10 Istilah dalam Keuangan Syariah yang Wajib Kamu Pahami Sebelum Ambil Keputusan Finansial

Pelajari istilah keuangan syariah seperti riba, akad, murabahah, hingga musyarakah secara praktis & mudah dipahami sebelum memilih produk keuangan syariah.

Keuangan syariah bukan lagi niche. Dari tabungan, pembiayaan rumah, sampai kredit kendaraan, pilihan produk syariah sekarang makin mudah ditemui. Tapi satu tantangan yang sering muncul adalah banyak orang tertarik, tapi belum benar-benar paham istilah keuangan syariah yang digunakan.

Padahal, memahami istilah-istilah ini bukan sekadar soal agama, tapi juga soal financial clarity. Dengan pemahaman tepat, kamu bisa lebih tenang saat mengambil keputusan finansial, tanpa rasa ragu atau salah paham di tengah jalan.

Baca juga: Pinjol Syariah: Cara Kerja & Rekomendasi Pengajuan

Mengapa Istilah Keuangan Syariah Penting Dipahami Sejak Awal?

Keuangan syariah beroperasi dengan prinsip berbeda dari sistem konvensional. Konsep keuangan syariah tidak hanya fokus pada keuntungan, tapi juga:

  • Keadilan transaksi
  • Transparansi risiko
  • Larangan praktik yang merugikan salah satu pihak

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset keuangan syariah Indonesia terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap produk yang etis serta berkelanjutan. Artinya, semakin banyak produk tersedia, dan semakin penting bagi kita memahami istilah keuangan syariah agar tidak salah memilih.

Istilah Keuangan Syariah

Istilah Keuangan Syariah

1. Riba

Riba adalah tambahan yang disyaratkan di muka dalam transaksi pinjam-meminjam, tanpa mempertimbangkan hasil atau kondisi pihak peminjam. Dalam sistem konvensional, riba sering diwujudkan dalam bentuk kewajiban membayar bunga tetap, apa pun kondisi keuangan peminjam.

Dalam keuangan syariah, riba dilarang karena:

  • Membebankan risiko hanya pada satu pihak
  • Berpotensi menimbulkan ketimpangan ekonomi
  • Tidak mencerminkan prinsip keadilan dan tolong-menolong

Itulah sebabnya produk syariah mengganti bunga dengan skema akad seperti jual beli, sewa, atau bagi hasil. Memahami konsep riba membantu kita mengerti mengapa istilah keuangan syariah terasa berbeda sejak dari struktur dasarnya, bukan hanya dari namanya.

2. Akad

Akad adalah fondasi utama setiap transaksi keuangan syariah. akad berfungsi sebagai kesepakatan resmi yang menjelaskan apa yang disetujui kedua belah pihak, tanpa ada “aturan tersembunyi”.

Dalam akad sesuai syariah, harus jelas:

  • Objek transaksi (apa yang diperjualbelikan atau dibiayai)
  • Hak dan kewajiban masing-masing pihak
  • Skema pembayaran dan pembagian risiko

Transparansi ini membuat nasabah tahu sejak awal apa yang akan dihadapi. Jadi, bukan cuma soal tanda tangan kontrak, tapi soal kejelasan serta rasa aman. Inilah mengapa akad menjadi salah satu istilah keuangan syariah paling krusial untuk dipahami.

3. Murabahah

Murabahah adalah akad jual beli di mana harga pokok hingga margin keuntungan disebutkan secara terbuka di awal. Nasabah tahu persis berapa harga barang serta berapa keuntungan yang diambil lembaga keuangan.

Dalam praktiknya, murabahah sering digunakan untuk:

  • KPR syariah
  • Pembiayaan kendaraan
  • Pembelian barang konsumtif bernilai besar

Karena margin sudah disepakati sejak awal, cicilan murabahah cenderung stabil. Bukan berarti lebih murah atau lebih mahal, tapi lebih prediktif serta transparan. Itulah alasan murabahah menjadi salah satu istilah keuangan syariah paling populer di pembiayaan ritel.

Baca juga: Mengenal Investasi Syariah: Panduan Lengkap, Prinsip, Jenis, dan Tips Memulainya

4. Mudharabah

Mudharabah adalah akad kerja sama di mana satu pihak menyediakan modal (shahibul maal), sementara pihak lain menjalankan usaha (mudharib). Keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepakati, sedangkan kerugian finansial ditanggung pemilik modal, selama pengelola tidak lalai atau melanggar kesepakatan.

