Cara Menghitung Persen Bunga Pinjaman: Rumus, Simulasi, dan Tips Anti Boncos

Cara menghitung persen bunga pinjaman dengan berbagai metode, lengkap dengan rumus dan contoh agar lebih paham cicilan.

Mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan bisa jadi solusi saat kamu butuh dana cepat, entah untuk modal usaha, renovasi rumah, atau kebutuhan mendesak lainnya. Tapi ingat, pinjaman selalu datang dengan bunga. Bunga inilah yang menjadi “biaya sewa uang” yang kamu bayarkan ke pemberi pinjaman.

Masalahnya, banyak orang mengajukan pinjaman tanpa benar-benar tahu berapa bunga yang harus dibayar. Akibatnya, cicilan terasa berat dan utang bisa membengkak. Nah, biar kamu nggak terjebak, yuk pelajari cara menghitung bunga pinjaman dan jenis-jenisnya.

Baca juga: Biaya Provisi: Arti, Besaran, dan Cara Menghitungnya

Komponen Penghitungan Persentase Bunga

Sebelum memahami cara menghitung persen bunga pinjaman, kamu perlu memahami komponen-komponen yang mempengaruhi jumlah cicilan. Berikut elemen utamanya:

  1. Pokok Pinjaman
    Jumlah uang yang dipinjam dari bank atau lembaga keuangan.
    Contoh: Rp20.000.000.
  2. Suku Bunga
    Persentase biaya pinjaman yang harus dibayar. Biasanya dinyatakan per tahun.
    Contoh: 10% per tahun.
  3. Tenor (Jangka Waktu)
    Lama waktu pinjaman yang disepakati. Bisa dalam bulan atau tahun.
    Contoh: 12 bulan (1 tahun).
  4. Jenis Perhitungan Bunga
    Ada beberapa metode: bunga flat, bunga efektif, bunga floating, dan bunga anuitas. Masing-masing memengaruhi cara perhitungan cicilan.
Cara menghitung persen bunga pinjaman
Sumber gambar: Freepik

Rumus Cara Menghitung Persen Bunga Pinjaman bersadarakan Jenisnya

Secara umum, ada tiga jenis bunga yang sering digunakan: bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas. Masing-masing punya cara hitung bunga cicilan yang berbeda.

1. Bunga Flat

Bunga flat berarti bunga dihitung dari pokok pinjaman awal dan nilainya tetap sampai tenor berakhir. Cocok untuk pinjaman jangka pendek seperti KTA atau kredit motor.

Rumus Bunga Flat:
Bunga per bulan = (Pokok Pinjaman × Suku Bunga Tahunan × Tenor dalam tahun) ÷ Jumlah Bulan

Contoh:

  • Pinjaman: Rp20.000.000
  • Suku bunga: 10% per tahun
  • Tenor: 12 bulan

Penghitungan Bunga dan Cicilan:

  1. Total bunga = Rp20.000.000 × 10% × 1 = Rp2.000.000
  2. Total pembayaran = Rp20.000.000 + Rp2.000.000 = Rp22.000.000
  3. Cicilan per bulan = Rp22.000.000 ÷ 12 = Rp1.833.333

Kalau tenor hanya 6 bulan:

  1. Total bunga = Rp20.000.000 × 10% × 0,5 tahun = Rp1.000.000
  2. Total pembayaran = Rp20.000.000 + Rp1.000.000 = Rp21.000.000
  3. Cicilan per bulan = Rp21.000.000 ÷ 6 = Rp3.500.000

💡 Kesimpulan: Bunga flat gampang dihitung dan cicilan selalu sama, tapi biasanya total bunga jadi lebih besar dibanding metode lain untuk tenor panjang.

2. Bunga Efektif

Bunga efektif dihitung dari sisa pokok pinjaman. Semakin lama kamu mencicil, sisa pokok makin kecil, sehingga bunga juga makin kecil setiap bulan. Hasilnya, cicilan total akan menurun setiap bulan.

Rumus Bunga Efektif:
Bunga bulan ke-n = (Saldo Pokok bulan ke-n × Suku Bunga Tahunan) ÷ 12

Contoh:

  • Pinjaman: Rp12.000.000
  • Suku bunga: 12% per tahun
  • Tenor: 12 bulan

Hitungan:

  1. Cicilan pokok = Rp12.000.000 ÷ 12 = Rp1.000.000 per bulan
  2. Bunga bulan pertama = Rp12.000.000 × 12% ÷ 12 = Rp120.000
    → Cicilan total bulan 1 = Rp1.000.000 + Rp120.000 = Rp1.120.000
  3. Bunga bulan kedua = (Rp12.000.000 – Rp1.000.000) × 12% ÷ 12 = Rp110.000
    → Cicilan total bulan 2 = Rp1.000.000 + Rp110.000 = Rp1.110.000

Dan seterusnya sampai lunas, cicilan total terus menurun.

💡 Kesimpulan: Lebih adil untuk peminjam karena bunga berkurang seiring berkurangnya sisa utang.

Cara Menghitung persen Bunga Pinjaman - Bunga Floating
Sumber gambar: Freepik

3. Bunga Floating (Mengambang)

Bunga floating berarti suku bunga pinjaman bisa berubah mengikuti acuan tertentu, seperti BI Rate atau suku bunga pasar. Umumnya digunakan pada KPR setelah masa promo bunga tetap berakhir.

Perubahan suku bunga biasanya terjadi secara berkala, misalnya setiap 3 atau 6 bulan.

Rumus Bunga Floating:
Bunga bulan ke-n = (Saldo Pokok bulan ke-n × Suku Bunga Tahunan yang berlaku) ÷ 12

Contoh:

  • Pinjaman: Rp120.000.000
  • Suku bunga: Tahun pertama 6% per tahun, tahun kedua 8% per tahun
  • Tenor: 24 bulan

Perhitungan Cicilan Tahun 1:

  • Cicilan pokok = Rp120.000.000 ÷ 24 = Rp5.000.000 per bulan
  • Bunga bulan pertama = Rp120.000.000 × 6% ÷ 12 = Rp600.000

→ Cicilan total bulan 1 = Rp5.000.000 + Rp600.000 = Rp5.600.000

Perhitungan Cicilan Tahun 2: (misalnya saldo pokok sisa Rp60.000.000)

  • Bunga bulan ke-13 = Rp60.000.000 × 8% ÷ 12 = Rp400.000

 → Cicilan total bulan ke-13 = Rp5.000.000 + Rp400.000 = Rp5.400.000

💡 Kesimpulan: Cocok jika suku bunga acuan sedang cenderung turun, karena cicilan bisa lebih ringan. Namun, berisiko jika suku bunga acuan naik karena cicilan ikut meningkat.

4. Bunga Anuitas

Bunga anuitas banyak digunakan pada KPR. Cicilan totalnya tetap setiap bulan, tapi komposisinya berubah: di awal lebih banyak bunga, mendekati akhir lebih banyak pokok.

Rumus Cicilan Anuitas:
Cicilan = Pokok Pinjaman × [Suku Bunga per bulan × (1 + Suku Bunga per bulan)^Jumlah Bulan] ÷ [(1 + Suku Bunga per bulan)^Jumlah Bulan – 1]

Contoh:

  • Pinjaman: Rp12.000.000
  • Suku bunga: 12% per tahun (1% per bulan)
  • Tenor: 12 bulan

Hitungan untuk Cicilan tetap ≈ Rp1.066.190 per bulan

Bulan 1:

  • Bunga = Rp12.000.000 × 1% = Rp120.000
  • Pokok = Rp1.066.190 – Rp120.000 = Rp946.190

Bulan 2:

  • Sisa pokok = Rp12.000.000 – Rp946.190 = Rp11.053.810
  • Bunga = Rp11.053.810 × 1% ≈ Rp110.538
  • Pokok = Rp1.066.190 – Rp110.538 ≈ Rp955.652

💡 Kesimpulan: Cicilan terasa stabil, cocok untuk anggaran bulanan yang konsisten, tapi total bunga biasanya sedikit lebih tinggi dibanding bunga efektif.

Rumus Anuitas
Sumber gambar: Freepik

Kenapa Penting Tahu Cara Menghitung Bunga Pinjaman?

Sebelum mengajukan KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman online, kamu wajib tahu cara menghitung bunga pinjaman per bulan. Dengan begitu, kamu bisa:

  • Memperkirakan cicilan bulanan dengan akurat.
  • Menentukan tenor yang pas biar nggak memberatkan.
  • Menghindari risiko gagal bayar karena bunga yang terlalu tinggi.

Kalau mau lebih aman, kamu bisa cek riwayat kredit dan peluang pengajuan kredit lewat aplikasi Skorlife. Jadi, sebelum ajukan pinjaman, kamu sudah tahu kemungkinan disetujui atau tidak.

Baca juga: Mengenal Restrukturisasi Kredit, Solusi Saat Tak Mampu Bayar Cicilan

Tips Mengelola Pinjaman Biar Nggak Over Budget

Menghitung bunga pinjaman itu penting, tapi mengelola cicilan supaya nggak numpuk juga sama pentingnya. Berikut tipsnya:

  1. Gunakan tenor sesuai kemampuan, tenor panjang cicilan kecil, tapi total bunga lebih besar.
  2. Bayar tepat waktu. hindari denda yang buat cicilan makin berat.
  3. Pantau seluruh kartu kredit & pinjaman, biar nggak ada yang kelewat, pakai fitur SkorPintar dari Skorlife. Kamu bisa cek semua kartu kredit, jatuh tempo, dan analisis penggunaan dalam satu portal.
  4. Cek peluang kredit disetujui sebelum apply, cek dulu di Skorlife yang memiliki fitur pengecekan peluang kredit serta manajemen keuangan biar nggak buang waktu kalau ternyata peluangnya kecil.
  5. Gunakan fitur rekomendasi pembayaran & budget, biar tahu cicilan mana yang harus didahulukan.

Kesimpulan

Mengerti cara menghitung persen bunga pinjaman itu bukan cuma untuk hitung-hitungan, tapi juga strategi mengatur keuangan. Dengan tahu bunga flat, efektif, dan anuitas, kamu bisa memilih jenis pinjaman yang paling sesuai.

Kalau mau lebih aman, cek skor kredit dan peluang persetujuan kredit dulu di aplikasi Skorlife. Kamu juga bisa memantau seluruh kartu kredit, mengatur budget, dan mendapatkan rekomendasi pembayaran supaya keuangan tetap sehat.

Dengan begitu, pinjaman bisa jadi alat bantu, bukan jebakan yang buat dompet bolong.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments