Apakah Paylater Bisa Mempengaruhi Skor Kredit? Ini Faktanya
Apakah Paylater mempengaruhi skor kredit? Pelajari fakta hubungan Paylater dan skor kredit, risikonya, serta tips aman agar riwayat kredit tetap sehat.
Paylater makin populer karena praktis dan cepat. Tinggal klik, barang datang, bayar belakangan. Tapi di balik kemudahannya, banyak yang mulai bertanya apakah Paylater benar-benar bisa mempengaruhi skor kredit? Jawabannya: ya, bisa. Dan hubungan antara Paylater dan skor kredit ternyata lebih dekat dari yang banyak orang kira. Yuk, kita bahas faktanya.
Baca juga: 7 Cara Membangun Skor Kredit Agar Mudah Ajukan Pinjaman
Paylater Itu Apa, Sebenarnya?
Sederhananya, Paylater adalah fasilitas pembiayaan jangka pendek. Kamu pakai dulu, bayar nanti, biasanya dalam 30 hari atau dicicil beberapa bulan.
Dari sisi fungsi, Paylater mirip dengan:
- Kredit tanpa agunan (KTA) mini
- Kartu kredit versi digital
Karena itulah, hubungan antara Paylater dan skor kredit tidak bisa dipisahkan dari sistem penilaian kredit di Indonesia.

Apakah Paylater Tercatat di Sistem Kredit?
Saat ini, sebagian besar penyedia Paylater resmi sudah terdaftar serta diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), serta melaporkan data ke SLIK OJK (dulu dikenal sebagai BI Checking).
Artinya:
- Riwayat penggunaan Paylater
- Status pembayaran (lancar atau telat)
- Tunggakan jika ada
Bisa masuk ke catatan kreditmu.
Jadi, kalau kamu bertanya apakah Paylater dan skor kredit saling berpengaruh, jawabannya jelas: iya, terutama kalau pembayarannya bermasalah.
Baca juga: 9 Tips & Cara Jaga Skor Kredit Tetap Baik
Cara Paylater Mempengaruhi Skor Kredit
1. Selalu Bayar Tepat Waktu? Dampaknya Positif
Kalau kamu:
- Pakai Paylater secara wajar
- Bayar tepat waktu
- Tidak menumpuk cicilan
Riwayat ini bisa menjadi sinyal positif bahwa kamu mampu mengelola kewajiban kredit.
Dalam konteks Paylater dan skor kredit, ini bisa membantu membangun reputasi finansial, terutama jika kamu belum pernah punya kredit sebelumnya.
2. Telat Bayar atau Gagal Bayar? Dampaknya bisa Negatif
Sebaliknya, jika kamu:
- Sering telat bayar
- Menunggak berbulan-bulan
- Mengabaikan tagihan Paylater
Ini bisa:
- Menurunkan skor kredit
- Membuat status kredit masuk perhatian khusus
- Menyulitkan pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kredit kendaraan, atau KTA di kemudian hari
Di sinilah banyak orang baru sadar bahwa dampak Paylater terhadap skor kredit bukan hal sepele.

Kenapa Ini Perlu Diperhatikan?
Menurut data OJK, kredit konsumtif (termasuk pembiayaan digital seperti Paylater) mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (NPL) di sektor pembiayaan digital cenderung naik jika tidak dibarengi literasi keuangan yang cukup.
Artinya, makin banyak orang pakai Paylater, tapi belum semuanya siap mengelolanya dengan sehat. Dan di sinilah risiko terhadap skor kredit sering muncul.
Baca juga: Galbay (Gagal Bayar) Pinjol? Ini Risiko Hukumnya
Kesalahan Umum Pengguna Paylater
Tanpa sadar, banyak orang terjebak di pola penggunaan yang terlihat sepele, tapi efeknya bisa panjang.
- Punya 3-4 Paylater sekaligus
Awalnya terasa aman karena limit masing-masing kecil. Tapi bagi lembaga keuangan, ini bisa dibaca sebagai ketergantungan pada utang jangka pendek. terutama jika semua aktif bersamaan. - Cicilan kecil terasa ringan, tapi totalnya besar
Rp100-200 ribu per tagihan memang tampak tidak signifikan. Namun saat digabung, total cicilan bulanan bisa diam-diam menggerus cash flow dan mendekati batas kemampuan bayar. - Bayar satu Paylater pakai Paylater lain
Ini tanda paling umum bahwa arus kas mulai tidak sehat. Pola ini bukan menyelesaikan kewajiban, tapi hanya memindahkan utang ke tempat lain.
Melihat pola kesalahan di atas, sebagian orang justru bisa lebih terbantu menggunakan kartu kredit, seperti Skorcard yang jelas dibandingkan menumpuk banyak Paylater. Kartu kredit umumnya punya satu limit, satu tagihan, dan satu tanggal jatuh tempo, sehingga lebih mudah dikontrol serta tidak membuat kewajiban tersebar di banyak platform. Nilai plus lainnya, kartu kredit Skorcard memberikan benefit tambahan berupa skorpoint untuk setiap transaksimu.
Selain itu, penggunaan kartu kredit secara disiplin, bayar tepat waktu dan tidak mendekati limit, cenderung lebih konsisten dalam membangun riwayat kredit. Dibanding Paylater yang sering terasa “kecil tapi banyak”, kartu kredit membantu melihat gambaran utang secara utuh, sehingga risiko terhadap Paylater terhadap skor kredit bisa lebih terkendali.
Apakah Semua Paylater Pasti Berpengaruh?
Tidak selalu. Tapi ada catatan penting:
- Paylater resmi & terdaftar OJK → potensi tercatat di SLIK
- Paylater ilegal → berisiko tinggi secara hukum & finansial
Jadi, dampak Paylater pada skor kredit sangat tergantung pada:
- Penyedia layanan
- Pola penggunaan
- Kedisiplinan pembayaran
Baca juga: Kartu Kredit Membantu Membangun Skor Kredit? Ini Faktanya
Cara Aman Pakai Paylater Supaya Skor Kredit Tetap Sehat
Paylater tetap bisa dipakai dengan aman, asal ada kontrol jelas. Beberapa langkah praktis ini bisa langsung kamu terapkan:
- Gunakan Paylater hanya untuk kebutuhan, bukan impuls
Tanyakan ke diri sendiri: kalau harus bayar tunai hari ini, masih akan beli atau tidak? Kalau jawabannya ragu, sebaiknya tunda. - Batasi jumlah Paylater aktif (maksimal 1-2)
Semakin sedikit fasilitas paylater aktif, semakin mudah mengontrol jatuh tempo dan total kewajiban bulanan. - Pastikan total cicilan bulanan < 30% penghasilan
Ini bukan angka kaku, tapi patokan sehat supaya kebutuhan hidup serta tabungan tetap aman. - Selalu bayar sebelum jatuh tempo
Bukan cuma soal denda, tapi soal reputasi kredit. Riwayat bayar tepat waktu adalah faktor penting dalam menjaga skor.
Dengan pola seperti ini, skor kredit bisa tetap terkendali, bahkan membantu membangun catatan kredit dengan lebih rapi untuk rencana finansial jangka panjang.
Cek Dampak Paylater ke Skor Kreditmu Sekarang
Kalau kamu masih ragu:
- Apakah Paylater-mu sudah tercatat?
- Apakah ada tunggakan yang belum kamu sadari?
- Bagaimana peluangmu kalau mau ajukan KPR atau kredit kendaraan?
Aplikasi Skorlife bisa membantu secara praktis. Dengan berbagai fitur dari aplikasi Skorlife, kamu bisa:
- Cek Riwayat Kredit: Lihat apakah Paylater dan pinjaman lain tercatat di SLIK
- Peluang Pengajuan Kredit: Bantu kamu lebih percaya diri sebelum ajukan KPR, kredit mobil, atau pinjaman lainnya
- Manajemen Keuangan: Rekomendasi pelunasan tunggakan hingga budgeting yang realistis
Dengan pemahaman yang tepat soal Paylater dan skor kredit, kamu bisa ambil keputusan finansial tanpa rasa was-was.
Baca juga: Bisakah Menghapus Data dari Pinjol? Ini Prosedur dan Risikonya
Kesimpulan
Paylater bukan musuh. Tapi juga bukan berarti bisa kamu sepelekan. Selama digunakan dengan sadar, Paylater bisa jadi alat bantu cash flow. Namun jika digunakan tanpa kontrol, Paylater dan skor kredit bisa berubah jadi penghambat rencana besar, seperti rumah, kendaraan, bahkan modal usaha.
Yuk, mulai lebih kenal kondisi kreditmu. Karena keputusan finansial yang baik selalu dimulai dari informasi yang jelas.
FAQ seputar Paylater dan Skor Kredit
- Apakah Paylater benar-benar mempengaruhi skor kredit?
Ya. Paylater dari penyedia resmi yang terdaftar OJK dapat tercatat di SLIK OJK. Riwayat pembayaran, baik lancar maupun menunggak, bisa mempengaruhi penilaian skor kredit.
- Apakah telat bayar Paylater langsung menurunkan skor kredit?
Telat bayar, terutama jika berulang atau lebih dari 30 hari, berpotensi menurunkan skor kredit. Inilah kenapa hubungan Paylater dan skor kredit perlu diperhatikan sejak awal.
- Apakah punya banyak Paylater bisa menghambat pengajuan kredit?
Bisa. Banyak Paylater aktif menunjukkan beban kewajiban yang tinggi serta bisa membuat bank atau lembaga pembiayaan menilai risikomu lebih besar.
- Mana yang lebih aman untuk skor kredit: Paylater atau kartu kredit?
Keduanya aman jika dikelola dengan baik. Namun kartu kredit dengan satu limit dan satu tagihan bulanan sering lebih mudah dikontrol dibandingkan banyak Paylater dengan jatuh tempo berbeda, sehingga lebih stabil untuk skor kredit.
- Bagaimana cara mengecek apakah Paylater saya mempengaruhi skor kredit?
Kamu bisa mengecek riwayat kredit dan skor kredit melalui layanan seperti Skorlife untuk melihat apakah Paylater ataupun pinjaman lain tercatat serta bagaimana dampaknya.