Mudharabah umum digunakan pada:

  • Tabungan dan deposito syariah
  • Pembiayaan usaha produktif

Skema ini mendorong kepercayaan dan profesionalisme, karena kedua pihak punya kepentingan sama: usaha berjalan sehat. Inilah contoh nyata bagaimana istilah keuangan syariah tidak hanya mengatur keuntungan, tapi juga etika kerja sama.

5. Musyarakah

Musyarakah adalah bentuk kerja sama di mana semua pihak sama-sama menyertakan modal, baik dalam bentuk uang, aset, maupun keahlian. Karena semua “patungan”, maka keuntungan dan risiko juga dibagi secara proporsional sesuai kontribusi masing-masing.

Dalam praktiknya, musyarakah sering digunakan untuk:

  • Pembiayaan usaha kecil dan menengah (UMKM)
  • Kerja sama pengembangan properti
  • Skema kepemilikan aset bertahap seperti musyarakah mutanaqisah pada KPR syariah

Kelebihan musyarakah ada pada prinsip keadilannya, tidak ada pihak yang hanya “menagih” tanpa ikut menanggung risiko. Istilah keuangan syariah ini menekankan kemitraan, bukan hubungan kreditur dan debitur.

6. Ijarah

Ijarah adalah akad sewa-menyewa, di mana nasabah membayar biaya atas manfaat penggunaan aset, bukan untuk memilikinya. Jadi fokusnya ada pada utility, bukan kepemilikan.

Ijarah umum digunakan untuk:

  • Sewa properti atau gedung usaha
  • Pembiayaan kendaraan operasional perusahaan
  • Sewa alat berat atau mesin produksi

Dalam beberapa skema, ijarah bisa dikombinasikan dengan opsi kepemilikan di akhir masa sewa (ijarah muntahiya bittamlik). Selama masa akad, tanggung jawab kepemilikan aset tetap berada di pihak pemberi sewa, hal ini penting untuk menjaga keadilan dalam transaksi.

istilah dalam keuangan syariah

7. Gharar

Gharar merujuk pada ketidakjelasan atau ketidakpastian dalam suatu transaksi, baik dari sisi objek, harga, waktu penyerahan, maupun risiko. Contohnya adalah menjual barang yang belum ada atau belum jelas spesifikasinya.

Dalam keuangan syariah, gharar harus dihindari karena berpotensi:

  • Menimbulkan sengketa di kemudian hari
  • Merugikan salah satu pihak
  • Membuka ruang manipulasi informasi

Itulah sebabnya produk syariah cenderung transparan sejak awal, mulai dari akad, simulasi pembayaran, hingga risiko yang mungkin terjadi. Prinsip ini membuat istilah keuangan syariah lebih menekankan kejelasan dibanding janji keuntungan semata.

8. Maysir

Maysir adalah aktivitas yang mengandung unsur spekulasi atau perjudian, di mana keuntungan diperoleh tanpa proses usaha nyata. Hasilnya sangat bergantung pada faktor untung-untungan.

Contoh maysir bisa ditemukan pada:

  • Transaksi spekulatif ekstrem
  • Skema investasi tanpa underlying asset
  • Permainan finansial yang tidak menciptakan nilai riil

Keuangan syariah menghindari maysir karena bertentangan dengan prinsip produktivitas dan keadilan. Setiap keuntungan seharusnya datang dari aktivitas ekonomi jelas, bukan sekadar prediksi acak.

9. Nisbah

Nisbah adalah rasio pembagian keuntungan yang disepakati di awal akad, biasanya digunakan dalam mudharabah dan musyarakah. Misalnya, 60:40 atau 70:30 antara pengelola dengan pemilik modal.

Yang perlu digarisbawahi:

  • Nisbah berlaku untuk keuntungan, bukan pendapatan
  • Tidak ada jaminan nominal tetap
  • Semua pihak memahami risikonya sejak awal

Dengan sistem nisbah, keuangan syariah menekankan prinsip risk sharing, bukan risk transfer. Inilah alasan kenapa pemahaman istilah keuangan syariah penting agar ekspektasi nasabah tetap realistis.

Baca juga: Pengertian SBSB (Surat Berharga Syariah Negara) beserta cara belinya

10. Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Dewan Pengawas Syariah (DPS) adalah pihak independen yang bertugas memastikan bahwa seluruh produk, akad, hingga operasional lembaga keuangan sesuai dengan prinsip syariah dan fatwa DSN-MUI.

Peran DPS meliputi:

  • Mengkaji dan menyetujui produk baru
  • Mengawasi implementasi akad
  • Memberi rekomendasi perbaikan jika terjadi penyimpangan

Bagi nasabah, keberadaan DPS memberikan rasa aman tambahan. Artinya, produk keuangan syariah tersebut tidak hanya legal secara hukum, tapi juga sesuai prinsip syariah berlaku.

Bagaimana Istilah Keuangan Syariah Bekerja di Dunia Nyata?

Bayangkan kamu ingin mengajukan KPR syariah. Alih-alih bunga, bank menggunakan akad murabahah atau musyarakah mutanaqisah. Kalau kamu memahami istilah keuangan syariah, kamu akan lebih paham:

  • Kenapa cicilan bersifat transparan
  • Bagaimana skema kepemilikan rumah berjalan
  • Apa konsekuensinya jika ingin pelunasan lebih cepat

Ini bukan soal teknis semata, tapi soal rasa aman dalam jangka panjang.

Baca juga: Rasio Keuangan: Pengertian, Fungsi, dan Berbagai Jenisnya

Keuangan Syariah Tetap Perlu Manajemen Kredit Sehat

Meski berbasis syariah, lembaga keuangan tetap menilai kelayakan finansial calon nasabah. Artinya, riwayat kredit serta pengelolaan keuangan pribadi tetap berperan besar.

Di sinilah Skorlife bisa jadi partner keuanganmu untuk:

  • Cek Riwayat Kredit untuk memahami posisi keuanganmu saat ini
  • Peluang Pengajuan Kredit, agar kamu tahu seberapa besar kemungkinan pengajuanmu disetujui
  • Manajemen Keuangan, dengan rekomendasi pembayaran tunggakan dan pengaturan budget secara lebih realistis

Dengan data jelas, kamu bisa lebih percaya diri saat mengajukan KPR syariah, pembiayaan kendaraan, atau produk keuangan lainnya.

Kesimpulan

Memahami istilah keuangan syariah bukan berarti kamu harus jadi ahli. Cukup tahu konsep dasarnya, lalu gunakan sebagai bekal untuk mengambil keputusan finansial secara lebih sadar sekaligus terencana.

Tak masalah jika kamu baru mulai sekarang. Selama kamu sudah melangkah ke arah lebih bijak, mengelola keuangan dengan prinsip jelas, transparan, serta sesuai kebutuhan hidup modern.


FAQ seputar Istilah Keuangan Syariah

  1. Apa yang dimaksud dengan istilah keuangan syariah?

Istilah keuangan syariah adalah kumpulan konsep dan terminologi yang digunakan dalam sistem keuangan berbasis prinsip Islam. Istilah ini mengatur cara transaksi dilakukan agar adil, transparan, dan bebas dari riba, gharar, serta maysir.

  1. Apa perbedaan utama istilah keuangan syariah dan keuangan konvensional?

Perbedaannya terletak pada prinsip dasar. Keuangan syariah tidak menggunakan bunga, melainkan akad seperti jual beli, sewa, atau bagi hasil. Sementara keuangan konvensional mengandalkan bunga sebagai sumber keuntungan utama.

  1. Apakah produk keuangan syariah selalu lebih aman?

Tidak selalu lebih aman, tapi lebih transparan dari sisi struktur transaksi. Risiko tetap ada, namun dibagi secara adil sesuai akad. Karena itu, memahami istilah keuangan syariah penting agar kamu tahu risiko sejak awal.

  1. Apakah keuangan syariah hanya untuk Muslim?

Tidak. Produk keuangan syariah terbuka untuk siapa saja. Banyak nasabah non-Muslim memilih produk syariah karena sistemnya jelas, cicilan transparan, dan tidak bergantung pada bunga fluktuatif.

  1. Apakah riwayat kredit tetap berpengaruh dalam pengajuan pembiayaan syariah?

Ya. Meskipun berbasis syariah, lembaga keuangan tetap mempertimbangkan riwayat kredit dan kondisi finansial calon nasabah. Mengecek skor kredit dan mengelola keuangan dengan baik tetap menjadi faktor penting sebelum pengajuan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments