Avatar

Sekar

PUBLISHED ON JULY, 31 2022 reading time clock 5 Mins Read

Seperti Apa Cara BI Checking di Bank? Ini Penjelasannya

Bank Indonesia (BI) Checking atau yang sekarang sudah berganti nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK merupakan suatu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui atau mendapatkan informasi riwayat kredit seseorang. Pengecekan riwayat kredit ini biasanya digunakan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya dalam menyetujui pinjaman, baik itu pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kartu Kredit, maupun Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

BI Checking menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan apakah pinjaman seseorang akan disetujui atau tidak. Selain dokumen mengenai data diri dan data pendukung lainnya, biasanya pihak bank atau lembaga keuangan lainnya juga ingin mengetahui catatan riwayat kredit dari calon peminjam atau debitur. Meski demikian, istilah BI Checking sendiri masih terbilang awam di kalangan masyarakat. Yuk, simak lengkapnya apa itu BI Checking dan bagaimana cara cek BI Checking di bank Indonesia, beserta syarat-syaratnya untuk mengetahui riwayat kredit Anda.

Pengertian BI Checking

BI Checking atau yang sekarang sudah beralih dari Bank Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan atau OJK pada awal tahun 2018 adalah layanan informasi riwayat kredit dalam Sistem Informasi Debitur (SID). SID sendiri merupakan pertukaran informasi antar bank dan lembaga keuangan lainnya yang merekam jejak finansial nasabah, mulai dari identitas debitur agunan, pemilik dan pengurus badan usaha yang jadi debitur, jumlah pembiayaan yang diterima, riwayat cicilan dan pembayaran yang pernah dilakukan, hingga kredit macet. Data nasabah ini diberikan oleh anggota BIK atau Biro Informasi Kredit ke Bank Indonesia setiap bulannya yang kemudian diintegrasikan secara berkala oleh BI ke dalam sistem SID. Pihak kreditur yang wajib melaporkan data nasabah tadi antara lain bank umum, bank umum syariah, bank perkreditan rakyat, hingga unit usaha Syariah. Selain itu, beberapa pihak lain seperti financial technology atau fintech, lembaga keuangan mikro, hingga koperasi simpan pinjam yang sudah terdaftar dan memenuhi syarat juga bisa menjadi pihak pelapor.

Kemudian, berdasarkan informasi yang tersedia, SID akan memberikan skor untuk debitur yang memiliki catatan riwayat kredit yang baik maupun yang tidak, yang nantinya akan membantu pihak bank atau lembaga keuangan lainnya dalam proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit. Menurut ketentuan Bank Indonesia, skor kreditur dikelompokkan menjadi skala 1 hingga 5. Berikut pembagian dan penjelasan skor BI Checking

Syarat-Syarat BI Checking

Tidak hanya pihak bank atau lembaga keuangan lainnya, BI Checking juga dapat diakses oleh publik atau masyarakat. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui catatan riwayat kredit dapat mengajukan informasi SID ke kantor OJK tanpa dipungut biaya. Seperti yang dilansir dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, selain datang langsung ke kantor OJK, Anda bisa melakukan pengecekan riwayat kredit BI Checking bank secara online.

Cara Melakukan BI Checking

Seperti yang disebutkan sebelumnya, selain datang langsung ke kantor OJK, berikut adalah langkah-langkah cara cek BI Checking bank online.

Itulah syarat-syarat BI Checking dan cara cek BI Checking bank secara online untuk mengetahui skor kredit. Untuk mendapatkan skor BI Checking yang baik, tentunya Anda sebagai debitur harus memenuhi kewajiban dengan membayar cicilan kredit tepat pada waktunya. Apabila Anda mendapatkan skor BI Checking yang buruk, besar kemungkinan pinjaman Anda akan ditolak ketika mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan lainnya.