Avatar

Natissa

PUBLISHED ON NOVEMBER, 28 2022 reading time clock 5 Mins Read

Kredit Ditolak Bank, Apa yang Harus Dilakukan?

Berburu rumah impian bukan hal mudah. Mencari lokasi, luas tanah, desain bangunan, hingga akses kendaraan umum jadi pertimbangan. Kesemuanya itu bermuara pada satu hal, anggaran dana yang kita miliki untuk memiliki rumah. Berapa banyak besaran dp dan cicilan yang sanggup kita keluarkan setiap bulannya jika membeli lewat KPR adalah perhitungan cermat yang wajib dilakukan dengan memperhitungkan jumlah penghasilan dan pengeluaran kita sehari-hari. Saat rumah impian telah ditemukan, langkah selanjutnya adalah mengajukan permohonan KPR pada bank. Proses pengajuan KPR ini sangat ketat. Bank tidak segan-segan menolak pengajuan KPR calon debitur yang dianggap tidak memenuhi syarat. Rasanya tentu menyesakkan ketika rumah impian yang sudah di depan mana harus melayang gara-gara kredit ditolak oleh bank. Lalu apa yang harus dilakukan ketika kredit ditolak bank?

Alasan Kredit Ditolak

Ada beberapa alasan yang menjadi penyebab pengajuan kredit seseorang mengalami penolakan. Di antaranya kesalahan dokumen, penghasilan yang tidak memenuhi syarat, hingga skor kredit yang buruk. Simak terus penjelasan lebih lanjutnya di bawah yuk.

Kesalahan Data Diri dan Dokumen

Mengurus berkas dokumen memang memerlukan kesabaran dan ketelitian. Umumnya kesalahan yang terjadi adalah, calon debitur tidak menyiapkan dokumen asli atau salinan dokumen yang diberikan memiliki kualitas keterbacaan yang rendah. Pastikan duplikat dokumen kamu jelas terbaca dan data diri kamu yang diisikan ke form pengajuan identik dengan data diri yang tercantum dalam dokumen resmi yang kamu miliki.

Jumlah yang Diajukan Terlalu Besar

Berapa total cicilan yang kamu miliki saat ini? Mengajukan terlalu banyak kredit bisa jadi hambatan. Misalnya saja kamu sudah memiliki cicilan di sejumlah kartu kredit, lalu kamu mengajukan KTA lagi. Terlalu banyak memiliki pinjaman akan menguras penghasilan bersih kamu. Apakah yakin kalau kamu sanggup membayar semuanya tanpa mengorbankan kebutuhan pokok kamu sehari-hari? Pastikan kamu hanya mengajukan kredit untuk hal yang benar-benar penting dan kamu butuhkan saja, apalagi jika kamu berencana akan mengajukan pinjaman yang lumayan besar seperti KPR atau usaha.

Jumlah Penghasilan Tidak Sesuai Syarat

Adanya ketidaksesuaian antara jumlah penghasilan dengan plafon pinjaman juga jadi penyebab kredit kamu ditolak. Idealnya, total cicilan yang kamu miliki dalam sebulan tidak melebihi 30% dari total penghasilan bulanan yang kamu peroleh. Jika pengajuan kreditmu melebihi batas, mungkin saja bank akan menawarkan opsi besaran pinjaman di bawah nilai yang kamu ajukan. Maka penting untuk memperhitungkan dengan cermat jumlah pengeluaranmu sebelum mengajukan pinjaman ke bank. Jika perlu lunasi dulu cicilan-cicilan yang membebani ‘kuota’ pinjaman kamu.

Kartu Kredit Overlimit

Jika kartu kreditmu banyak dan semuanya kamu pakai secara membabi buta bahkan melebihi total limit yang diberikan, pihak bank akan menilai negatif kemampuan kamu mengelola kredit. Gunakan kartu kredit dengan bijak. Jika kamu hendak mengajukan kredit pastikan jumlah cicilan kartu kreditmu dalam porsi yang aman. Idealnya pemakaian kartu kredit tidak melebihi 70% dari total limit yang diberikan.

Pembayaran Kredit Sebelumnya Kurang Lancar

Skor kredit ini adalah poin penting dimana kemampuanmu membayar kredit akan dinilai. Skor kredit ini tercatat dari sejumlah riwayat kredit yang kamu miliki. Berapa jumlah utang yang kamu miliki, bagaimana kebiasaanmu membayar kewajibanmu, dan sebagainya. Jika kamu sering terlambat membayar kartu kredit apalagi jika sering membayar dengan minimum pembayaran, atau bahkan memiliki riwayat kredit macet, siap-siap saja bank akan menolak pengajuan kreditmu. Skor kredit yang buruk. Sebagai gambaran berikut skor kredit yang menjadi penilaian untuk lolos tidaknya pengajuan pinjaman.

Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum berikut pembagiannya:


Skala 1: Lancar, apabila debitur selalu membayar pokok dan bunga tepat waktu. Perkembangan rekening baik, tidak ada tunggakan, serta sesuai dengan persyaratan kredit.
Skala 2: Dalam Perhatian Khusus, apabila debitur menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga antara 1-90 hari.
Skala 3: Kurang Lancar, apabila debitur menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga antara 91-120 hari.
Skala 4: Diragukan, apabila debitur menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga antara 121-180 hari.
Skala 5: Macet, apabila debitur menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga lebih dari 180 hari.
Jika angka Anda ada di kategori pertama atau skala 1, selamat! permohonan pinjaman Anda akan cenderung disetujui selama syaratnya lengkap. Namun, jika skor berada di skala 3, 4, dan 5. Bank akan cenderung menolak pengajuan permohonan kredit. Bagaimana pun risiko bagi pihak bank sangat tinggi untuk mengucurkan kredit pada pihak yang tercatat memiliki sejarah kredit macet.

Langkah yang harus Diambil Saat Kredit Ditolak

Jika dokumen tidak lengkap atau tidak sesuai, kamu tinggal menyiapkan sejumlah dokumen persyaratan. Tak usah ragu mengurus ulang berkas-berkas pribadi ke kelurahan atau lembaga terkait lainnya jika diminta. Jika perkara jumlah pengajuan pinjaman yang terlalu besar, kamu bisa menyesuaikan kembali dengan jumlah penghasilan dan kemampuan kamu membayar. Apakah kamu perlu menambah penghasilan sampingan untuk menutupi kekurangan atau mengajukan pinjaman lunak pada orang terpercaya adalah opsi yang bisa dilakukan. Jika jumlah pinjaman terlalu jauh turunnya dibanding yang diharapkan, kamu juga bisa menunda pembelian rumah sampai dananya mencukupi. Toh membeli rumah pun bisa dibilang bukan hal mendesak. Mengontrak dulu sambil merencanakan ulang keuangan keluarga adalah cara bijak yang bisa dilakukan. Namun ketika alasan penolakan adalah skor kreditmu yang buruk. Kamu harus segera mengambil langkah perbaikan.

Memperbaiki Skor Kredit

Tunggakan kredit adalah faktor penyebab buruknya skor kredit. Jika kamu memiliki tunggakan, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah segera bayar cicilan yang tertunda atau lunasi tunggakan utang yang kamu miliki. Mulai dengan utang yang paling kecil dan memiliki jatuh tempo paling dekat agar tidak terasa berat. Setelah utang-utangmu lunas, segera laporkan pada lembaga peminjaman yang kamu gunakan dan kamu juga bisa segera melaporkan bukti pelunasan kepada OJK agar nama kamu bisa bersih dalam laporan yang memengaruhi skor kredit kamu.

Namun bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Maka sebelum kamu mengajukan pinjaman ke bank, pastikan terlebih dahulu semua persyaratan telah kamu lengkapi dan lakukan perhitungan yang cermat terkait penghasilan bersih kamu dan kemampuan membayar utang. Tidak kalah penting selalu jaga skor kredit kamu dengan membayar cicilan tepat waktu, menggunakan kartu kredit dengan aktif, dan jangan pernah menunggak pembayaran utang. Skor kredit yang baik adalah modal kamu untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan di masa depan.