Avatar

Sekar

PUBLISHED ON AUGUST, 31 2022 reading time clock 5 Mins Read

Bagaimana Cara Menghitung Persen Bunga Pinjaman? Simak!

Mengajukan pinjaman ke bank adalah salah satu cara alternatif yang dilakukan seseorang ketika membutuhkan dana, entah itu dana darurat atau dana yang akan digunakan untuk kegiatan usaha dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Ketika mengajukan kredit atau pinjaman ke bank atau lembaga keuangan lainnya, bank atau lembaga keuangan lainnya akan memberlakukan yang namanya bunga pinjaman. Bunga pinjaman merupakan bentuk balas jasa yang diberikan oleh nasabah kepada bank karena telah menyediakan layanan pinjaman.


Sebelum mengajukan pinjaman, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara menghitung persen bunga pinjaman. Hal ini nantinya dapat membantu Anda dalam mengelola pembayaran dan mengetahui berapa besar kemampuan keuangan Anda untuk mencicil pinjaman tersebut.


Pengertian Bunga Pinjaman

Bunga pinjaman adalah suku bunga yang ditagihkan kepada nasabah sebagai balas jasa atas pinjaman yang diberikan. Bunga pinjaman inilah yang merupakan sumber pendapatan bagi bank sehingga bank dapat mempertahankan operasionalnya sehari-hari. Terdapat beberapa jenis bunga pinjaman di industri perbankan seperti suku bunga tetap (fixed), suku bunga mengambang (floating), suku bunga flat, suku bunga efektif, dan suku bunga anuitas.


Bunga tetap atau fixed adalah jenis bunga pinjaman yang tidak berubah sampai jangka waktu atau sampai dengan tanggal jatuh tempo. Bank biasanya akan memberikan informasi mengenai hal ini pada saat melakukan perjanjian. Suku bunga tetap umumnya digunakan saat nasabah mengajukan pinjaman seperti kredit pemilikan rumah (KPR), kredit tanpa agunan (KTA), serta tipe kredit berjangka pendek lainnya.


Kedua, bunga mengambang atau floating adalah suku bunga yang terus berubah-ubah mengikuti suku bunga yang ada di pasaran. Misalnya, jika suku bunga di pasaran naik, maka bunganya pun juga ikut naik, begitupun sebaliknya. Jenis bunga pinjaman ini sering diaplikasikan ketika mengajukan KPR setelah periode suku bunga tetap sudah berlalu.


Ketiga, bunga flat adalah suku bunga yang perhitungannya mengacu pada besaran pokok awal pinjaman. Jenis bunga ini umumnya digunakan untuk kredit jangka pendek seperti kredit kendaraan bermotor atau kredit tanpa agunan (KTA)


Selanjutnya, bunga efektif adalah suku bunga yang diperhitungkan dari sisa jumlah pokok pinjaman setiap bulan seiring dengan menyusutnya utang yang sudah dibayarkan. Semakin sedikit pokok pinjaman, semakin sedikit pula suku bunga yang harus dibayarkan. Bunga jenis ini dianggap lebih adil bagi nasabah dibandingkan menggunakan jenis suku bunga lainnya.


Terakhir, bunga anuitas. Bunga jenis ini mengatur jumlah angsuran pokok ditambah angsuran bunga yang dibayar agar sama setiap bulannya. Dalam perhitungan anuitas, porsi bunga pada awal sangat besar sedangkan porsi angsuran kecil. Mendekati masa berakhirnya kredit, porsi angsuran pokok akan sangat besar sedangkan porsi bunga menjadi lebih kecil.


Rumus dan Cara Menghitung Bunga Pinjaman

Setelah mengetahui apa itu bunga pinjaman beserta jenis-jenisnya, yuk simak penjelasan rumus-rumus di bawah ini untuk mengetahui cara menghitung persentase bunga pinjaman per bulan


Contoh Simulasi Hitungan Bunga Pinjaman

Berikut ini adalah beberapa contoh simulasi hitungan bunga pinjaman untuk mengetahui cara menghitung persen bunga pinjaman per bulan

Menghitung bunga flat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rumus menghitung bunga flat adalah sebagai berikut


Bunga per Bulan = (Pokok Pinjaman Awal x Suku Bunga per Tahun x Jumlah Tahun Jangka Waktu Kredit) / Jumlah Bulan dalam Jangka Waktu Kredit


Agar lebih mudah dipahami, simak contoh simulasi berikut ini


Bunga = (20.000.000 x 10% x 1) / 10/12 = Rp 1.666.666

Maka, besar bunga per bulan selama 10 bulan yaitu Rp 166.666

Menghitung bunga efektif

Rumus menghitung bunga efektif adalah sebagai berikut


Bunga = Saldo Pokok Pinjaman Bulan Sebelumnya x Suku Bunga per Tahun x (30 / 360)


Sebagai contoh, Anda mengajukan kredit sebesar Rp 120 Juta dengan bunga efektif tahunan 10% per tahun selama 12 bulan, maka:

Cicilan yang harus Anda bayar tiap bulan adalah Rp 120.000.000 / 12 bulan = Rp 10 Juta/bulan


Bunga bulan-1 = (Rp 120.000.000 - (1-1) x Rp 10.000.000) x 10% / 12 = Rp 1.000.000, cicilan Anda pada bulan 1 ditambah dengan bunga adalah Rp 11 Juta


Bunga bulan-2 = (Rp 120.000.000 - (2-1) x Rp 10.000.000) x 10% / 12 = Rp 916.667, cicilan Anda pada bulan 2 ditambah dengan bunga adalah Rp 10.916.667, dan seterusnya hingga bulan 12.

Menghitung bunga anuitas

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rumus menghitung bunga anuitas adalah sebagai berikut


Bunga per Bulan = Saldo Pokok Pinjaman Bulan Sebelumnya x Suku Bunga per Tahun x (30 hari / 360 hari)


Contoh, Anda mengajukan pinjaman sebesar Rp 100.000.000 dengan bunga 15% per tahun selama 12 bulan.


Itulah cara menghitung persen bunga pinjaman di bank yang perlu Anda ketahui sebelum mengajukan pinjaman. Setelah mengetahui rumus dan cara menghitung persen bunga pinjaman per bulan harapannya dapat membantu Anda dalam menentukan jenis bunga pinjaman sesuai dengan kondisi keuangan.