Mengenal Apa Itu Surat Perbendaharaan Negara (SPN): Instrumen Aman untuk Investasi Jangka Pendek
Surat Perbendaharaan Negara (SPN) adalah instrumen investasi jangka pendek yang aman dan dijamin negara. Pelajari cara kerja dan keuntungannya
Kalau kamu sedang mulai tertarik investasi yang relatif aman dan cocok untuk jangka pendek, Surat Perbendaharaan Negara bisa jadi opsi yang patut dilirik. Instrumen ini sering dianggap “teman baik” bagi investor pemula maupun yang ingin menjaga stabilitas cash flow tanpa harus ambil risiko besar.
Baca juga: 7 Jenis Instrumen Investasi: Contoh, dan Cara Memilih yang Tepat
Apa Itu Surat Perbendaharaan Negara (SPN)?
Surat Perbendaharaan Negara adalah surat utang jangka pendek yang diterbitkan langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia. SPN termasuk bagian dari Surat Berharga Negara (SBN) dan memiliki tenor maksimal 12 bulan.
Berbeda dengan obligasi yang memberikan kupon berkala, Surat Perbendaharaan Negara menggunakan sistem diskonto. Artinya, kamu membelinya di harga lebih rendah dan menerima nilai nominal penuh saat jatuh tempo. Selisih itulah keuntunganmu.
Karena diterbitkan oleh negara, tingkat risikonya tergolong sangat rendah, bahkan sering disebut sebagai salah satu instrumen paling aman di pasar keuangan Indonesia.

Bagaimana Cara Kerja Surat Perbendaharaan Negara?
Secara garis besar, mekanisme Surat Perbendaharaan Negara sebenarnya cukup sederhana serta transparan, bahkan untuk investor pemula.
- Pemerintah menerbitkan SPN melalui lelang di pasar perdana
Lelang ini biasanya diikuti oleh bank, institusi keuangan, hingga investor yang memenuhi ketentuan. Untuk investor ritel, aksesnya bisa melalui mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah. - Investor membeli SPN dengan harga diskonto
Berbeda dari deposito atau obligasi kupon, Surat Perbendaharaan Negara tidak memberikan bunga bulanan. Keuntungan kamu sudah “terkunci” sejak awal karena membeli di bawah nilai nominal. - Saat jatuh tempo, investor menerima nilai nominal penuh
SPN memiliki tenor pendek, umumnya 3, 6, atau 12 bulan. Ketika jatuh tempo, dana akan otomatis masuk ke rekening tanpa perlu kamu melakukan apa pun.
Contohnya:
- Kamu membeli SPN seharga Rp9.800.000
- Nilai nominalnya Rp10.000.000
- Saat jatuh tempo, kamu menerima Rp10.000.000
Selisih Rp200.000 itulah return-mu sebelum pajak. Mekanisme ini membuat Surat Perbendaharaan Negara terasa simpel, minim kejutan, serta cocok untuk perencanaan keuangan jangka pendek serta butuh kepastian.
Baca juga: Kredit Investasi: Pengertian, Fungsi & Cara Mengajukan
Kenapa Surat Perbendaharaan Negara Menarik untuk Investor?
Ada beberapa alasan kenapa Surat Perbendaharaan Negara sering jadi pilihan, terutama bagi investor yang mengutamakan rasa aman dan kepastian.
1. Risiko Rendah
SPN diterbitkan serta dijamin langsung oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang. Artinya, risiko gagal bayar sangat minim dibandingkan instrumen investasi lain. Jika kamu ingin “tidur lebih nyenyak” tanpa khawatir gejolak pasar harian, ini jelas nilai plus.
2. Cocok untuk Tujuan Jangka Pendek
Dengan tenor maksimal 12 bulan, Surat Perbendaharaan Negara ideal untuk dana yang memang akan dipakai dalam waktu dekat. Misalnya dana darurat, persiapan DP rumah, atau dana cadangan bisnis kecil. Uangnya tetap produktif tanpa terkunci terlalu lama.
3. Likuid dan Fleksibel
SPN dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Jadi kalau sewaktu-waktu kamu butuh dana sebelum jatuh tempo, ada opsi untuk mencairkannya lebih cepat. Fleksibilitas ini penting, apalagi kalau cash flow kamu masih dinamis.
4. Pajak Lebih Efisien
Imbal hasil Surat Perbendaharaan Negara dikenakan pajak final 10%, lebih ringan dibandingkan pajak bunga deposito yang 20%. Selisih ini kelihatan kecil, tapi dalam jangka waktu tertentu bisa bikin hasil bersih terasa lebih optimal.

Siapa yang Cocok Berinvestasi di Surat Perbendaharaan Negara?
Surat Perbendaharaan Negara cocok untuk kamu yang:
- Baru mulai investasi dan ingin instrumen aman serta mudah dipahami
- Punya dana menganggur jangka pendek dan nggak ingin nilainya tergerus inflasi
- Mencari alternatif selain deposito dengan pajak lebih ringan
- Butuh penempatan dana secara stabil tanpa fluktuasi harga yang tajam
Kabar baiknya, kamu nggak perlu modal besar. Saat ini, SPN ritel bisa dibeli mulai dari Rp1 juta, jadi cukup realistis untuk investor pemula yang ingin mulai pelan-pelan tapi terarah.
Baca juga: Cara & Syarat Pinjam Uang di Bank agar Disetujui
Perbedaan Surat Perbendaharaan Negara dan Obligasi Negara
Biar nggak bingung, ini perbedaannya secara ringkas:
| Aspek | SPN | Obligasi Negara |
| Tenor | ≤ 12 bulan | > 1 tahun |
| Imbal hasil | Diskonto | Kupon berkala |
| Risiko | Sangat rendah | Rendah-menengah |
| Tujuan | Jangka pendek | Jangka menengah-panjang |
Kalau kamu masih ingin fleksibilitas tinggi, Surat Perbendaharaan Negara biasanya lebih pas.
Investasi dan Kesehatan Finansial Pribadi
Investasi aman seperti Surat Perbendaharaan Negara seringkali jadi fondasi keuangan sehat. Tapi sebelum mulai investasi, satu hal penting yang sering terlupakan adalah kondisi kredit pribadi.
Percuma punya aset investasi kalau riwayat kredit bermasalah sehingga membuat pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau kredit kendaraan jadi seret.
Di sini, Skorlife bisa bantu secara praktis:
- Cek Riwayat Kredit: Pastikan skor kreditmu aman sebelum mengajukan pinjaman
- Peluang Pengajuan Kredit: Lihat peluang persetujuan kreditmu, jadi lebih pede saat ajukan KPR atau kredit lainnya
- Manajemen Keuangan: Dapat rekomendasi pembayaran tunggakan dan pengaturan budget secara realistis
Dengan keuangan lebih tertata, investasi serta kredit bisa jalan beriringan, bukan saling menghambat.
Baca juga: Rekomendasi Investasi Modal Kecil yang Cocok untuk Pemula
Kesimpulan: Apakah Surat Perbendaharaan Negara Layak Dipertimbangkan?
Kalau kamu mencari instrumen yang aman, simpel, dan cocok untuk tujuan jangka pendek, Surat Perbendaharaan Negara jelas layak dipertimbangkan. Return memang tidak spektakuler, tapi stabilitas dan keamanannya jadi nilai utama.
Ingat, keuangan yang sehat bukan cuma soal investasi, tapi juga tentang mengelola risiko, arus kas, dan kredit dengan bijak. Mulai dari langkah kecil, entah itu investasi SPN atau cek skor kredit, yang terpenting adalah konsisten serta memiliki tujuan.
FAQ Seputar Surat Perbendaharaan Negara (SPN)
- Apa itu Surat Perbendaharaan Negara (SPN)?
Surat Perbendaharaan Negara adalah surat utang jangka pendek yang diterbitkan oleh pemerintah dengan tenor maksimal 12 bulan. SPN menggunakan sistem diskonto, di mana investor membeli di bawah nilai nominal dan menerima nilai penuh saat jatuh tempo.
- Apakah Surat Perbendaharaan Negara aman untuk investor pemula?
Ya, relatif sangat aman. Surat Perbendaharaan Negara dijamin langsung oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang, sehingga risiko gagal bayar sangat minim. Karena itu, SPN sering menjadi pilihan investor pemula jika ingin mulai investasi dengan risiko rendah.
- Apa perbedaan Surat Perbendaharaan Negara dan deposito?
Perbedaan utamanya ada pada mekanisme imbal hasil dan pajak. SPN menggunakan diskonto dengan pajak 10%, sedangkan deposito memberikan bunga dengan pajak 20%. Selain itu, SPN bisa diperjualbelikan di pasar sekunder, sementara deposito umumnya terkunci hingga jatuh tempo.
- Berapa minimal investasi Surat Perbendaharaan Negara?
Untuk investor ritel, Surat Perbendaharaan Negara bisa dibeli mulai dari sekitar Rp1 juta. Nominal ini cukup terjangkau dan cocok untuk kamu yang ingin mencoba investasi aman tanpa modal besar.
- Apakah SPN bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?
Bisa. Surat Perbendaharaan Negara dapat dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Namun, harga jualnya akan mengikuti kondisi pasar saat itu, sehingga nilainya bisa sedikit berbeda dari harga beli.





