Memahami Apa itu Reference Bias dan Cara Mengatasinya

Belakangan ini istilah kaum mendang mending sering digunakan oleh anak muda yang merujuk pada kegiatan membandingkan suatu hal dengan pilihan lain yang lebih rasional dan diterima oleh logika. 

Nah, di Personal Finance kali ini kita akan membahas reference bias yang erat kaitannya dengan kegiatan membandingkan pilihan yang satu dengan lainnya. Yuk, simak pembahasannya!


Apa itu Reference Bias?

Reference bias atau istilah umumnya dikenal dengan anchoring bias adalah jenis bias kognitif di mana seseorang cenderung mengandalkan informasi awal sebagai dasar dalam membuat keputusan.

Nantinya, informasi awal itu dapat mempengaruhi persepsi dan penilaian orang tersebut terhadap informasi selanjutnya. Reference bias ini menyebabkan penilaian menjadi tidak objektif karena terfokus pada informasi awal saja. 

Tanpa disadari, anchoring bias sering sekali terjadi di kehidupan sehari-hari. Contohnya, kamu ingin membeli celana jeans dengan budget sekitar Rp 500 ribu. Harga celana jeans di toko pertama yakni Rp 1.000.000, yang mana jeans tersebut terbilang mahal dan melebihi budget kamu.

Karena merasa kurang cocok dengan harga di toko pertama, kamu pergi ke toko lainnya yang menjual jeans seharga Rp 650 ribu. Walaupun tetap melebihi budget, harga tersebut terasa masuk akal dan wajar karena jeans di toko kedua lebih murah dibanding jeans di toko pertama. 

Itulah contoh konkret bagaimana anchoring bias dapat mempengaruhi persepsi harga dan keputusan pembelian. Secara tidak sadar, kamu membandingkan harga baru dengan “anchor” atau nilai referensi awal.

Dalam berinvestasi, anchoring bias tanpa disadari juga kerap terjadi. Contohnya, jika harga jual saham kamu saat ini turun dari harga pada saat kamu beli, kemungkinan besar kamu tidak menjual saham tersebut karena merasa rugi dan kamu secara tidak sadar membandingkan harga jual dengan harga beli waktu itu. 


Cara Mengatasi Anchoring Bias

Anchoring bias memiliki dampak yang signifikan pada pengambilan keputusan dan penilaian seseorang. Untuk mengurangi dampak anchoring bias, berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

1. Bersikap kritis terhadap informasi awal

Pertimbangkan kembali atau evaluasi kritis informasi awal yang mungkin menjadi anchor. Tanyakan pada diri sendiri apakah anchor tersebut benar-benar relevan atau sesuai dengan konteks keputusan yang dihadapi. 

Ambil contoh celana jeans di atas, mungkin toko jeans yang kamu kunjungi adalah toko jeans yang mewah, sedangkan jeans yang kamu perlukan adalah jeans yang casual. 

2. Pertimbangkan alternatif lain

Cari atau buat anchor alternatif yang lebih objektif dan relevan. Dengan mempertimbangkan lebih banyak opsi sebelum membuat keputusan, maka kamu bisa menyadari dengan mudah bias anchor dari informasi awal.

Itulah penjelasan mengenai reference bias atau anchoring bias dan cara mengatasinya. Dengan melakukan langkah-langkah di atas, keputusan keuangan yang kamu buat menjadi lebih objektif dan mengurangi dampak dari bias referensi. 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments