7 Ciri-Ciri KPR Disetujui Bank & Cara Menghindari Penolakan 2026

Kalau penghasilan kamu kecil dan pengajuan KPR ditolak, cara memperbaikinya pun jelas: naikin gaji. Yang bikin orang sering bingung adalah kalau gajinya besar hingga puluhan juta tapi masih saja KPR ditolak.

Jawaban singkat: Ciri-ciri KPR disetujui bank meliputi: kolektibilitas lancar (bukan kol-2 hingga kol-5 di SLIK OJK), usia maksimal 55 tahun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta, cicilan tidak melebihi 30% penghasilan, status pekerjaan formal dengan slip gaji, Debt-to-Income Ratio rendah, dokumen lengkap (KTP, KK, NPWP, slip gaji, rekening 3 bulan terakhir), dan lokasi properti strategis. Pemohon dengan penghasilan stabil, tidak banyak hutang, dan rekam kredit baik memiliki peluang persetujuan tertinggi.

KriteriaSyarat DisetujuiRisiko Ditolak
Usia Maksimal≤55 tahun (karyawan)
≤65 tahun (wiraswasta)
>55 tahun (karyawan)
>65 tahun (wiraswasta)
Cicilan vs Gaji≤30% penghasilan>30% penghasilan
Kolektibilitas SLIKKol-1 (Lancar)Kol-2 s/d Kol-5
Status PekerjaanFormal (ada slip gaji)Informal (tanpa slip gaji)
Biaya ProvisiSekitar 1% pokok kredit–

KPR ditolak? Bisa jadi skor kredit kamu perlu dibersihkan. Cek gratis di aplikasi Skorlife.

📱 Unduh di Play Store · 🍎 Unduh di App Store

Kalau kejadian ini menimpa kamu, mungkin kamu bingung harus memperbaiki dari mana karena sepertinya tidak ada yang bisa diperbaiki.

Sebelum sakit kepala mikirin KPR yang tak kunjung di-approve, cek dulu beberapa alasan berikut terkait gaji besar tapi ditolak KPR!


1. Kolektibilitas tidak lancar

bayar hutang

Ketika proses pengajuan KPR, ternyata penghasilan yang besar bukanlah jaminan mutlak pengajuan kamu bisa disetujui. Ada beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian dalam proses pengajuan KPR. Salah satunya adalah kolektibilitas.

Kolektibilitas dengan nilai yang buruk pada laporan SLIK OJK dengan tingkat status Dalam Perhatian Khusus (kol-2) sampai dengan Macet (kol-5) sangat mempengaruhi proses persetujuan KPR. Sebaiknya kamu mulai melunasi cicilan atau kredit agar proses KPR bisa disetujui.

Apabila 30% penghasilan kamu tidak mencukupi untuk membayar cicilan KPR karena kamu masih memiliki kredit yang belum lunas, makan harapan KPR akan mendapat persetujuan sangatlah kecil kemungkinannya.


2. Pekerjaan kurang stabil

pekerjaan tidak stabil

Walaupun pendapatan kamu besar namun status pekerjaan tidak memenuhi persyaratan seperti berstatus Pekerja Informal yang tidak memiliki slip gaji dan surat keterangan dari tempat kerja maka pengajuan kamu juga kemungkinan besar akan gagal.

Pekerja Informal adalah pekerjaan yang pekerjanya bertanggung jawab atas perseorangan, bekerja pada perusahaan non-organisasi.

Di Indonesia, pekerja informal terbagi dalam beberapa profesi mulai dari pedagang pasar trradisional, pekerja lepas industri kreatif hingga pengemudi ojek online.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2022 menyebut pekerja informal berjumlah 80,4 juta orang. Para pekerja informal ini besar kemungkinan akan mengalami penolakan dalam proses pengajuan KPR.


3. Banyak hutang ketimbang pemasukan

Ketika melakukan asesmen, pihak bank juga akan melihat seberapa besar hutang kamu biasanya kalau dibandingkan dengan pemasukan.

Kalau misalnya pemasukan kamu 10juta, tapi hutang setiap bulannya selalu 9jutaan keatas, bank akan menganggap ini sebagai hal buruk karena Debt-to-Income Ratio yang tinggi.

Untuk mengatasi hal ini, stop berhutang terlalu banyak selama beberapa bulan, kemudian cobalah ajukan KPR lagi.


4. Usia tua

Setelah kamu memperhatikan faktor kolektibilitas dan juga pekerjaan, berikut faktor lain yang juga menjadi penentu persetujuan proses KPR diantarnya faktor usia.

Semakin tua kamu, bisa jadi semakin kecil peluangmu disetujui apalagi kalau umur kamu diatas 55 untuk karyawan, atau diatas 65 untuk wiraswasta.

Orang tua lebih berpotensi untuk tidak punya pemasukan yang stabil ketimbang orang di usia produktif, mulai dari alasan pensiun hingga penyakit yang bisa muncul tiba-tiba.


5. Cerai

Meski tentu banyak hal yang tidak secara langsung mempengaruhi kondisi keuangan seseorang, tapi banyak juga yang bisa menjadi “indikator” atas kesanggupan membayar di masa depan atau tidak.

Selain umur tua, kamu juga berpotensi ditolak KPR kalau misalnya kamu cerai ditengah proses pengajuan KPR.

Perubahan yang mendadak tentunya bisa berdampak ke segala aspek kehidupan. Contoh, bagaimana kalau misalnya semua uang kamu berasal dari mantan suami/istri? Pastinya rencana pengeluaran, termasuk KPR, juga jadi berubah kan.


6. Lokasi tidak strategis

lokasi tidak strategis

Faktor lainnya yang bisa menggagalkan adalah faktor lokasi rumah yang akan dibeli. Lokasi rumah yang tidak strategis seperti terlalu dekat dengan area pemakaman, bantaran sungai, rawan bencana seperti banjir dan akses jalan yang buruk menjadi alasan pihak bank enggan menyetujui pengajuan KPR kamu.


7. Persyaratan tidak terpenuhi

Meski rasanya sepele, bisa jadi ada satu persyaratan atau satu dokumen kelupaan yang menyebabkan KPR mu ditolak.

Dalam proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baiknya kamu mengetahui apa saja persyaratan yang harus dipersiapkan, Pertama adalah WNI, dengan minimal umur 21 tahun, dan maksimal 55 tahun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta saat cicilan lunas.

Syarat administrasi yang harus dilengkapi diantaranya Fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), NPWP akta nikah atau akta cerai, Slip gaji dan surat keterangan dari kantor.

Print out buku rekening 3 bulan terakhir. Fotokopi tagihan kartu kredit satu bulan terakhir, Salinan rekening koran serta dokumen kepemilikan bangunan (SHM, IMB, dan PBB).


8. Persiapan Lain yang Harus Dipersiapkan Sebelum Pengajuan KPR

Setelah mengetahui beberapa hal yang menyebabkan gagalnya proses persetujuan KPR. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam proses pengajuan KPR di antaranya:

  • Menghitung biaya cicilan KPR, kamu harus mengetahui berapa besar uang muka yang harus dipersiapkan serta bagaimana cicilan per bulan yang harus dibayarkan.
  • Menghitung pendapatan. Usahakan pendapatan kamu cukup untuk membayar cicilan agar tidak melebihi kemampuan membayar.
  • Mengetahui Biaya Provisi dan Biaya Pajak Pembelian (BPHTB). Biaya provisi pada umumnya sebesar 1% dari biaya pokok kredit, namun bisa juga tergantung dari kebijakan masing-masing bank. Kamu harus secara tegas menanyakan apakah BPHTB ini dikenakan kepada pihak penjual atau pembeli.
  • Mengetahui Biaya Balik Nama (BBN).
  • Mengetahui Biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
  • Waktu Pinjaman KPR
  • Mencari developer yang amanah.
  • Mencari bank dengan penawaran sistem KPR yang sesuai.

Setelah mengetahui hal tersebut, sebaiknya kamu benar-benar mempersiapkan apa saja yang mempengaruhi dalam proses pengajuan KPR agar mendapatkan persetujan oleh pihak bank.

Sesuaikan besar pendapatan yang kamu terima agar dalam proses KPR pembayaran lancar. Akan lebih baik jika kamu mendapatkan pendapatan lain di luar pendapatan utama. Tetap semangat!


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Berapa usia maksimal agar KPR disetujui?

Usia maksimal saat cicilan lunas adalah 55 tahun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta. Semakin tua pemohon, semakin kecil peluang disetujui karena bank menilai stabilitas pemasukan di masa pensiun.

Berapa persen gaji maksimal untuk cicilan KPR?

Cicilan KPR sebaiknya tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan. Jika 30% penghasilan tidak mencukupi karena masih ada kredit lain, kemungkinan persetujuan KPR sangat kecil.

Apa saja dokumen wajib untuk pengajuan KPR?

Dokumen wajib meliputi: fotokopi KTP, Kartu Keluarga, NPWP, akta nikah/cerai, slip gaji dan surat keterangan kantor, print out rekening 3 bulan terakhir, fotokopi tagihan kartu kredit 1 bulan terakhir, rekening koran, serta dokumen kepemilikan (SHM, IMB, PBB).

Kenapa gaji besar tapi KPR ditolak?

Gaji besar bukan jaminan persetujuan KPR. Penolakan bisa terjadi karena kolektibilitas buruk di SLIK OJK, Debt-to-Income Ratio tinggi, status pekerja informal tanpa slip gaji, usia di atas 55/65 tahun, atau dokumen tidak lengkap.

Apa itu kolektibilitas dalam KPR?

Kolektibilitas adalah status pembayaran kredit di laporan SLIK OJK. Status buruk seperti Dalam Perhatian Khusus (kol-2) sampai Macet (kol-5) sangat mempengaruhi persetujuan KPR. Pelunasan cicilan kredit lama wajib dilakukan sebelum mengajukan KPR.

Untuk rujukan resmi dan informasi terbaru, kamu bisa cek langsung situs Otoritas Jasa Keuangan.

Pandu Irawan

Pandu Irawan memiliki pengalaman 6 tahun di sektor perbankan, dengan spesialisasi pada produk KPR dan KKB. Ia meninjau artikel Skorlife terkait pinjaman perbankan, tabel angsuran, dan simulasi kredit agar sesuai dengan praktik industri terkini.

guest
2 Comments
Terpopuler
Terbaru Terlama