Pengajuan Kredit Ditolak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya 2026
Jawaban singkat: Pengajuan kredit ditolak biasanya terjadi karena skor kredit yang rendah. Bank menggunakan skor kredit dengan rentang 150-750 untuk menilai kelayakan peminjam. Skor 150-400 berisiko tinggi dan sering ditolak, skor 401-600 perlu perbaikan, sedangkan skor 601-750 memiliki peluang disetujui tinggi. Untuk memperbaiki skor kredit setelah ditolak: bayar semua tagihan tepat waktu, lunasi tunggakan yang ada, hindari mengajukan utang baru, gunakan kartu kredit dengan bijak tanpa melebihi limit, dan tingkatkan penghasilan untuk meyakinkan bank bahwa Anda mampu membayar pinjaman.
| Rentang Skor Kredit | Status Kelayakan | Peluang Disetujui |
|---|---|---|
| 150-400 | Rendah | Risiko tinggi, sering ditolak |
| 401-600 | Sedang | Perlu perbaikan |
| 601-750 | Baik | Peluang disetujui tinggi |
Cek riwayat SLIK OJK kamu gratis di aplikasi Skorlife — real-time, tanpa antre iDebKu.
| Rentang Skor Kredit | Status Kelayakan |
|---|---|
| 150-400 | Rendah (risiko tinggi) |
| 401-600 | Sedang (perlu perbaikan) |
| 601-750 | Baik (peluang disetujui tinggi) |
Pinjaman bank ditolak biasanya terjadi karena skor kredit yang rendah. Skor kredit adalah penilaian kelayakan peminjam dengan rentang 150-750 yang digunakan bank untuk menilai kemampuan Anda membayar pinjaman. Semakin tinggi skor kredit, semakin besar peluang pinjaman disetujui. Untuk meningkatkan skor kredit, Anda perlu membayar tagihan tepat waktu, melunasi tunggakan, menghindari utang baru, menggunakan kartu kredit dengan bijak, dan meningkatkan penghasilan.
Sedang membutuhkan dana darurat, tetapi pengajuan pinjaman ditolak Bank? Yuk, kenalan dulu dengan Skor Kredit dan bagaimana cara meningkatkan skor kredit yang baik agar pinjaman Anda disetujui.
Skor kredit merupakan penilaian yang digunakan oleh Bank untuk mengetahui apakah Anda sebagai calon peminjam layak dan mampu membayar pinjaman yang diajukan.
Rentang skor kredit ada diantara 150 sampai 750, dan ada sejumlah faktor yang dapat menentukan skor kredit seperti pekerjaan, penghasilan, jumlah tanggungan, kepemilikan kartu kredit, dan banyak lainnya.
Semakin tinggi angka Skor kredit Anda, maka semakin baik pula peluang pinjaman Anda disetujui oleh Bank. Sebaliknya, jika Skor kredit Anda rendah tentu pihak Bank tidak akan sembarangan dalam menyetujui pinjaman yang diajukan.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, agar pinjaman dapat disetujui oleh bank, Anda harus memiliki skor kredit yang baik. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan skor kredit, seperti:
1. Membayar semua tagihan tepat waktu
Salah satu yang menjadi faktor penentu apakah pinjaman akan disetujui oleh Bank atau tidak adalah kemampuan membayar tagihan tepat waktu.

Oleh karena itu, jika ingin skor kredit meningkat, pastikan Anda membayar semua tagihan yang ada tepat waktu dan jangan sampai telat jika tidak ingin masuk dalam kategori perhatian khusus.
Selain terhindar dari skor kredit yang buruk, Anda juga dapat terhindar dari bunga keterlambatan yang pastinya akan semakin merugikan.
2. Membayar semua tagihan tepat waktu
Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan skor kredit adalah dengan memastikan bahwa tidak ada lagi tagihan yang menunggak, baik itu tagihan kartu kredit, pinjaman, maupun paylater.
Setelah menyelesaikan tunggakan yang ada, sebaiknya informasikan hal ini kepada pihak Bank Indonesia agar riwayat kredit Anda kembali bersih dan skor kredit meningkat.
3. Hindari mengajukan pinjaman atau utang baru
Mengajukan pinjaman atau utang baru merupakan hal yang harus Anda hindari jika ingin memperbaiki atau meningkatkan skor kredit. Sebaiknya, selesaikan terlebih dahulu utang- utang yang ada agar riwayat kredit Anda bersih.
4. Aktif menggunakan kartu kredit
Aktif menggunakan kartu kredit dengan bijak adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan skor kredit.
Semakin Anda bijak dalam menggunakan kartu kredit – membayar tagihan tepat waktu, menggunakan kartu kredit tidak melebihi batas limit, dll– akan mempermudah peluang pinjaman Anda disetujui oleh Bank.
Hal ini sekaligus memberikan gambaran kepada pihak Bank bahwa Anda dapat mengelola pengeluaran dengan baik.
5. Tingkatkan penghasilan
Faktor penting lainnya dalam skor kredit adalah jumlah penghasilan. Semakin tinggi jumlah penghasilan, maka semakin tinggi pula bobot penilaian yang dapat berkontribusi ke skor kredit Anda.
Oleh karena itu, carilah penghasilan tambahan agar dapat meyakinkan Bank bahwa Anda dapat membayar kembali pinjaman yang diberikan.
Lima cara diatas dapat Anda terapkan jika ingin pinjaman disetujui oleh Bank. Tanpa kita sadari, gaya hidup yang kita jalani sehari-hari sangat berdampak pada skor kredit.
Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk dapat menjadi individu yang bijak dalam mengelola keuangan sejak dini agar di kemudian hari kita terhindar dari kesulitan mendapatkan pinjaman.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Kenapa pengajuan kredit saya ditolak bank?
Pengajuan kredit ditolak biasanya karena skor kredit rendah (150-400). Bank menggunakan skor kredit untuk menilai kelayakan dan kemampuan peminjam membayar pinjaman yang diajukan.
Berapa skor kredit minimal agar disetujui bank?
Skor kredit 601-750 memiliki peluang disetujui tinggi. Skor 401-600 perlu perbaikan, sedangkan skor 150-400 berisiko tinggi dan sering ditolak bank.
Bagaimana cara memperbaiki skor kredit yang rendah?
Bayar semua tagihan tepat waktu, lunasi tunggakan yang ada, hindari mengajukan utang baru, gunakan kartu kredit bijak tanpa melebihi limit, dan tingkatkan penghasilan untuk meningkatkan bobot penilaian.
Apakah tunggakan kartu kredit bisa dibersihkan dari riwayat kredit?
Setelah menyelesaikan tunggakan kartu kredit atau pinjaman, informasikan hal ini kepada pihak Bank Indonesia agar riwayat kredit Anda kembali bersih dan skor kredit dapat meningkat.
Apa saja faktor yang menentukan skor kredit?
Faktor penentu skor kredit meliputi pekerjaan, penghasilan, jumlah tanggungan, kepemilikan kartu kredit, dan riwayat pembayaran. Kemampuan membayar tagihan tepat waktu menjadi faktor kunci kelayakan peminjam.
Untuk rujukan resmi dan informasi terbaru, kamu bisa cek langsung situs Otoritas Jasa Keuangan.





