Strategi Swing Trading: Cara Kerja, Kelebihan, dan Tips Memulainya

Pelajari strategi swing trading untuk investasi secara praktis: pengertian, cara kerja, perbedaan dengan scalping, risiko & tips memulai untuk pemula.

Di tengah fluktuasi pasar saham dan kripto yang makin dinamis, banyak investor ritel mulai melirik swing trading sebagai strategi untuk mencari peluang cuan jangka pendek-menengah. Strategi ini sering dianggap “jalan tengah” antara trading harian yang intens dan investasi jangka panjang yang butuh kesabaran ekstra.

Tapi sebenarnya, swing trading itu seperti apa? Apakah strategi investasi ini cocok jika kamu masih bekerja kantoran atau baru mulai belajar trading?

Baca juga: Cara Trading Crypto untuk Pemula: Panduan Lengkap Mulai dari Nol

Apa Itu Swing Trading?

Secara sederhana, swing trading adalah strategi trading dengan memanfaatkan pergerakan harga (swing) dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Trader tidak perlu mantengin chart setiap menit, tapi tetap aktif memantau tren serta momentum pasar.

Dalam swing trading, tujuan utamanya adalah membeli aset saat harga berada di area potensial naik, lalu menjualnya ketika target profit tercapai, tanpa harus menunggu bertahun-tahun seperti investor jangka panjang.

Strategi ini umum digunakan di:

  • Saham
  • Kripto
  • Forex
  • Indeks
strategi swing trading
Sumber gambar: Freepik

Cara Kerja Swing Trading

Lalu, bagaimana cara kerja strategi swing trading? Strategi investasi ini dijalankan dengan alur cukup sistematis. Bukan sekadar “feeling pasar”, tapi kombinasi analisis dan disiplin.

1. Analisis tren harga

Langkah pertama dalam swing trading adalah membaca arah pasar. Trader mengidentifikasi apakah harga sedang dalam tren naik (uptrend), turun (downtrend), atau bergerak sideways.

Untuk membantu, biasanya digunakan indikator teknikal seperti:

  • Moving Average (MA) untuk melihat arah tren utama
  • RSI untuk mengukur kondisi overbought atau oversold
  • MACD untuk membaca momentum perubahan tren

Tujuannya sederhana: ikut arus, bukan melawan pasar.

2. Menentukan titik entry

Setelah tren terlihat jelas, trader mencari momen masuk yang relatif aman. Entry biasanya dilakukan saat harga mengalami koreksi ringan (pullback), tapi masih searah dengan tren utama.

Di fase ini, kesabaran penting. Dalam swing trading, menunggu setup ideal seringkali lebih menguntungkan daripada terlalu sering masuk posisi.

3. Menetapkan target profit dan cut loss

Ini bagian krusial. Sebelum membuka posisi, trader sudah menentukan:

  • Target profit: di mana keuntungan akan direalisasikan
  • Cut loss: batas kerugian maksimal jika pasar bergerak berlawanan

Prinsipnya, risiko harus lebih kecil dari potensi profit. Di dunia swing trading, disiplin menjalankan rencana jauh lebih penting daripada feeling atau spekulasi berlebihan.

4. Menunggu momentum

Setelah posisi terbuka, trader tinggal memantau perkembangan harga. Posisi biasanya ditahan beberapa hari hingga beberapa minggu, sampai target tercapai atau muncul sinyal pembalikan tren.

Pendekatan ini membuat swing trading terasa lebih santai dibanding day trading, tapi tetap membutuhkan perencanaan secara matang serta kontrol emosi yang baik.

Baca juga: Definisi dan Pengertian All-Time High (ATH) dalam Investasi

Kelebihan Swing Trading

Kenapa strategi ini cukup populer? Ini beberapa keunggulan swing trading sehingga kerap jadi strategi investasi pilihan:

1. Lebih fleksibel waktu

Kamu tak perlu memantau chart dari pagi sampai sore. Cukup cek pasar secara berkala, misalnya pagi atau malam hari. Cocok untuk pekerja kantoran, freelancer, atau jika kamu masih punya aktivitas utama lain.

2. Potensi profit lebih besar per transaksi

Karena memanfaatkan pergerakan harga yang lebih panjang, target profit swing trading biasanya lebih lebar dibanding trading harian. Sekali posisi jalan, hasilnya bisa terasa lebih signifikan.

3. Lebih tenang secara mental

Frekuensi transaksi lebih sedikit membuat tekanan emosional relatif lebih rendah. Kamu nggak dipaksa mengambil keputusan cepat setiap menit, sehingga lebih rasional dalam bertindak.

4. Bisa dikombinasikan dengan investasi

Banyak investor menggunakan swing trading sebagai pelengkap strategi investasi jangka panjang. Sebagian dana diinvestasikan, sebagian lagi dipakai untuk menangkap peluang jangka pendek-menengah.

aplikasi trading crypto
sumber gambar: Freepik

Risiko yang Perlu Dipahami

Meski swing trading terdengar menarik dan relatif fleksibel, tetap ada risiko dari strategi invetasi ini. Memahami risiko ini justru membantu kamu bertahan lebih lama di pasar.

1. Risiko gap harga akibat berita atau sentimen pasar

Harga bisa melonjak atau turun tajam saat pasar dibuka karena rilis berita ekonomi, laporan kinerja emiten, atau sentimen global. Dalam swing trading, kondisi ini bisa membuat harga langsung “loncat” melewati area cut loss atau target yang sudah dipasang.

2. False breakout

Tidak semua sinyal teknikal berujung pergerakan lanjutan. Kadang harga terlihat menembus resistance atau support, tapi ternyata hanya jebakan pasar. False breakout seperti ini cukup umum serta bisa memicu kerugian jika trader terlalu agresif masuk posisi.

3. Overconfidence setelah beberapa kali profit

Risiko swing trading satu ini seringkali tidak terasa. Setelah beberapa transaksi berhasil, trader bisa merasa “sudah jago”, lalu mulai mengabaikan aturan sendiri, misalnya memperlebar cut loss atau masuk tanpa analisis matang. Dalam swing trading, konsistensi jauh lebih penting daripada euforia sesaat.

Sebagai gambaran, data dari Bursa Efek Indonesia (IDX) menunjukkan bahwa banyak investor ritel yang merugi bukan karena strateginya salah, melainkan karena kurang disiplin dalam manajemen risiko serta pengendalian emosi.

Tips Memulai Swing Trading untuk Pemula

Kalau kamu tertarik mencoba swing trading, beberapa tips ini bisa jadi pegangan awal:

  1. Mulai dari modal yang aman
    Gunakan dana dingin. Tak apa-apa mulai kecil, selama dilakukan secara konsisten dan terkontrol.
  2. Fokus pada aset likuid
    Pilih saham atau aset dengan volume transaksi tinggi agar mudah keluar-masuk posisi.
  3. Gunakan jurnal trading
    Catat alasan entry, exit, dan hasilnya. Ini membantu evaluasi serta mengurangi kesalahan berulang.
  4. Jangan abaikan kondisi keuangan pribadi
    Trading akan terasa jauh lebih tenang kalau cash flow dan kewajiban finansialmu beres.

Di titik ini, kamu bisa memanfaatkan fitur Manajemen Keuangan dari aplikasi Skorlife untuk:

  • Dapat rekomendasi pembayaran tunggakan
  • Mengatur budget agar dana trading tidak mengganggu kebutuhan utama

Baca juga: Investasi untuk Pemula: Mulai dari Mana? Ini Panduan Awalnya

Swing Trading vs Investasi Jangka Panjang

Penting untuk diingat, swing trading bukan pengganti investasi jangka panjang. Keduanya punya tujuan hingga pendekatan berbeda.

  • Swing trading
    Fokus pada memanfaatkan momentum harga jangka pendek-menengah, dengan target profit dari fluktuasi pasar.
  • Investasi jangka panjang
    Fokus pada pertumbuhan nilai aset secara bertahap, biasanya dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan dan horizon waktu bertahun-tahun.

Banyak orang memilih mengkombinasikan keduanya: sebagian dana dikelola untuk investasi jangka panjang, sebagian lagi digunakan untuk swing trading. Selama kondisi finansial sehat, cash flow aman, serta tujuan jelas, kombinasi ini bisa saling melengkapi, bukan saling mengganggu.

Apa itu investor
Image source: Freepik

Pentingnya Kesehatan Finansial Sebelum Trading

Satu hal yang sering dilupakan trader pemula: kondisi kredit dan kewajiban finansial pribadi. Sebelum serius menjalankan swing trading, ada baiknya kamu:

Semua itu bisa kamu lakukan dengan mudah lewat Skorlife. Dengan kondisi finansial yang jelas sekaligus terkontrol, keputusan trading pun jadi lebih rasional, bukan emosional.

Baca juga: Memahami Perbedaan Forex dan Crypto serta Perbandingannya

Kesimpulan

Swing trading bisa menjadi strategi investasi menarik bagi kamu yang ingin aktif di pasar tanpa harus full-time trading. Kuncinya ada pada disiplin, manajemen risiko, dan kesiapan finansial secara menyeluruh.

Selama kamu memahami strateginya, jaga cash flow, dan pastikan kondisi keuangan pribadi tetap sehat, kamu bisa mencoba strategi investasi ini secara perlahan. Trading boleh agresif, tapi keuangan tetap harus realistis.


FAQ Seputar Swing Trading

  1. Apa yang dimaksud dengan swing trading?

Swing trading adalah strategi trading yang bertujuan mengambil keuntungan dari pergerakan harga (swing) dalam jangka waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Trader membeli aset saat harga berpotensi naik, kemudian menjualnya ketika target profit tercapai, tanpa harus memantau pasar setiap saat seperti day trading.

  1. Apa beda scalping dan swing trading?

Perbedaan utama ada pada jangka waktu dan intensitas transaksi. Scalping adalah transaksi sangat cepat (hitungan menit), frekuensi tinggi, dan butuh fokus penuh sepanjang jam pasar. Sedangkan, swing trading adalah posisi ditahan lebih lama (hari-mingguan), frekuensi lebih rendah, dan lebih fleksibel untuk yang punya aktivitas lain.

  1. Berapa lama swing trading biasanya dilakukan?

Durasi swing trading umumnya berkisar antara 2 hari hingga beberapa minggu, tergantung kondisi pasar dan target trader. Selama momentum masih searah dengan analisis awal, posisi bisa tetap dipertahankan.

  1. Bagaimana cara kerja swing trading?

Cara kerja swing trading dimulai dari analisis tren harga menggunakan indikator teknikal, lalu menentukan titik masuk (entry), target profit, dan batas kerugian (cut loss). Setelah posisi dibuka, trader menunggu momentum harga sampai target tercapai atau sinyal berubah.

  1. Apakah swing trading cocok untuk pemula?

Cocok, asal dimulai dengan pendekatan yang disiplin. Swing trading relatif lebih tenang dibanding scalping, tapi tetap membutuhkan pemahaman manajemen risiko dan kondisi keuangan pribadi yang sehat. Pemula sangat disarankan mulai dengan modal kecil serta rencana jelas.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments