Akibat Skor Kredit Rendah: Ini Dampak & Cara Memperbaiki 2026
Jawaban singkat: Akibat skor kredit rendah adalah pengajuan pinjaman KPR, KKB, KTA, kartu kredit dan paylater cenderung ditolak oleh bank, limit kredit menjadi sangat terbatas, dan risiko dikenakan bunga lebih tinggi. Skor rendah terjadi karena telat bayar tagihan, rasio penggunaan kredit melampaui 30-50 persen dari total limit, terlalu banyak pengajuan kredit baru dalam waktu singkat, serta total cicilan yang sudah mendekati kapasitas bayar bulanan sehingga bank menilai risiko gagal bayar sangat tinggi.
| Faktor Skor Kredit | Tingkat Pengaruh | Standar Ideal |
|---|---|---|
| Riwayat Pembayaran | Paling Berpengaruh | Bayar tepat waktu |
| Rasio Penggunaan Kredit | Tinggi | Di bawah 30% (toleransi hingga 50%) |
| Besaran Kredit | Sedang | Sesuai kapasitas bayar |
| Lamanya Kredit (Tenor) | Sedang | KPR/KPA: 10-20 tahun |
| Jenis/Diversifikasi Kredit | Rendah | Beragam & terbayar rutin |
| Aktivitas Permohonan Kredit | Paling Rendah | Hindari pengajuan berlebihan |
Cek riwayat SLIK OJK kamu gratis di aplikasi Skorlife — real-time, tanpa antre iDebKu.
| Faktor Skor Kredit | Tingkat Pengaruh | Standar Ideal |
|---|---|---|
| Riwayat Pembayaran | Paling Berpengaruh | Bayar tepat waktu |
| Rasio Penggunaan Kredit | Tinggi | Di bawah 30% (toleransi hingga 50%) |
| Besaran Kredit | Sedang | Sesuai kapasitas bayar |
| Lamanya Kredit (Tenor) | Sedang | KPR/KPA: 10-20 tahun |
| Jenis/Diversifikasi Kredit | Rendah | Beragam & terbayar rutin |
| Aktivitas Permohonan Kredit | Paling Rendah | Hindari pengajuan berlebihan |
Faktor yang mempengaruhi skor kredit meliputi riwayat pembayaran utang, rasio penggunaan kredit, riwayat panjang kredit, jenis kredit yang digunakan, dan frekuensi pengajuan kredit baru. Riwayat pembayaran menjadi faktor paling berpengaruh karena menggambarkan kedisiplinan dalam melunasi tagihan tepat waktu. Rasio penggunaan kredit idealnya dijaga di bawah 30 persen dari total limit yang tersedia agar skor kredit tetap baik dan memperbesar peluang persetujuan pinjaman dari bank.
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi skor kredit. Kamu harus mengetahui untuk mengetahui dampaknya pada pengaturan keuangan.
Penasaran bagaimana skor kredit dibentuk? Atau penasaran apa dampaknya ke skor kredit kalau telat bayar tagihan kartu kredit atau kredit lainnya.
Apa saja ya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi skor kredit menjadi bagus? Mungkin banyak pertanyaan yang ada di dalam benak.
Dalam pembahasan Personal Finance sebelumnya, blog SkorLife telah membahas apa yang dimaksud dengan skor kredit dan mengapa skor kredit penting.
Hal ini tentu penting apalagi kalau kamu memiliki cicilan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), KKB (Kredit Kendaraan Bermotor), kartu kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA), dan lainnya.
Artikel ini akan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi skor kredit kamu, berikut penjelasannya secara singkat.
Blog Skorlife telah merangkum dari berbagai sumber seperti Bcafinance.co.id dan lainnya untuk membahas hal ini.
Sejumlah Faktor yang Mempengaruhi Skor Kredit
1. Riwayat Pembayaran Utang
Faktor yang paling mempengaruhi skor kredit adalah riwayat pembayaran utang. Riwayat ini menggambarkan bagaimana kamu membayar tagihan, apakah tepat waktu atau ada keterlambatan.
Kemampuan membayar tagihan tepat waktu memberikan dampak baik bagi skor kredit. Sebaliknya, skor kredit akan terus buruk apabila sering telat membayar tagihan.
Tentunya, bank sebagai kreditur juga akan mempertimbangkan hal ini sebelum memutuskan memberikan pinjaman untuk melihat apakah ada risiko gagal bayar pada masa depan.
Nah, salah satu tips agar tidak telat membayar tagihan adalah dengan mengaktifkan fitur autodebet yakni fitur pembayaran otomatis yang memotong saldo tabungan dalam rekening bank kamu.
Dengan begitu, semua tagihan akan terbayarkan tepat waktu dan tidak ada lagi telat bayar. Hal ini juga bisa menjawab pertanyaan bagaimana agar skor kredit baik?

2. Rasio Penggunaan Kredit
Rasio penggunaan kredit atau credit utilization adalah rasio antara jumlah utang kamu gunakan dibandingkan dengan total kredit yang tersedia.
Kamu perlu tahu kalau rasio ini memberikan gambaran sejauh mana kamu menggunakan kredit yang telah disetujui oleh bank.
Rasio penggunakan kredit yang rendah atau di bawah 30% dianggap baik dan dapat berkontribusi positif terhadap skor kredit kamu.
Meski begitu, sejumlah bank memberikan toleransi hingga 50% untuk total semua kredit. Tentunya melihat lagi riwayatnya, apakah kamu masih bisa membayar atau tidak.
Ingat ya, kalau persentase 30% ini mencakup semua kredit seperti KPR, KKB, KTA, kartu kredit, pinjaman online. Namun, kalau kamu memiliki cicilan ke Pegadaian maka tidak masuk ya.
Selain itu, rendahnya rasio penggunaan kredit memberikan gambaran kepada pihak bank bahwa kamu bisa mengatur keuangan dengan baik.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga rasio penggunaan kredit tetap rendah agar skor kredit tetap baik.
Penjelasan di atas juga bisa menjadi jawaban apa yang menyebabkan kredit ditolak? Kalau limit kredit terbatas, pastinya permohonan ditolak.

3. Besaran Kredit
Seberapa besar total kredit atau utang yang dimiliki juga berpengaruh kepada skor kredit. Hal ini juga berefek kepada limit kredit.
Jika limit kredit semakin terbatas, maka saat kamu mengajukan pinjaman kecenderungannya pasti ditolak. Berbeda kalau sebaliknya.
Ya, bayangkan kalau kamu memiliki gaji Rp10 juta, tetapi sudah punya cicilan total Rp4,5 juta. Apakah bank atau lembaga pembiayaan akan memberikan kredit tambahan sementara limit kredit terbatas.
4. Lamanya Kredit
Lamanya kredit (tenor) dan jenis pinjaman yang beragam memiliki peranan dalam membentuk skor kredit.
Durasi waktu kredit dapat memberikan gambaran lebih mengenai bagaimana kamu bisa mengelola kredit dan utang seiring waktu.
Biasanya, kredit yang memiliki jangka waktu lama adalah KPR atau KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) yang setidaknya bisa mencapai 10 hingga 20 tahun.
Selain itu, pola kamu membayar kredit juga akan terlihat, misalnya apakah konsisten membayar tagihan tepat waktu atau tidak.
5. Jenis atau Diversifikasi Kredit
Jenis utang pastinya beragam seperti KPR, KPA, KKB, KTA, kartu kredit, hingga paylater. Bisa jadi kamu memiliki cicilan seperti ini.
Kalau kamu memiliki beragam jenis kredit di atas, skor bisa terlihat bagus karena kreditur dapat melihat tanggung jawab. Apalagi kamu selalu membayar tepat waktu.
Meski begitu, keberagaman jenis utang tidak berdampak ke skor kredit, tetapi memang berefek kepada limit kredit.
6. Aktivitas Permohonan Kredit
Aktivitas permohonan kredit mencerminkan adanya potensi penambahan utang dan dianggap sebagai indikator potensial risiko pembayaran yang lebih tinggi.
Jika ada terlalu banyak permohonan kredit dalam waktu yang singkat, maka hal tersebut bisa mempengaruhi skor kredit menjadi buruk.
Hal tersebut bisa mengindikasikan bahwa kamu sedang mengalami masalah finansial sehingga membutuhkan biaya tambahan dengan meminjam.
Sebetulnya, faktor ini memiliki pengaruh yang paling sedikit terhadap skor kredit.
Namun, ada baiknya kamu tetap menghindari pengajuan pinjaman yang sebetulnya tidak perlu agar skor kredit tetap di kondisi yang bagus.
Itulah penjelasan mengenai sederetan faktor yang dapat mempengaruhi skor kredit. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, harapannya kamu bisa lebih bijak lagi dalam mengelola keuangan.
Sebab, cara kamu mengelola keuangan secara tidak langsung akan membentuk skor kredit dan peluang mendapatkan kredit pada masa depan.
Sebelumnya, ada sejumlah artikel yang membahas cara menaikkan skor kredit pinjaman online, skor kredit yang bagus berapa, dan masih banyak lagi.
Kalau kamu ingin mengetahui perkembangan dunia bisnis, ekonomi, dan finansial, simak selalu artikel-artikel terbaru blog Skorlife.
Bagi kamu yang berencana untuk mengajukan kredit mobil bekas melalui lembaga pembiayaan, cek skor kredit online melalui aplikasi Skorlife yang diunduh melalui smartphone.
Yuk, gunakan kartu kredit Mayapada Skorcard untuk membayar tagihan secara online dan offline. Kumpulkan Skorpoin yang bisa ditukarkan dengan KrisFlyer Miles.
Saatnya belanja tas baru, sepatu mahal, hingga kemeja kekinian agar kamu tampil stylisih, cek rekomendasi terbaru di blog Skorcard.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa akibat skor kredit rendah saat mengajukan pinjaman?
Akibat skor kredit rendah adalah pengajuan pinjaman seperti KPR, KKB, KTA, dan kartu kredit cenderung ditolak bank karena bank menilai risiko gagal bayar tinggi. Limit kredit juga menjadi sangat terbatas bahkan untuk pinjaman kecil sekalipun.
Mengapa rasio penggunaan kredit tinggi bikin skor kredit rendah?
Rasio penggunaan kredit di atas 30 persen dari total limit tersedia dianggap buruk, meski beberapa bank mentolerir hingga 50 persen. Rasio tinggi menunjukkan Anda terlalu bergantung pada kredit dan bank khawatir Anda kesulitan membayar tambahan utang baru.
Bagaimana telat bayar tagihan mempengaruhi skor kredit?
Riwayat pembayaran adalah faktor paling berpengaruh pada skor kredit. Sering telat bayar tagihan KPR, kartu kredit, atau cicilan lain membuat skor kredit terus buruk dan bank menilai Anda berisiko tinggi gagal bayar di masa depan.
Apakah sering ajukan kredit baru turunkan skor kredit?
Ya, terlalu banyak permohonan kredit dalam waktu singkat dianggap indikator masalah finansial dan risiko pembayaran tinggi. Meski pengaruhnya paling kecil dibanding faktor lain, sebaiknya hindari pengajuan pinjaman yang tidak perlu agar skor tetap bagus.
Berapa total cicilan ideal agar skor kredit tidak rendah?
Total cicilan KPR, KKB, KTA, kartu kredit, dan paylater idealnya dijaga di bawah 30 persen dari total limit kredit. Jika gaji Rp10 juta dan cicilan sudah Rp4,5 juta, limit kredit sangat terbatas dan pengajuan pinjaman tambahan cenderung ditolak.
Untuk rujukan resmi dan informasi terbaru, kamu bisa cek langsung situs Otoritas Jasa Keuangan.




