Apa Itu Kredit Pertanian? Manfaat dan Cara Mengajukannya

Kredit pertanian adalah solusi pembiayaan untuk petani dan agribisnis. Kenali manfaat, jenis, syarat, dan cara mengajukan kredit pertanian dengan aman.

Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor ini menyerap lebih dari 29% tenaga kerja nasional. Namun dibalik perannya yang besar, banyak petani dan pelaku usaha agribisnis masih menghadapi tantangan klasik, yakni akses permodalan.

Di sinilah kredit pertanian berperan penting. Produk pembiayaan ini dirancang khusus untuk membantu kegiatan usaha di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan. Lalu, apa itu kredit pertanian, manfaatnya, serta bagaimana cara mengajukannya dengan lebih percaya diri.

Baca juga: 7 Faktor yang Menentukan Kelayakan Kredit

Apa Itu Kredit Pertanian?

Kredit pertanian adalah fasilitas pinjaman dari bank atau lembaga keuangan yang ditujukan khusus untuk mendukung kegiatan usaha di sektor pertanian. Dana pinjaman ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan produktif, mulai dari pembelian bibit, pupuk, alat pertanian, hingga modal operasional saat masa tanam.

Berbeda dengan pinjaman konsumtif, kredit pertanian biasanya memiliki skema lebih fleksibel, disesuaikan dengan siklus panen. Artinya, tenor serta jadwal pembayaran dibuat agar tidak memberatkan cash flow petani.

Di Indonesia, salah satu bentuk paling populer dari kredit pertanian adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian, yang didukung pemerintah dengan bunga relatif rendah.

kredit pertanian
Sumber gambar: Freepik

Jenis-Jenis Kredit Pertanian yang Umum Ditemui

Agar tidak bingung saat memilih, berikut beberapa jenis kredit pertanian yang umum ditawarkan:

  1. KUR Pertanian
    Cocok untuk petani kecil dan menengah. Bunga KUR saat ini berada di kisaran 6% per tahun, jauh lebih rendah dibanding kredit komersial.
  2. Kredit Modal Kerja Pertanian
    Digunakan untuk kebutuhan jangka pendek seperti pupuk, benih, hingga biaya tenaga kerja.
  3. Kredit Investasi Pertanian
    Untuk pembelian aset jangka panjang seperti traktor, mesin panen, atau pembangunan infrastruktur pertanian.

Memilih jenis kredit yang tepat membantu usaha tetap sehat tanpa tekanan cicilan berlebihan.

Baca juga: Kredit Investasi: Pengertian, Fungsi & Cara Mengajukan

Manfaat Kredit Pertanian bagi Petani dan Agribisnis

Kalau dimanfaatkan dengan tepat, kredit pertanian bisa menjadi leverage yang sangat membantu. Beberapa manfaat utamanya:

1. Menjaga kelancaran modal usaha

Dalam praktiknya, banyak petani terjebak jeda antara masa tanam dan panen. Kredit pertanian membantu menutup kebutuhan modal di fase ini, sehingga kamu tidak perlu menunggu panen berikutnya atau menjual aset pribadi demi memulai musim tanam baru. Alur kas jadi lebih stabil, serta operasional usaha bisa terus berjalan tanpa tersendat.

2. Meningkatkan produktivitas

Akses terhadap pupuk berkualitas, bibit unggul, hingga alat pertanian modern sering kali menentukan hasil panen. Dengan dukungan pembiayaan, petani dan pelaku agribisnis bisa berinvestasi pada teknologi yang tepat, bukan sekadar bertahan, tapi benar-benar meningkatkan hasil ataupun efisiensi kerja.

3. Skema pembayaran lebih realistis

Salah satu keunggulan kredit pertanian adalah fleksibilitasnya. Banyak produk kredit dirancang mengikuti siklus panen, sehingga cicilan tidak harus dibayar di saat pemasukan belum masuk. Ini membantu menjaga cash flow tetap sehat dan mengurangi risiko gagal bayar karena timing yang tidak pas.

4. Mendorong usaha naik kelas

Dengan permodalan yang lebih terencana, usaha pertanian bisa berkembang dari skala subsisten menjadi agribisnis lebih berkelanjutan. Mulai dari memperluas lahan, menambah kapasitas produksi, hingga menjangkau pasar lebih luas, semuanya lebih memungkinkan dengan dukungan pembiayaan tepat.

Dengan kata lain, kredit ini bukan sekadar pinjaman, tapi alat bantu pertumbuhan usaha.

kredit pertanian
Sumber gambar: Freepik

Syarat Umum Mengajukan Kredit Pertanian

Setiap lembaga keuangan bisa punya kebijakan berbeda, tapi secara umum pengajuan kredit pertanian membutuhkan:

  • Identitas diri (KTP)
  • Bukti usaha pertanian (lahan, surat keterangan usaha, atau kelompok tani)
  • Rencana penggunaan dana
  • Riwayat kredit yang sehat

Nah, poin terakhir ini sering jadi penghambat tanpa disadari.

Baca juga: Kredit Macet: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Kenapa Riwayat Kredit Itu Penting?

Bank tidak hanya melihat usaha kamu, tapi juga rekam jejak finansial. Pernah telat bayar cicilan? Ada tunggakan lama yang belum beres? Semua itu tercatat di sistem kredit nasional.

Sebelum mengajukan kredit pertanian, ada baiknya kamu cek riwayat kredit lebih dulu. Dengan begitu, kamu tahu posisi finansialmu dan bisa memperbaikinya jika perlu.

Di sinilah layanan seperti Skorlife bisa membantu secara praktis:

  • Cek Riwayat Kredit untuk tahu apakah ada catatan yang berpotensi menghambat persetujuan.
  • Peluang Pengajuan Kredit, supaya kamu bisa menilai peluang disetujui sebelum benar-benar mengajukan.
  • Manajemen Keuangan, termasuk rekomendasi pembayaran tunggakan dan pengaturan budget agar cicilan tetap aman.

Langkah kecil ini bisa bikin proses pengajuan jauh lebih lancar serta minim hal-hal tak terduga.

Tips Mengajukan Kredit Pertanian agar Peluang Disetujui Lebih Besar

Supaya pengajuan kredit pertanian tidak berakhir penolakan, coba ikuti langkah berikut:

  1. Pastikan tujuan pinjaman jelas dan produktif
    Bank lebih percaya pada rencana penggunaan dana secara realistis.
  2. Rapikan riwayat kredit sejak awal
    Lunasi tunggakan kecil sebelum mengajukan pinjaman baru.
  3. Bandingkan produk dan bunga
    Selisih bunga 1-2% bisa berdampak besar dalam jangka panjang.
  4. Ajukan sesuai kemampuan cash flow
    Jangan memaksakan plafon terlalu besar jika cicilan berisiko memberatkan.

Dengan persiapan matang, kredit pertanian bisa menjadi solusi, bukan sumber stres baru.

Baca juga: 10 Cara Mendapatkan 1 Milyar Pertama untuk Generasi Muda

Kesimpulan: Kredit Pertanian Itu Alat, Bukan Beban

Mengembangkan usaha pertanian memang butuh modal, dan kredit pertanian hadir sebagai alat bantu, bukan jebakan. Selama digunakan secara bijak serta disesuaikan dengan kemampuan finansial, kredit justru bisa membuka banyak peluang baru.

Kalau kamu ingin melangkah lebih percaya diri, baik untuk kredit pertanian, KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kredit kendaraan, atau pinjaman lain, mulailah dari memahami kondisi keuanganmu sendiri. Dengan bantuan tools seperti Skorlife, kamu nggak cuma mengajukan kredit, tapi juga membangun pondasi finansial lebih sehat dan berkelanjutan.


FAQ Seputar Kredit Pertanian

  1. Apa itu kredit pertanian?

Kredit pertanian adalah fasilitas pinjaman yang diberikan bank atau lembaga keuangan untuk mendukung kegiatan usaha di sektor pertanian, seperti pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, hingga perikanan. Kredit ini umumnya bersifat produktif dan disesuaikan dengan siklus usaha tani.

  1. Apa perbedaan kredit pertanian dengan pinjaman biasa?

Perbedaan utamanya terletak pada tujuan serta skema pembayaran. Kredit pertanian dirancang untuk usaha produktif dengan tenor dan cicilan yang sering kali menyesuaikan musim panen, sementara pinjaman biasa atau konsumtif tidak mempertimbangkan pola pendapatan usaha pertanian.

  1. Siapa saja yang bisa mengajukan kredit pertanian?

Kredit pertanian dapat diajukan oleh petani perorangan, kelompok tani, UMKM agribisnis, hingga pelaku usaha pertanian skala kecil dan menengah. Selama ada bukti usaha jelas serta riwayat kredit cukup baik, peluang pengajuan relatif terbuka.

  1. Apakah kredit pertanian harus menggunakan agunan?

Tidak selalu. Beberapa produk seperti KUR pertanian menawarkan plafon tertentu tanpa agunan tambahan. Namun, untuk kredit dengan nilai lebih besar atau kredit investasi pertanian, bank biasanya meminta jaminan sesuai kebijakan masing-masing.

  1. Kenapa pengajuan kredit pertanian bisa ditolak?

Beberapa penyebab umum antara lain riwayat kredit bermasalah, dokumen usaha tidak lengkap, atau kemampuan bayar yang dinilai belum memadai. Karena itu, penting untuk mengecek riwayat kredit dan kondisi keuangan terlebih dahulu sebelum mengajukan kredit pertanian.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments