Rollover Deposito: Pengertian, Kelebihan & Kekurangannya

Rollover deposito adalah perpanjangan deposito otomatis. Kenali pengertian, kelebihan, kekurangan, dan tips aman sebelum mengaktifkannya di sini.

Jika kamu ingin menabung dengan lebih “disiplin” serta hasil relatif stabil, deposito sering jadi pilihan. Tapi saat membuka deposito, kamu mungkin pernah ditanya pihak bank: “Mau pakai rollover?” Nah, rollover deposito adalah fitur yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar ke cash flow hingga perencanaan keuangan.

Yuk, kita bahas secara santai tapi tuntas, mulai dari pengertian, jenisnya, sampai kapan rollover deposito cocok dan kapan sebaiknya dihindari.

Baca juga: Mengenal Hedging, Strategi Lindung Nilai dalam Dunia Keuangan

Apa Itu Rollover Deposito?

Secara sederhana, rollover deposito adalah proses perpanjangan otomatis deposito saat jatuh tempo, tanpa perlu kamu datang lagi ke bank atau melakukan instruksi ulang.

Artinya, ketika tenor deposito berakhir (misalnya 1, 3, atau 6 bulan), dana tersebut tidak langsung masuk ke rekening tabungan, tapi diputar kembali sesuai pengaturan yang kamu pilih sejak awal.

Di Indonesia, fitur rollover ini umum tersedia di bank-bank yang diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan mekanismenya sudah diatur secara resmi.

Apa Itu Investasi
Sumber gambar: Freepik

Jenis-Jenis Rollover Deposito

Sebelum memilih, penting untuk tahu bahwa rollover deposito adalah konsep umum namun memiliki beberapa variasi berikut:

1. Rollover Pokok (ARO – Automatic Roll Over)

Pada jenis ini, pokok deposito diperpanjang, sementara bunga akan langsung ditransfer ke rekening tabunganmu.

Cocok untuk kamu yang:

  • Ingin pendapatan bunga rutin
  • Tetap menjaga dana pokok tidak terpakai

2. Rollover Pokok + Bunga

Di sini, pokok dan bunga digabung lalu didepositokan kembali.

Karena itu, rollover deposito adalah strategi umum dipakai untuk efek compounding (bunga berbunga).

Cocok untuk:

  • Tujuan jangka menengah–panjang
  • Dana yang benar-benar “diparkir”

3. Non-Rollover (Cair Otomatis)

Bukan rollover sebenarnya, tapi sering jadi pembanding. Saat jatuh tempo, dana otomatis masuk ke rekening tabungan.

Pilihan ini pas kalau:

  • Kamu butuh dana dalam waktu dekat
  • Ingin fleksibilitas lebih tinggi

Baca juga: Mengenal Reksadana Terproteksi: Panduan Lengkap untuk Pemula

Kelebihan Rollover Deposito

Kalau digunakan dengan tepat, rollover deposito adalah alat cukup powerful dalam manajemen keuangan. Ini beberapa keunggulannya:

1. Praktis dan Minim Ribet

Kamu nggak perlu repot memantau tanggal jatuh tempo setiap bulan atau bolak-balik ke bank. Begitu tenor berakhir, sistem bank langsung memperpanjang otomatis sesuai pengaturan awal. Cocok jika kamu ingin keuangan tetap “jalan” meski sibuk dengan aktivitas harian.

2. Disiplin Menabung

Karena dana tidak langsung cair ke rekening, rollover deposito adalah cara “memaksa halus” agar uang tidak mudah terpakai untuk belanja impulsif. Ini sangat membantu jika kamu sering tergoda memakai dana tabungan untuk kebutuhan yang sebenarnya bisa ditunda.

3. Potensi Bunga Lebih Optimal

Terutama pada skema rollover pokok + bunga, bunga yang diperoleh akan langsung ikut diputar kembali. Hasilnya, nilai deposito bisa tumbuh lebih optimal dibandingkan tabungan biasa yang bunganya relatif kecil dan jarang terasa dampaknya.

4. Risiko Relatif Rendah

Deposito di bank dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama suku bunga tidak melebihi tingkat penjaminan. Inilah alasan mengapa deposito, termasuk dengan sistem rollover, sering dipilih sebagai instrumen “aman” untuk menyimpan dana.

kelebihan dan kekurangan rollover deposito

Kekurangan Rollover Deposito 

Meski aman, rollover deposito adalah produk yang tetap punya sisi minus, terutama soal likuiditas.

1. Dana Kurang Fleksibel

Begitu dana masuk deposito rollover, aksesnya jadi terbatas. Kalau kamu tiba-tiba butuh uang sebelum jatuh tempo, pencairan bisa dikenakan penalti atau bunga hangus. Ini bisa mengganggu cash flow kalau tidak dipersiapkan sejak awal.

2. Risiko Lupa Evaluasi Bunga

Suku bunga deposito bisa berubah mengikuti kondisi ekonomi. Tanpa evaluasi berkala, rollover deposito adalah keputusan yang cenderung pasif dan berisiko membuatmu “terjebak” di bunga kurang kompetitif saat suku bunga pasar sedang naik.

3. Kurang Cocok untuk Dana Darurat

Dana darurat idealnya mudah diakses kapan saja. Menyimpannya di deposito dengan sistem rollover justru bisa bikin dilema saat kondisi mendesak, aman di atas kertas, tapi kurang praktis di situasi nyata.

Baca juga: Apa itu DCA (Dollar Cost Averaging) dan Panduan Investasinya

Rollover Deposito Cocok untuk Siapa?

Secara praktis, rollover deposito adalah pilihan tepat jika kamu:

  • Sudah punya dana darurat terpisah
  • Tidak membutuhkan dana tersebut dalam waktu dekat
  • Ingin instrumen rendah risiko
  • Sedang menyiapkan dana pendidikan, DP rumah, atau tujuan keuangan tertentu

Sebaliknya, jika kondisi keuangan masih sering ketarik untuk kebutuhan mendadak, sebaiknya pikir ulang sebelum mengaktifkan rollover.

Scam - Investasi Bodong
Sumber gambar: Freepik

Tips Aman Sebelum Mengaktifkan Rollover Deposito

Agar nggak salah langkah, ada beberapa hal sederhana tapi penting untuk kamu perhatikan sebelum mengaktifkan rollover:

1. Tentukan Tujuan Dana Sejak Awal

Pastikan dulu dana ini memang uang dingin. Apakah untuk dana pendidikan, rencana DP rumah, atau sekadar menyimpan surplus cash? Dengan tujuan jelas, kamu bisa lebih tenang karena tahu dana tersebut memang tidak akan dipakai dalam waktu dekat.

2. Pilih Jenis Rollover Sesuai Kebutuhan Cash Flow

Kalau kamu masih butuh pemasukan rutin, rollover pokok saja bisa jadi pilihan karena bunga tetap cair ke rekening. Tapi kalau cash flow sudah aman, rollover pokok + bunga bisa membantu nilai deposito tumbuh lebih optimal.

3. Catat Tanggal Jatuh Tempo Meski Otomatis

Walaupun sistem bank berjalan otomatis, tetap penting untuk mencatat tanggal jatuh tempo. Ini membantu kamu mengevaluasi apakah deposito masih relevan, atau justru perlu dicairkan dan dialihkan ke instrumen lain.

4. Bandingkan Bunga Deposito Antar Bank Secara Berkala

Suku bunga bisa berubah mengikuti kondisi ekonomi. Dengan rutin membandingkan, kamu bisa memastikan dana tidak “diam” di bunga yang kalah menarik. Kadang selisih kecil saja bisa terasa dampaknya dalam jangka panjang.

Ingat, rollover deposito adalah alat bantu untuk merapikan keuangan, bukan solusi semua masalah finansial. Tetap kombinasikan dengan dana darurat yang likuid dan perencanaan keuangan realistis agar hasilnya benar-benar optimal.

Hubungannya dengan Skor Kredit & Perencanaan Finansial

Meski deposito tidak langsung mempengaruhi skor kredit, pengelolaan keuangan yang rapi punya dampak besar saat kamu ingin mengajukan pinjaman.

Di sinilah peran Skorlife jadi relevan:

  • Cek Riwayat Kredit
    Bantu kamu tahu kondisi skor kredit sebelum mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kredit kendaraan, atau pinjaman lain.
  • Peluang Pengajuan Kredit
    Lihat peluang pengajuan kreditmu disetujui, jadi lebih percaya diri ambil keputusan finansial.
  • Manajemen Keuangan
    Dapat rekomendasi pembayaran tunggakan dan pengaturan budget agar cash flow tetap sehat.

Dengan kondisi keuangan terkontrol, keputusan seperti memilih rollover deposito adalah langkah strategis, bukan sekadar ikut-ikutan.

Baca juga: Rekomendasi Investai Modal Kecil cocok untuk Pemula

Kesimpulan

Singkatnya, rollover deposito adalah fitur perpanjangan otomatis deposito yang praktis, aman, dan cocok untuk tujuan keuangan tertentu. Namun, karena sifatnya kurang fleksibel, kamu tetap perlu menyesuaikannya dengan kondisi cash flow dan rencana finansial pribadi.

Kalau digunakan dengan sadar dan didukung perencanaan keuangan secara matang, rollover deposito bisa jadi “teman setia” dalam perjalanan finansialmu, bukan jebakan yang bikin serba susah di tengah jalan.


FAQ Seputar Rollover Deposito

  1. Rollover deposito adalah apa?

Rollover deposito adalah proses perpanjangan deposito secara otomatis saat jatuh tempo, tanpa perlu instruksi ulang dari nasabah. Dana akan diputar kembali sesuai jenis rollover yang dipilih, baik hanya pokok maupun pokok beserta bunganya.

  1. Apa perbedaan rollover pokok dan rollover pokok + bunga?

Rollover pokok berarti hanya dana awal yang diperpanjang, sementara bunga masuk ke rekening tabungan. Sedangkan rollover pokok + bunga menggabungkan bunga ke dalam deposito, sehingga nilai simpanan bisa tumbuh lebih optimal dari waktu ke waktu.

  1. Apakah rollover deposito bisa dibatalkan?

Bisa. Umumnya bank mengizinkan perubahan atau pembatalan rollover sebelum atau tepat saat jatuh tempo. Namun, jika deposito dicairkan di tengah tenor, biasanya akan dikenakan penalti atau bunga tidak dibayarkan.

  1. Apakah rollover deposito aman?

Ya, selama disimpan di bank yang diawasi OJK. Deposito juga dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama suku bunga yang diterima tidak melebihi tingkat penjaminan yang berlaku.

  1. Apakah rollover deposito cocok untuk dana darurat?

Kurang disarankan. Karena sifatnya kurang fleksibel, rollover deposito adalah pilihan yang lebih cocok untuk dana tujuan jangka menengah atau panjang, bukan dana darurat yang perlu diakses kapan saja.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments