Apa itu Obligasi dan Jenis-jenisnya? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Apa itu obligasi? Obligasi adalah instrumen investasi berupa surat utang yang dikeluarkan oleh emiten kepada investor sebagai bukti hutang jangka panjang.

Dengan memiliki obligasi, kamu essentially menjadi kreditur yang memberikan pinjaman kepada emiten, dan sebagai gantinya, kamu akan menerima bunga secara berkala hingga jatuh tempo.

Tujuan dan Manfaat Memiliki Obligasi

Menginvestasikan uang dalam obligasi memiliki tujuan dan manfaat tertentu. Pertama, obligasi bisa memberikan kamu aliran pendapatan tetap karena sebagian besar obligasi memberikan bunga atau kupon secara berkala.

Kedua, obligasi cenderung lebih stabil dan memiliki risiko lebih rendah dibandingkan dengan saham, membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk diversifikasi portofolio investasi.

Jenis-Jenis Obligasi di Indonesia

Di Indonesia, terdapat beragam jenis obligasi yang dapat menjadi pilihan investasi kamu. Berikut beberapa jenis obligasi yang perlu kamu ketahui:

1. Obligasi Pemerintah

Obligasi ini dikeluarkan langsung oleh pemerintah pusat. Tujuan utamanya adalah untuk membiayai kebutuhan negara, seperti pembangunan infrastruktur atau pembiayaan defisit anggaran.

Kelebihan dari obligasi pemerintah adalah risikonya yang rendah, sebab dijamin oleh pemerintah. Namun, imbal hasilnya mungkin tidak sebesar jenis obligasi lainnya.

2. Obligasi Korporasi

Berbeda dengan obligasi pemerintah, obligasi korporasi dikeluarkan oleh perusahaan swasta. Tujuannya? Sebagai alternatif pendanaan selain saham.

Ketika sebuah perusahaan memerlukan dana tapi tidak ingin melepas saham, mereka bisa menerbitkan obligasi. Risikonya mungkin lebih tinggi dibanding obligasi pemerintah, tapi imbal hasilnya biasanya lebih menarik.

3. Obligasi Municipal

Obligasi jenis ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah, seperti provinsi atau kota. Biasanya, dana yang dihimpun dari penjualan obligasi municipal digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek tertentu di daerah tersebut, seperti pembangunan jalan atau fasilitas publik lainnya.

Meski berasal dari pemerintah daerah, risikonya mungkin berbeda dengan obligasi pemerintah pusat. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa rating dan track record pemerintah daerah yang bersangkutan sebelum investasi.

Istilah-Istilah dalam Obligasi

Untuk dapat memahami lebih dalam mengenai obligasi, terdapat beberapa istilah yang umum digunakan dan penting untuk kamu ketahui. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Kupon

Istilah “Kupon” dalam dunia obligasi merujuk pada bunga yang akan diterima oleh pemegang obligasi secara periodik. Biasanya, bunga ini dinyatakan dalam persentase dan dibayarkan secara rutin, bisa bulanan, triwulanan, atau tahunan, tergantung pada ketentuan yang telah disepakati.

2. Principal

“Principal” adalah istilah yang merujuk pada jumlah uang pokok dari obligasi yang akan diterima kembali oleh pemegang obligasi ketika masa jatuh tempo obligasi tiba. Jumlah ini tidak termasuk kupon atau bunga yang dibayarkan selama periode investasi obligasi.

3. Jatuh Tempo

Jatuh tempo adalah waktu ketika obligasi harus dilunasi oleh penerbit obligasi, dan pemegang obligasi akan menerima kembali jumlah uang pokok atau “principal” yang telah diinvestasikan.

4. Rating Obligasi

Rating obligasi adalah penilaian yang diberikan oleh lembaga penilai independen mengenai kemampuan penerbit obligasi untuk membayar kembali principal dan bunga kepada pemegang obligasi. Rating ini memberikan gambaran mengenai risiko investasi dalam suatu obligasi.

5. Yield

Yield adalah pendapatan yang dihasilkan oleh obligasi dan umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase. Yield mencerminkan total pengembalian yang diharapkan diterima oleh pemegang obligasi hingga obligasi tersebut jatuh tempo.

Informasi Tambahan Mengenai Obligasi

Pemahaman mengenai apa itu obligasi dan jenis-jenisnya adalah langkah awal dalam perjalanan investasi kamu. Informasi lebih lanjut seperti cara pembelian, risiko, dan strategi dapat meningkatkan pemahaman dan keahlianmu dalam berinvestasi dalam obligasi.

Cara Pembelian Obligasi

  • Melalui Penawaran Umum: Kamu bisa membeli obligasi saat perusahaan atau pemerintah pertama kali menerbitkan obligasi. Ini dikenal sebagai penawaran umum. Pastikan kamu sudah melakukan riset dan memahami profil penerbit obligasi serta kondisi pasar.
  • Pembelian di Pasar Sekunder: Jika kamu tidak membeli pada saat penawaran umum, kamu masih dapat membeli obligasi di pasar sekunder. Ini berarti kamu membeli dari investor lain yang sudah memiliki obligasi tersebut.
  • Memilih Agen atau Broker: Pilihlah agen atau broker yang terpercaya dan memiliki rekam jejak yang baik untuk membantu kamu dalam proses pembelian obligasi.

Mengenali Risiko Investasi Obligasi

  • Risiko Kredit (Default): Risiko bahwa penerbit obligasi tidak dapat membayar kembali utang atau membayar bunga dari obligasi yang telah diterbitkan.
  • Risiko Suku Bunga: Risiko terkait fluktuasi suku bunga yang dapat mempengaruhi harga pasar obligasi.
  • Risiko Likuiditas: Risiko terkait kesulitan menjual obligasi sebelum jatuh tempo tanpa mengalami penurunan harga yang signifikan.

Strategi Investasi dalam Obligasi

  • Diversifikasi Portofolio: Jangan meletakkan semua investasi kamu dalam satu jenis obligasi saja. Sebarkan investasi kamu di beberapa jenis obligasi untuk mengurangi risiko.
  • Pahami Siklus Suku Bunga: Suku bunga dan harga obligasi bergerak berlawanan. Dengan memahami siklus suku bunga, kamu bisa memutuskan kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual obligasi.
  • Pilih Jangka Waktu yang Sesuai: Pertimbangkan jangka waktu investasi kamu. Jika kamu berencana investasi jangka panjang, obligasi dengan jatuh tempo lebih lama mungkin lebih sesuai.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan manajemen kredit yang lebih baik, kamu bisa mengunduh aplikasi Skor Life di sini. Jangan lupa juga untuk membaca artikel-artikel informatif lainnya yang akan membantu kamu membangun reputasi finansial yang kuat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments