Berapa Biaya Hidup di Jakarta? Pastinya Tergantung Banyak Hal Mulai dari Penghasilan Hingga Gaya Hidup

Yuk, cari tahu berapa biaya hidup di Jakarta, hal yang penting terutama kalau kamu merantau dan bekerja di Jakarta.

Jakarta masih menjadi tujuan utama bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia untuk merantau. Mungkin salah satunya kamu.

Iming-iming gaji lebih tinggi dari kota asal, kesempatan lapangan kerja yang lebih luas, hingga mimpi-mimpi kehidupan yang lebih baik dibanding tinggal di kampung menjadi daya tariknya.

Lalu, berapakah gaji UMR (Upah Minimum Regional) Jakarta pada tahun 2025? Dari sejumlah laman berita daring, jumlahnya mencapai Rp5,o67 juta.

Anggap pekerjaan kamu pertama kali di Jakarta memberimu upah senilai gaji UMR Jakarta. Mari bahas bersama berapa biaya sehari-hari di Jakarta per bulan.

Berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk hidup bertahan saat merantau di Jakarta, tentunya supaya pengeluaran tidak lebih besar dari pemasukan.

Blog Skorlife telah merangkum dari berbagai sumber termasuk laman berita daring mengenai berapa biaya hidup di Jakarta.

Cari Tahu Berapa Biaya Hidup di Jakarta

1. Tempat Tinggal

Idealnya, biaya tempat tinggal memiliki batas maksimum 30% dari total pendapatan bulanan. Lebih bagus jika bisa di bawah persentase 30%.

Artinya, kamu bisa mengalokasikan selisih biaya sebagai dana darurat, tabungan, atau investasi masa depan lainnya.

Sekarang lihat, ada alternatif apa saja yang bisa kamu pilih sebagai tempat menetap sementara ketika tinggal di Jakarta.

Pertama, tempat kost. Bagi kamu yang memiliki gaji senilai UMR Jakarta, kamu bisa memilih kost standar dengan harga mulai Rp1 juta rupiah.

Untuk kost eksklusif harganya hampir mirip dengan sewa apartemen yakni sekitar Rp3 juta sampai Rp4 jutaan per bulan.

Pilihan lain kamu bisa tinggal di apartemen atau sewa rumah, tetapi biaya sewanya tentu lebih besar, kecuali kamu sudah memiliki keluarga.

Harga sewa apartemen sederhana studio di Jakarta berkisar di atas Rp5 juta. Untuk 1-2 kamar harganya bisa lebih mahal lagi mencapai Rp7 juta hingga Rp10 juta per bulan.

Sementara untuk sewa rumah biasanya ada jangka waktu minimal sewa yakni 6 bulan dengan nominal sekitar Rp40 juta.

Lokasi dan fasilitas sudah pasti menentukan harga tempat tinggal. Semakin dekat dengan pusat kota dan semakin lengkap fasilitasnya, maka harganya pun lebih tinggi.

Jika kamu cermat mencari kamu masih bisa mendapatkan kost di bawah Rp1 juta rupiah per bulan, hanya saja biasanya lokasinya di pemukiman padat penduduk. Hal ini mungkin kurang nyaman.

Lokasi apartemen atau rumah yang ada di pinggiran Jakarta pun harganya lebih rendah, tetapi perhitungkan juga ongkos kamu pergi dan pulang ke kantor ya.

2. Biaya Makan

Sama persis dengan konteks pemilihan tempat tinggal, makanan pun tergantung kepada pilihan pribadi. Tentunya tidak bisa sama.

Jika kamu benar-benar ingin mengontrol pengeluaran konsumsi, terdapat beberapa pilihan tempat makan yang bisa kamu pertimbangkan.

Pertama, warung nasi atau warteg. Biasanya, satu porsi lengkap dengan sayur dan lauk memiliki harga mulai dari Rp15 ribu.

Pilihan lauk dan sayurnya pun beragam jadi kamu bisa menyesuaikan dengan budget. Kamu bisa menentukan besarannya.

Pilihan kedua, untuk kalian yang bekerja dari kantor atau WFO (work from office). Kantin kantor, biasanya memiliki tempat makan dengan harga menengah.

Harga makanannya memang tidak semurah warung nasi atau warteg, tetapi juga tidak semahal di foodcourt mall atau restoran.

Untuk sekali makan, kamu bisa menyiapkan uang sekitar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu untuk menu nasi, ayam, sayur, dan minum es teh.

Pilihan ketiga dengan harga tertinggi yaitu restoran. Pilihan menu tentunya lebih lengkap dan bervariasi.

Tidak hanya makanan Indonesia, makanan luar negeri seperti makanan Jepang, Korea, atau Western lainnya biasanya menawarkan suasana lain.

Sekali makan paling tidak membutuhkan Rp100 ribu rupiah. Kamu bisa mempertimbangkannya untuk makan sesekali saja.

Kamu bisa mengakali budget konsumsi ini dengan kreatif. Pertimbangkanlah untuk membeli rice cooker sehingga bisa memasak nasi sendiri.

Nah, kamu juga bisa memiliki persediaan makanan kering seperti abon atau kering kentang yang memiliki ketahanan lebih lama.

Alternatif ini bisa membuat kamu hanya perlu makan satu atau dua kali di luar. Untuk memasak lauk dan sayur bisa memanfaatkan dapur bersama di kost.

Selain itu, kamu juga bisa menyimpan beberapa persediaan lainnya seperti mi instan dan telur. Jangan lupa juga untuk konsumsi buah agar kebutuhan nutrisi kamu juga terjaga, ya.

3. Biaya Transportasi

Pada dasarnya, transportasi umum tentunya akan menjadi alternatif yang lebih murah. Pertama, Transjakarta dan KRL CommuterLine adalah pilihan tepat bagi kalian.

Perlu diperhatikan untuk mempertimbangkan akses transportasi umum dalam memilih tempat tinggal. Tujuannya agar kamu dapat menghitung perkiraan budget untuk biaya transportasi.

Kedua, transportasi umum yang sedikit lebih mahal, tetapi menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan lebih adalah ojek online.

Terdiri dari motor atau mobil, cocok untuk kamu gunakan sebagai alternatif transportasi umum jika ingin menghemat waktu.

Ketiga, ada pilihan lain yang bisa kamu gunakan yaitu nebeng atau ikut bersama dengan kendaraan orang lain dengan sistem sharing cost.

Biasanya di kantor ada komunitas untuk transportasi ini jadi kamu bisa coba mencari info dari teman-teman di kantor.

Keempat, kamu bisa membawa motor atau mobil pribadi. Namun, kamu harus memperhitungkan biaya bensin, tol, parkir, hingga perawatan kendaraan.

4. Kebutuhan Komunikasi (Pulsa dan Paket WiFi)

Saat ini, pilihan untuk berkomunikasi lebih membutuhkan paket data dibandingkan dengan pulsa karena sudah menggunakan aplikasi.

Fasilitas telepon suara, telepon video, dan juga pesan dapat kamu gunakan apabila memiliki paket data atau terhubung dengan WiFi.

Untuk biaya paket data tergantung kebutuhan masing-masing orang. Selain itu, penting juga mengetahui apakah terdapat WiFi gratis di rumah kost dan di kantor.

Faktor lain yang menentukan juga provider apa kamu gunakan. Telkomsel, Indosat, XL, dan provider lainnya tentu saja memiliki tarif serta fasilitas yang berbeda-beda.

5. Kebutuhan Bulanan

Air minum adalah kebutuhan utama yang penting, pastikan kamu minum dengan cukup agar selalu sehat, ya.

Untuk air minum galon dari merek ternama, harganya kurang lebih Rp20.000 per galon. Paling tidak, sediakan biaya Rp100.000 untuk kebutuhan minum dalam satu bulan.

Selanjutnya adalah kebutuhan untuk menjaga kebersihan diri. Sabun mandi, shampoo, sabun cuci muka, dan kebutuhan kamu yang lainnya juga harus kamu hitung estimasinya dalam sebulan.

Selain kebersihan diri, tentunya kebersihan tempat tinggal juga harus kamu perhatikan ya. Kamper, sabun pembersih lantai, disinfektan, dan kebutuhan lainnya.

Manfaatkan promo di tempat kamu belanja atau bisa juga mengikuti program membership untuk mengumpulkan poin atau potongan harga khusus member.

6. Biaya Lifestyle

Kata lifestyle biasanya memberi kesan mahal. Padahal sebenarnya, lifestyle yang sehat adalah sesuatu yang harus dijaga agar hidup kamu menjadi seimbang.

Jika ada dana lebih, kamu bisa menyisihkan budget untuk gym agar tetap dapat menjaga kebugaran setiap saat.

Namun, sebenarnya olahraga bisa gratis kok dengan lari pagi atau naik sepeda saja keliling area tempat tinggal. Saat ini, banyak sejumlah taman yang bisa dimanfaatkan untuk berolahraga.

Selanjutnya adalah budget untuk hiburan seperti menonton film yang kamu tunggu di bioskop. Atau kamu bisa berlangganan Netflix.

Atau sekedar menghabiskan waktu di café dengan teman-teman. Terkadang, traveling atau sekadar eksplorasi area baru juga diperlukan untuk melepas penat.

Kamu yang senang nongkrong di kafe ya sisihkan dana setidaknya mulai dari Rp400 ribu hingga Rp500 ribu dalam sebulan.

Sekali nonton setidaknya kamu perlu Rp100 ribu untuk tiket dan camilan. Cara hematnya ya cerdas dalam menyusun prioritas dan jeli menemukan promo yang ada.

Tidak usah ragu untuk mengunduh aplikasi yang memberikan promo. Ingat, jangan utang untuk kesenangan sesaat ya.

By the way, kamu bisa menghemat semua biaya gaya hidup ini kalau berencana menikah, beli rumah, menyekolahkan adik, atau membiayai orang tua.

Namun, ada biaya lifestyle yang harus dikeluarkan, salah satunya kalau kamu diundang acara pernikahan, akikah, atau kegiatan sosial lainnya.

Pastinya, kamu harus mengeluarkan uang untuk menghadiri undangan acara sosial ini.

7. Biaya Lain-lain

Segala biaya yang tidak masuk ke dalam kategori sebelumnya, bisa kamu kategorikan menjadi biaya lain-lain atau mungkin sebagai biaya mendadak.

Pastikan biaya lain-lain ini agar tidak melebihi dari biaya kebutuhan bulanan. Sebaiknya fokuskan budget pada kebutuhan bulanan sehingga biaya lain-lain ini sudah dapat terprediksi.

Sekarang, mari coba hitung kisaran pengeluaran di Jakarta. Pilihan tempat tinggal merupakan kost dengan biaya Rp1.200.000.

Untuk konsumsi dengan asumsi makan 3 kali sehari dengan biaya Rp15.000 maka totalnya adalah Rp45.000 per hari. Transportasi umum sebanyak Rp20.000 per hari.

Dengan begitu, maka pengeluaran dasar per hari adalah Rp65.000 per hari untuk makan dan transportasi.

Pengeluaran untuk kopi tidak termasuk dalam hitungan dengan asumsi di kantor terdapat pantry yang memiliki kopi kemasan untuk para karyawan.

Rekap pengeluaran bulanan akan menjadi Rp1.200.000 ditambah dengan biaya dasar per bulan sebesar Rp1.950.000, biaya data dalam satu bulan sebesar Rp100.000, belanja bulanan Rp150.000 maka total menjadi Rp3.400.000.

Belajar Mengatur Keuangan Agar Bisa Memenuhi Kebutuhan Hidup

Total estimasi ini belum termasuk biaya lifestyle dan lain-lain karena bukan merupakan pengeluaran rutin. Estimasi pengeluaran tersebut terhitung masih relevan dengan gaji UMR kok.

Perlu diingat, estimasi biaya adalah merupakan gambaran kasar dari pengeluaran bulanan aktual kamu. Ada kemungkinan bisa lebih rendah atau lebih tinggi.

Pengeluaran setiap bulannya akan tergantung kepada diri masing-masing. Mahal tidaknya biaya hidup di Jakarta hanyalah perkara lifestyle saja kok.

Jika kembali ke prinsip manajemen keuangan, sudah seharusnya pengeluaran mengikuti pendapatan. Bukan sebaliknya. Dengan begitu, kamu akan memiliki kontrol lebih dalam mengelola keuangan bulanan kamu.

Ingat, kamu juga harus belajar untuk mengontrol pengeluaran, belajar pengelolaan keuangan, hingga mencari tahu soal investasi.

Kamu ingin menambah pemasukan dari rumah kalau tinggal di Jakarta, banyak pilihan bisnis skala kecil yang dapat dilakukan.

Ingin memiliki passive income dari investasi, ada banyak pilihan mulai dari emas, sukuk, saham, hingga properti. Baca terus artikel terbaru blog Skorlife.

Berencana mengajukan kredit ke bank untuk meningkatkan penjualan bisnis, jangan lupa untuk mengecek skor kredit menggunakan aplikasi Skorlife.

Pastikan kamu telah memiliki kartu kredit Mayapada Skorcard, instrumen pembayaran yang memudahkan kamu dalam melakukan pembayaran online dan offline.

Saatnya kamu traveling ke India atau Bangladesh, simak sejumlah destinasi wisata yang lengkap dengan membaca artikel-artikel terbaru blog Skorcard.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments