  • Evaluasi aset secara berkala
    Cek apakah aset masih memberikan manfaat maksimal.
  • Hindari membeli aset yang tidak dibutuhkan
    Aset yang jarang dipakai lebih cepat kehilangan nilai.
  • Pertimbangkan teknologi terbaru
    Jangan menunggu aset benar-benar usang sebelum upgrade.
  • Cek kondisi kredit sebelum mengambil pinjaman
    Dengan Skorlife, kamu bisa memantau kondisi kredit sehingga pembelian aset lewat kredit lebih aman.

Baca juga: Panduan Manajemen Keuangan Pribadi: Cocok untuk Pekerja Awal Karier

Kesimpulan

Kalau disederhanakan, impairment adalah mekanisme untuk memastikan nilai aset tetap akurat dan realistis. Ini penting bukan hanya untuk perusahaan besar, tapi juga untuk individu dalam merencanakan keuangan dengan lebih matang.

Dengan memahami impairment, kamu bisa:

  • menilai kualitas asetmu lebih baik,
  • mengambil keputusan pembelian atau perbaikan aset secara lebih bijak,
  • serta menjaga kesehatan finansial, terutama saat ingin mengajukan kredit.

Dan kalau kamu butuh gambaran lebih jelas soal kondisi kreditmu, Skorlife bisa jadi partner terbaik untuk membantu kamu melihat peluang serta mengelola finansial dengan lebih percaya diri.


FAQ Seputar Impairment

  1. Apa itu impairment dalam konteks akuntansi?

Impairment adalah penurunan nilai aset yang signifikan sehingga nilai tercatatnya tidak lagi mencerminkan nilai ekonomis sebenarnya. Biasanya terjadi ketika aset sudah tidak mampu menghasilkan manfaat seperti sebelumnya, misalnya akibat kerusakan atau penurunan pasar.

  1. Apa saja tanda aset harus diuji impairment?

Indikasinya bisa berupa penurunan harga pasar secara cukup besar, kerusakan fisik yang mengurangi fungsi aset, performa yang terus menurun, atau adanya perubahan regulasi sehingga membuat aset menjadi kurang bermanfaat. Jika satu atau lebih ciri ini muncul, uji impairment sebaiknya segera dilakukan.

  1. Apa perbedaan impairment dan depresiasi?

Depresiasi adalah penurunan nilai secara bertahap sesuai umur ekonomis aset dan sifatnya terjadwal. Sementara impairment terjadi tiba-tiba karena kondisi tertentu, serta penurunannya biasanya jauh lebih besar dari depresiasi biasa.

  1. Apakah impairment bisa dibalik?

Dalam beberapa standar akuntansi, impairment bisa dibalik (reversal) jika nilai aset membaik, misalnya karena pasar pulih atau aset diperbaiki. Namun ada pengecualian penting: impairment pada goodwill tidak boleh dibalik meskipun kondisinya membaik.

  1. Bagaimana impairment mempengaruhi laporan keuangan?

Impairment dicatat sebagai beban yang mengurangi laba pada periode tersebut. Selain itu, nilai aset di neraca juga otomatis turun sehingga mempengaruhi rasio keuangan dan posisi aset perusahaan secara keseluruhan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments