Avatar

Malik Eminem

PUBLISHED ON MAY, 2 2022 reading time clock 5 Mins Read

Fakta Mengenai BI Checking yang Harus Kamu Ketahui

Apa itu “BI Checking”?

Informasi BI Checking kamu menggambarkan riwayat pembayaran pinjaman atau kartu kredit yang diukur melalui Collectibility Index (KOL). Indeks ini merupakan skor yang memiliki rentang 1-5, dengan angka 1 berarti paling baik dan angka 5 berarti paling buruk. Bank atau institusi keuangan menggunakan Collectibility Index (KOL) untuk memutuskan memberi hutang/pinjaman kepada nasabah atau tidak, serta persyaratan apa yang akan diberikan kepada nasabah. Selain itu, indeks juga membantu bank atau penyedia jasa keuangan lainnya menentukan kemungkinan seorang nasabah mengembalikan pinjamannya secara tepat waktu apabila mendapatkan kartu kredit atau pinjaman.

Idealnya, semakin baik skor yang diberikan biro kredit kepada seseorang, semakin tinggi kemungkinan nasabah dianggap memenuhi syarat untuk pinjaman ataupun kartu kredit. Semakin baik skor kredit seorang nasabah, semakin mungkin juga dia mendapatkan persyaratan paling ringan yang tentunya menguntungkan nasabah.

Skor kredit nasabah berdasarkan BI Checking dapat dibagi ke dalam lima kategori, yaitu:

SKOR Apa artinya bagi nasabah?
Skor (KOL) 1 Kredit Lancar, artinya debitur selalu memenuhi kewajibannya untuk membayar cicilan setiap bulan beserta bunganya hingga lunas tanpa pernah menunggak.
Skor (KOL) 2 Kredit DPK atau Kredit dalam Perhatian Khusus, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 1-90 hari
Skor (KOL) 3 Kredit Tidak Lancar, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 91-120 hari
Skor (KOL) 4 Kredit Diragukan, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 121- 180 hari
Skor (KOL) 5 Kredit Macet, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit lebih 180 hari

Bagaimana cara menjaga skor kredit pada BI Checking?

Introduce credit score here:
A credit score is a quantified score that tells lenders about your creditworthiness (how likely you will pay back a loan based on your credit history). A credit score is based on credit history: number of open loan accounts, total levels of debt, and repayment history, and other factors. Lenders use credit scores to evaluate the probability that an individual will repay loans in a timely manner.

A credit scores influence the available credit to a person and the terms (interest rate, etc.) that lenders may offer. When you apply for credit, lenders want to know what risk they'd take by loaning money. It is a number that summarizes credit risk based on a snapshot of a credit report at a particular point in time.

While many lenders use credit scores via regulated credit bureaus like CLIK, Pefindo, and OJK's BI Checking (via SLIK) to help them make lending decisions, each lender has its own strategy, including the level of risk it finds acceptable. However, one must ensure to track, understand, and improve our credit scores periodically.

 credit score

What is a credit score? How does that relate to BI checking? Why is it important?

A credit score is a statiscal analysis of your crediworthiness and has a 300-850 score range, and the higher the score, the lower the risk to lenders. In comparison, BI checking (KOL Index) is attributed based on the repayment history of each loan account in a user's credit portfolio. E.g., Each loan account will have an associated KOL score between 1-5 range associated with it. A lower KOL index (BI checking) refers to good credit behavior. Do check the detailed explanation below.

 credit score

And then introduce the factors impacting score

Meningkatkan skor kredit membutuhkan waktu. Namun, semakin cepat Anda menyelesaikan masalah-masalah yang dapat menurunkan skor kredit, semakin cepat skor kredit Anda akan naik. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan skor kredit Anda.

1. Membayar Tagihan Tepat Waktu – Sangat Berpengaruh
Ketika penyedia jasa keuangan meninjau laporan kredit dan meminta skor kredit untuk Anda, mereka akan sangat tertarik dengan kemampuan Anda membayar tagihan-tagihan yang Anda miliki. Hal tersebut karena kinerja pembayaran pada masa lalu biasanya dianggap sebagai alat yang baik untuk memprediksi kinerja pada masa depan.

2. Menjaga Agar Penggunaan Kartu Kredit Tetap Rendah – Sangat Berpengaruh
Anda dapat memengaruhi secara positif faktor kredit ini dengan membayar tagihan-tagihan yang dimiliki pada waktu yang sudah disepakati setiap bulannya. Terlambat membayar atau membayar dengan jumlah di bawah nilai yang sudah disepakati di awal akan menurunkan skor kredit.

Apabila Anda terlambat melakukan pembayaran, selesaikan seluruh tagihan secepatnya. Meskipun terlambat atau lupa membayar akan muncul sebagai informasi negatif pada laporan kredit Anda untuk beberapa tahu, pengaruhnya terhadap skor kredit akan semakin berkurang seiring waktu: keterlambatan pembayaran dari waktu lampau memiliki pengaruh lebih kecil dibandingkan keterlambatan pembayaran terkini

3. Menjaga Penggunaan Kartu Kredit Anda Tetap Rendah – Sangat Berpengaruh
Rasio penggunaan kredit merupakan angka lain yang penting dalam penghitungan skor kredit. Cara menghitungnya adalah dengan menjumlahkan seluruh saldo kartu kredit dalam satu waktu dan membagi jumlah tersebut dengan keseluruhan batas kredit. Sebagai contoh, apabila Anda biasanya menggunakan kredit Anda sebanyak Rp2.000.000,00 setiap bulan dan jumlah batas kredit Anda dari semua kartu kredit adalah Rp10.000.000,00, maka rasio penggunaannya adalah 20%.

Penyedia jasa keuangan biasanya menyukai rasio yang rendah, yaitu 30% atau kurang,
dan orang-orang dengan skor kredit yang sangat baik biasanya memiliki rasio penggunaan kredit yang sangat rendah. Rasio penggunaan kredit rendah juga mengindikasikan kepada penyedia jasa keuangan bahwa Anda belum menghabiskan kuota penggunaan kartu kredit Anda dan kemungkinan besar Anda dapat mengelola kredit dengan baik.

4. Jangan Menutup Kartu Kredit yang Tidak Dipakai – Cukup Berpengaruh
Menjaga kartu kredit yang tidak dipakai —selama biaya tahunannya tidak memberatkan— adalah strategi cerdas karena menutup akun dapat meningkatkan rasio penggunaan kredit. Memiliki jumlah pinjaman/kredit yang sama dengan jumlah akun yang lebih sedikit dapat menurunkan skor kredit Anda.

5. Jangan mengajukan pinjaman baru terlalu banyak dalam jangka waktu yang singkat
Membuka akun pinjaman baru terkadang dibutuhkan, tetapi keputusan untuk mengajukan pinjaman menyebabkan permintaan pemeriksaan terhadap laporan kredit Anda. Permintaan pemeriksaan yang terlalu banyak dapat berdampak negatif kepada skor kredit, meskipun efeknya akan berkurang seiring waktu. Permintaan pemeriksaan akan tetap tertulis di laporan kredit Anda selama 2-3 tahun.

6. Sanggah Ketidakakuratan Informasi dalam Laporan Kredit Anda
Anda sebaiknya mengecek laporan kredit Anda untuk kemungkinan ketidakakuratan data. Informasi yang tidak akurat pada laporan kredit akan menurunkan skor kredit. Pastikan akun yang terdaftar pada laporan Anda benar. Apabila Anda menemukan kesalahan, sanggah informasi tersebut dan langsung perbaiki melalui biro atau perusahaan yang berwenang. Memantau skor kredit secara rutin dapat membantu Anda menemukan kemungkinan ketidakakuratan sebelum hal tersebut mencederai skor kredit Anda. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), semua permintaan sanggahan harus diselesaikan dalam kurun waktu 20 hari.

Untuk dapat meraih aspirasi finansial yang Anda inginkan, kami menyarankan Anda untuk mengecek laporan kredit dan BI Checking setiap bulan menggunakan fitur pengecekan gratis dari SkorLife.